BANGKALAN, RadarMadura.id – Target pendapatan asli daerah (PAD) yang dibebankan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan di 2024 dinaikkan 50 persen. Yaitu, dari Rp 169 juta menjadi Rp 250 juta.
Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menyatakan, disbudpar harus bisa memaksimalkan pengelolaan aset yang menjadi sumber PAD. Misalnya, pengelolaan museum, Gedung Merdeka, dan Taman Rekreasi Kota (TRK).
”Selama ini, pengelolaan TRK dipihakketigakan,” ucapnya setelah pembahasan rancangan APBD 2024 Senin (9/10).
Yang disesalkan, pihak ketiga yang mengelola aset disbudpar di belakang Stadion Gelora Bangkalan (SGB) tersebut tidak menyetorkan PAD kepada pemkab. Yaitu, sejak Januari hingga awal Oktober ini. ”Kalau kita lihat di perjanjian kerja samanya tertuang pembagian keuntungan 90 persen untuk pihak ketiga dan 10 persen untuk pemkab,” imbuhnya.
Nur Hasan mengaku meminta disbudpar berkirim surat kepada pengelola TRK untuk segera menunaikan pembayaran PAD kepada pemkab. Apabila tidak direspons, internalnya akan melayangkan surat panggilan kepada pengelola.
”Kami akan evaluasi isi perjanjiannya seperti apa, dasar hukumnya, dan mengacu ke mana,” sambungnya.
Plt Sekretaris Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominant tidak menampik PAD yang dibebankan pada lembaganya naik signifikan pada 2024. Namun, kiat-kiat untuk memenuhi target yang dibebankan sudah dipersiapkan.
Di antaranya, membenahi fasilitas. Mulai dari Gedung Merdeka hingga TRK. Sebab, saat ini banyak gedung dan tempat wisata yang dikelola pihak swasta. Apabila tidak dilakukan pembenahan, sumber pendapatan yang dikelola lembaganya akan ditinggalkan masyarakat.
”Kami akan mencoba bekerja sama dengan komunitas-komunitas untuk melaksanakan event-event di TRK agar pengunjung banyak,” imbuhnya.
Hendra tidak menampik rekanan pengelola TRK belum membayarkan PAD ke lembaganya. Namun, pihaknya berjanji segera berkoordinasi agar memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kerja sama yang sudah disepakati. ”Sudah kami lakukan pendekatan persuasif agar membayar PAD,” katanya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti