BANGKALAN, RadarMadura.id – Silang sengkarut ketersediaan obat bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) belum selesai.
Komisi D DPRD Bangkalan memanggil dinas kesehatan (dinkes) yang selama ini menyediakan dan mendistribusikan obat bagi ODGJ.
Pemanggilan dilakukan sebagai langkah penajaman inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di gudang obat Dinkes Bangkalan Rabu (13/12).
Sebab, masih ada beberapa hal yang perlu didalami berkenaan dengan ketersediaan obat bagi para ODGJ.
”Jadi, yang kami bahas mulai dari jumlah ODGJ hingga suplai obat,” ucap Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan.
Pihaknya telah mendapat penjelasan dan data pengadaan, penyediaan, dan pendistribusian ODGJ dari dinkes.
Lalu, internalnya akan menindaklanjuti dengan mendatangi para ODGJ untuk memastikan apakah beberapa bulan terakhir ketersediaan obat normal atau tidak.
”Saat puskesmas meminta obat ODGJ, catatannya sudah jelas. By name dan by address-nya ada semua. Makanya, akan kami cek semuanya, apakah betul obat yang diterima puskesmas dan para ODGJ itu tepat waktu atau justru terlambat,” katanya.
Langkah itu akan dilakukan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan dan penyalahgunaan obat yang seharusnya diberikan kepada DOGJ.
Karena itu, obat keras harus dipantau dan diawasi secara ketat penggunaannya.
”Bagi kami, jika penggunaan obat sudah ada by name dan by adress, mestinya tidak ada yang kekurangan,” imbuhnya.
Kepala Dinkes Bangkalan Nur Hotibah menyampaikan, lembaganya sudah mendapatkan distribusi obat ODGJ dari Dinkes Provinsi Jawa Timur (Jatim). Saat ini stok semua obat bagi ODGJ tersedia.
Pihaknya tidak menampik di beberapa puskesmas sempat kekurangan obat untuk ODGJ.
Namun, itu bukan karena ketersediaannya habis, melainkan hanya miskomunikasi antara petugas puskesmas dengan tim pengelola obat di lembaganya.
”Untuk selanjutnya, pengadaan obat dari puskesmas akan langsung ke gudang obat,” katanya.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Geger menyampaikan, kekurangan obat untuk ODGJ sempat terjadi di wilayah kerjanya. Namun, obat itu sudah tersedia kembali.
”Bersyukur juga masalah itu sampai ke Pj bupati sehingga kembali dipenuhi,” imbuhnya.
Kekurangan obat untuk ODGJ berdampak terhadap penyembuhan. Saat obat kurang, gangguan jiwa ODGJ makin kambuh.
”Kalau tidak rutin minum obatnya, akan oleng (kambuh) kembali,” katanya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia