Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puskesmas Krisis Obat ODGJ, Harus Rujuk Pasien ke RSUD Bangkalan

Fatmasari Margaretta • Minggu, 10 Desember 2023 | 00:56 WIB

Grafis oleh Sigit AP/JPRM
Grafis oleh Sigit AP/JPRM

BANGKALAN, RadarMadura.id – Keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bangkalan mencapai 1.560 orang.

Ribuan ODGJ tersebut tersebar di 18 kecamatan yang terbagi dalam 22 wilayah kerja (wilker) puskesmas.

Paling banyak berada di wilayah kerja Puskesmas Kokop dan Tanjungbumi (lihat grafis). Sementara penanganannya saat ini terkendala ketersediaan obat. Buktinya beberapa puskesmas mengaku krisis ketersediaan obat ODGJ.

Kepala Puskesmas Kokop Winarti tidak menampik jumlah OGDJ di wilkernya termasuk salah satu yang tertinggi.

Pihaknya juga tidak memungkiri saat ini mulai krisis obat untuk diserahkan kepada ODGJ yang ditangani lembaganya.

Baca Juga: SDM Pengawas Pendidikan di Pamekasan Minim, Satu Orang Bertugas di Puluhan Lembaga

”Obat-obatan untuk ODGJ yang standar (biasa) masih ada. Akan tetapi, obat-obatan tertentu yang sifatnya khusus tidak ada,” ujarnya.

Obat-obatan yang digunakan untuk penanganan ODGJ di-dropping oleh dinas kesehatan (Dinkes). Sehingga, selama ini puskesmas rutin mengajukan permohonan obat yang diberikan kepada ODGJ.

Sebab, obat yang diberikan harganya mahal, penggunaannya juga harus diawasi secara ketat.

”Jadi yang diajukan (permohonan obatnya) sesuai dengan jumlah pasien. Tidak akan lebih karena takut disalahgunakan,” imbuhnya.

Winarti menjelaskan, obat yang diserahkan kepada anggota keluarga ODJG bervariatif. Bergantung tingkat keparahan gangguan jiwa yang dialami.

”Obatnya ada yang dua minggu sekali atau sebulan sekali, jadi beda-beda," imbuhnya.

Koordinator Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Kokop Dwining Rosowati menyatakan, ada sekitar 60 pasien ODGJ yang rutin berobat. Serta masih ada 12 ODGJ yang masih dipasung.

Jumlah ODGJ yang dipasung terus berkurang dibandingkan sebelumnya yang mencapai 41 orang.

Saat ini ada berbagai jenis obat yang biasa diberikan kepada ODGJ yang stoknya kosong. Yakni, sikzonoat decanoaz injeksi, trihexi, risperidon, clozapine, dan clobazam. Yang penting itu trihexi, karena itu obat untuk menetralkan ketika ada efek samping,” ujarnya.

Sorowati mengungkapkan obat sikzonoat decanoaz injeksi sempat kosong selama tiga bulan. Namun, pihaknya mendapat 10 dosis. Semuanya sudah diserahkan kepada pasien yang mulai kambuh.

Sementara untuk jenis obat lainnya sampai saat ini belum tersedia. Sejak kuantitas obat semakin menipis, pihaknya mengajukan tambahan ke Dinkes Bangkalan. Namun, sampai saat ini belum ada distribusi.

Baca Juga: Suket Sakit Ditengarai Palsu! Fadil Diduga Menghindar Dimutasi dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Guru SDN Madulang 2 Sampang

”Selama obatnya kosong, saya berkoordinasi dengan programmer kesehatan jiwa puskesmas lainnya, barang kali ada yang lebih. Kapan hari saya mendapat utangan (dibantu) dari teman-teman (puskesmas lain) yang stoknya masih tebal,” imbuhnya.

Kekosongan obat tersebut telah dikomunikasikan dengan kader dan keluarga ODGJ. Sebagian ODGJ yang seharusnya sudah mendapatkan obat, harus dirujuk ke RSUD Syamrabu.

Namun, upayanya itu bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga pasien ODGJ.

”Karena kalau ke rumah sakit masih harus mengeluarkan biaya akomodasi untuk transpor. Ada yang tidak berangkat ke rumah sakit, akhirnya kambuh,” sambungnya.

Terpisah, Kadinkes Bangkalan Nur Hotibah membantah obat untuk ODGJ di puskesmas krisis. Stoknya saat ini dinilai cukup, hanya miskomunikasi.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan semua penanggung jawab program kesehatan jiwa puskesmas.

”Jadi teman-teman sudah bisa menindaklanjuti dengan mengambil obat di dinkes,” ujarnya.

Mantan Kapus Kamal itu menyatakan, alokasi obat ODGJ pada 2024 mulai dipikirkan.

Sebab, permohonan kebutuhan obat sudah diajukan ke Pemprov Jatim. Dalam waktu dekat, pemprov akan kembali men-dropping kebutuhan obat ODGJ.

”Obat ODGJ bisa dari provinsi, puskesmas juga bisa melakukan pengadaan sendiri karena sudah BLUD, dengan catatan kalau mampu,” katanya. (jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#bangkalan #obat #Trending #pemprov jatim #odgj #berita bangkalan #puskesmas #Dinkes Bangkalan #pasien #gangguan jiwa