BANGKALAN, RadarMadura.id – SDN Pejagan 9 mendapat program perbaikan. Namun, hingga menjelang tutup September ini, belum ada tanda-tanda program itu akan digarap. Bahkan, belum ada satu pun bahan material bangunan yang didatangkan ke lokasi pengerjaan proyek.
Program itu melekat di Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan. Anggaran yang dialokasikan Rp 450 juta untuk rehabilitasi ruang kelas SDN Pejagan 9. Proyek bersumber dari APBD Bangkalan tersebut dimenangkan PT Bentang Citra Karya dengan nilai kontrak Rp 359 juta.
Kepala SDN Pejagan 9 Imam Muslich mengaku tidak tahu secara pasti apa saja yang akan direhab dari lembaga yang dinakhodainya. Sebab, semua pelaksanaan diserahkan ke pihak ketiga. Namun, informasi yang diterima, rehabilitasi yang akan dilaksanakan yaitu tiga ruang kelas.
”Katanya sih atapnya akan diganti, kemudian dinding yang keropos akan diperbaiki,” ucapnya Selasa (26/9). Tiga ruangan yang akan direhabilitasi terdiri atas kelas IV-A, IV-B, dan kelas V. Pihaknya memastikan, meski proses rehabilitasi nantinya dilaksanakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) akan digelar di ruang kelas yang lain. ”Jadi tidak kemudian karena direhab siswa akan diliburkan,” imbuhnya.
Imam mengakui, proyek rehabilitasi di sekolahnya belum dimulai. Bahkan, belum ada satu pun material bangunan yang didatangkan pihak pelaksana asal Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, itu di lokasi pengerjaan. Pihak pelaksana dan perwakilan dari dispendik pernah mendatangi lembaganya. ”Yang datang itu menginformasikan bahwa akan direnovasi,” ujarnya.
Direktur PT Bentang Citra Karya Ismail memberikan penjelasan berbeda saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Dia menyebut pengerjaan sudah berjalan. Meskipun, faktanya di lokasi belum ada material yang didatangkan. Sementara saat disinggung tentang saat ditanya tentang progres, Ismail berdalih belum mendapatkan informasi lengkap dari konsultan pengawas. ”Belum di-update oleh pengawasnya,” ujarnya.
Kasi Sarpras Dispendik Bangkalan Adi Purnomo mengungkapkan, penandatanganan kontrak dengan PT Bentang Citra Karya sudah tuntas. Namun, pihaknya tidak tahu-menahu saat disinggung kegiatan belum dimulai. ”Kami belum ke lokasi karena masih banyak kegiatan,” ujarnya.
Adi berjanji akan meminta pelaksana untuk segera memulai pengerjaan. Sebab, deadline pengerjaan yang diberikan untuk semua pelaksana program revitalisasi sekolah tidak lama. Yaitu, berkisar 100–110 hari. Pelaksanaan diharapkan tuntas sebelum Minggu (10/12). ”Akan segera kami komunikasikan dengan pelaksana,” janjinya. (jup/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti