Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengangkatan Raden Pratanu Jadi Cikal Bakal Harjad Bangkalan

Ina Herdiyana • Rabu, 25 Oktober 2023 | 00:33 WIB
IKON:  Warga bersepeda di dekat tugu Kabupaten Bangkalan di Jalan Jenderal A. Yani kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
IKON:  Warga bersepeda di dekat tugu Kabupaten Bangkalan di Jalan Jenderal A. Yani kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Peringatan Hari Jadi (Harjad) Ke-492 Bangkalan jatuh pada hari Selasa (24/10). Namun, secara historis masih banyak yang belum mengetahui mengapa Harjad Bangkalan diperingati setiap 24 Oktober.

Sejarawan Bangkalan Hidrochin Sabarudin menyatakan, penetapan Harjad Bangkalan tidak lepas dari sejarah diangkatnya Raden Pratanu sebagai raja Madura Barat oleh penguasa Kerajaan Pajang. Yaitu, Sultan Hadiwiyaja atau Joko Tingkir.

”Pengangkatan Raden Pratanu bersamaan dengan acara gerebek maulid yang dilaksanakan di Kerajaan Pajang,” ujarnya.

Berdasarkan catatan sejarah, gerebek maulid di Kerajaan Pajang dilaksanakan pada 24 Oktober 1531. Diangkatnya Raden Pratanu sebagai pemimpin di Kerajaan Madura Barat bersamaan dengan pengkatan raja-raja yang berada di bawah hegemoni Kerajaan Pajang.

Kebetulan tiga wilayah kerajaan yang ada di Madura semuanya di bawah kendali Kerajaan Pajang. Yaitu, Bangwetan (Sumenep), Bangtengah (Pamekasan), dan Bangkulon (Bangkalan). ”Untuk Bankulon daerahnya mencakup Bangkalan dan Sampang,” imbuhnya.

Kesepakatan untuk menjadikan 24 Oktober sebagai Harjad Bangkalan butuh proses panjang. Sebab, butuh pembahasan dan pengkajian  yang dilakukan antara 1986–1992. Pembahasan untuk menentukan Harjad Bangkalan dilakukan oleh tim sembilan yang berasal dari sejarawan hingga akademisi. ”Semuanya membawa data masing-masing,” imbuhnya.

Setelah proses panjang, tim sembilan akhirnya menyepakati Harjad Bangkalan dihitung berdasarkan peristiwa diangkatknya Raden Pratanu sebagai penguasa Kerajaan Madura Barat. Kesepakatan tersebut kemudian diserahkan ke DPRD Bangkalan untuk ditetapkan dalam sidang paripurna. ”Akhirnya ditetapkanlah 24 Oktober sebagai Harjad Bangkalan,” sambungnya.

Pria yang biasa disapa Doink itu menambahkan, Raden Pratanu memiliki kedekatan dengan Joko Tingkir sebagai penguasa Kerajaan Pajang. Sebab, salah satu putri Joko Tingkir dipersunting oleh Raden Pratanu. ”Jadi, Raden Pratanu diangkat sebagai raja oleh mertuanya sendiri,” katanya. (jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

 

Editor : Ina Herdiyana
#Sultan Hadiwiyaja #Hari Jadi Bangkalan #kebudayaan #Raden Pratanu #kota salak #sejarah #pajang #harjad #joko tingkir #Kerajaan Madura Barat #radar madura #Bangkulon