BANGKALAN, RadarMadura.id – Pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang madrasah ibitidaiyah (MI) sudah masuk tahap periode dua. Namun, tidak semua sekolah melaksanakan ANBK secara mandiri. Setidaknya dua madrasah melaksanakan ANBK dengan menumpang.
Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan Sulaiman menyatakan, proses ANBK memang sedang belangsung. Pelaksanaannya dimulai Senin (23/10) hingga Senin (30/10). ”Betul masih dilaksanakan oleh beberapa madrasah yang terdata di aplikasi,” katanya Kamis (26/10).
Total madrasah yang melaksanakan ANBK hanya 20 dari 146 lembaga. Penentuan lembaga pelaksana ANBK tersebut telah ditentukan oleh pusat. Pelaksanaan asesmen berbasis online. ”Berbasis online semua dan jumlah madrasah itu sudah dari pusat yang menentukan madrasah mana yang ikut,” tambahnya.
Sulaiman tidak memungkiri bahwa masih ada madrasah yang melaksanakan ANBK dengan cara menumpang. Yakni, Madrasah Nurul Hidayah dan Hidayatul Ulum. Sarana-prasarana (sarpras) di dua madrasah tersebut belum memadai. ”Ada dua madrasah swasta yang pelaksanaan ANBK-nya menumpang,” terangnya.
Menurut dia, keberadaan sarpras di madrasah memang belum memadai. Dengan demikian, madrasah perlu aktif melakukan pengajuan di apliksi Simsarpras. Sementara tahun ini baru empat lembaga yang mendapat bantuan computer based test (CBT).
”Ada lima jenis alat yang diperoleh tahun ini, tetapi hanya menyasar empat madrasah. Itu berkat keaktifan madrasah yang mengajukan, kami hanya memberikan rekom,” ungkapnya.
Operator MI Hidayatul Ulum Syaiful Bahri membenarkan pelaksanaan ANBK menumpang. Tahun ini sudah tahun kedua pelaksanaan ANBK menumpang ke MI An Nafiiyah di Kecamatan Geger. Ada 12 siswi yang ikut ANBK yang akan dilaksanakan Senin (30/10). ”Betul masih menumpang dan ini sudah tahun kedua. Untuk sarpras, kami masih ajukan,” terangnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta