Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Temuan Kasus Baru HIV/AID Meningkat, Sepuluh Bulan Temukan 83 Penderita Baru

Fatmasari Margaretta • Minggu, 7 Januari 2024 | 03:03 WIB

Ilustrasi HIV/AIDS. (JawaPos.com)
Ilustrasi HIV/AIDS. (JawaPos.com)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pencegahan terhadap penyakit human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) di Bangkalan harus diseriusi. Sebab, temuan kasus baru penyakit berbahaya tersebut selama 2023 mengalami peningkatan.

Fungsional Entomologi Ahli Muda Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Mariamah tidak memungkiri temuan HIV/AIDS meningkat. Itu disebabkan kesadaran masyarakat untuk melakukan tespek HIV/AID semakin meningkat.

Baca Juga: Hasil Reakreditasi Puskesmas di Sampang Tak Bisa Diprediksi, Bergantung Penilaian Surveyor

”Dibanding tahun lalu memang meningkat karena dari sosialisasi ternyata banyak yang sadar untuk tespek,” katanya, Jumat (5/1).

Berdasar hasil pemeriksaan dan skrining, ditemukan 83 kasus HIV/AID selama Januari–Oktober 2023. Kasus tersebut diketahui skrining 12.137 yang dilakukan kepada masyarakat dan ibu hamil.

Temuan kasus baru itu mengalami peningkatan dibandingkan 2022 yang hanya ditemukan 54 kasus baru. ”Saat ini masyarakat mulai berani memeriksakan diri. Jadi, salah satu faktor meningkatnya dari kesadaran mereka,” tambahnya.

Baca Juga: Ratusan Posyandu Belum Bertsatus Mandiri, Dinkes Pamekasan Imbau Masyarakat Deteksi Dini Kesehatan Ibu dan Anak

Faktor lainnya yang mengakibatkan seseorang terkena virus HIV/AID yaitu pergaulan bebas. Juga seks bebas di luar pernikahan dan mengonsumi obat-obatan dan alkhol. Khususnya, usia produktif.

”Terutama, anak remaja sekarang. Jadi, menjaga pergaulan dan keimanan itu perlu,” terangnya.

Upaya untuk menekan kasus HIV/AID yaitu dengan sosialisasi dan skrining. Selain sasarannya masyarakat usia produktif, juga ibu hamil. Sebab, tahun lalu kasus HIV/AIDS juga ditemukan pada ibu hamil.

”Kalau skrining ibu hamil ini wajib. Kami tidak ingin keturunannya juga terkena HIV,” pungkasnya,” tegasnya. (ay/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#hiv aids #bangkalan #penyakit #Trending #kesehatan #virus