BANGKALAN, RadarMadura.id – Penataan Stadion Gelora Banglalan (SGB) yang dilakukan dinas pemuda dan olahraga (dispora) patut diapresiasi. Sebab, ikon Kota Salak tersebut sekarang makin rapi dan tertata dengan baik.
Kepala Dispora Bangkalan Akhmad Ahadiyan Hamid menyatakan, lembaganya memasang garis pembatas di depan SGB sisi selatan dan utara. Garis dengan cat warna kuning yang dipasang harus steril dari pedagang kaki lima (PKL).
”Area yang masuk garis kuning itu harus steril dari PKL,” ucapnya Senin (16/10).
Sterilisasi halaman bagian depan SGB dari PKL tidak dilakukan serta-merta, tetapi diawali dengan proses sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada PKL yang biasanya berjualan di depan SGB.
”Sosialisasi kami lakukan dengan satpol PP,” ucap pria yang biasa disapa Diet tersebut.
Mantan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan itu sangat bersyukur sosialisasi yang dilakukan bersama satpol PP diterima dan dipahami dengan baik oleh para PKL. Dengan demikian, PKL tidak lagi berjualan di depan SGB.
”Sosialisasinya dilakukan Kamis (12/10), Jumat (13/10), Sabtu (14/10), dan Minggu (15/10). Saya juga turut datang langsung ke lapangan,” ujarnya.
Respons positif yang ditunjukkan PKL tidak terlepas dari kesamaan persepsi dan kesadaran bersama untuk mewujudkan Bangkalan yang indah dan rapi.
”Setelah semuanya disterilkan, sekarang SBG terlihat bersih dan tertata rapi,” imbuhnya.
Diet mengimbau PKL tidak berjualan di trotoar depan SGB karena menghambat arus lalu lintas.
Pihaknya juga meminta PKL yang berjualan di area stadion tidak meninggalkan gerobaknya setelah berjualan, tetapi harus dipindah ke belakang.
”Pemerintah berharap kesadaran masyarakat agar ke depan SGB makin bagus dan enak dipandang,” katanya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia