BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan menyusun kajian lingkungan hidup strategis (KLHS). Penyusunan dokumen itu menelan anggaran hingga ratusan juta.
Kabid Pelayanan Tata Lingkungan DLH Bangkalan Eko Marianto mengeklaim penyusunan dokumen kajian pembangunan berwawasan lingkungan hampir tuntas. Perencanaan yang tertuang pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tersebut sudah memasuki tahap pravalidasi. ”Menunggu pravalidasi dari provinsi,” ucapnya Senin (11/12).
KLHS disusun agar menjadi acuan dalam pembuatan kebijakan di bidang lingkungan. Juga bisa menjadi acuan dalam penysunan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD). Penyusunan KLHS yang akan menjadi acuan penyusunan RPJMD dan RPJPD menelan biaya Rp 175 juta.
Eko mengungkapkan, penyusunan dokumen KLHS tidak mudah. Karena itu, lembaganya harus menggunakan jasa konsultan. Selain itu, ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan dalam penyusunan KLHK.
”Ada tiga kali rapat, public hearing, FGD, dan falidasi data. Jadi, banyak kegiatan,” pungkasnya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana