Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Atap SDN Telang 2 Bangkalan Sudah Dibongkar, tapi Rehab Belum Juga Dimulai

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 13 September 2023 | 16:20 WIB
TERBUKA: Penjaga SDN Telang 2, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, berada di ruang kelas yang akan direhab Selasa (12/9). (JUPRI/JPRM)
TERBUKA: Penjaga SDN Telang 2, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, berada di ruang kelas yang akan direhab Selasa (12/9). (JUPRI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan mengucurkan anggaran Rp 601 juta untuk rehabilitasi ruang kelas SDN Telang 2. Pelaksanaan proyek yang dimenangkan CV Ahla Izzati Wajalali itu baru tahap pembongkaran atap di tiga ruangan.

Pengerjaan rehabilitasinya belum ada tanda-tanda akan mulai. Indikasinya, tidak ada satu pun material bangunan yang disiapkan pelaksana di lokasi pengerjaan proyek dengan nilai kontrak Rp 539 juta tersebut.

Kepala SDN Telang 2 Nur Sjamsuddin Sjahidy menyatakan, ada empat ruang kelas yang direhab. Yakni, ruang kelas I–IV. Namun, pihaknya meminta pembongkaran dilakukan di tiga ruangan terlebih dahulu supaya tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).

”Sebab, ruang kelas IV bergabung dengan yang tidak direhab. Setelah tiga ruangan selesai (direhab), baru bisa pindah ke satu ruangan yang lain,” ucapnya.

Selama ketiga ruangan dibongkar, KBM kelas I–III direlokasi ke fasilitas lain. Yakni, musala dan perpustakaan. Dia memastikan rehabilitasi itu tidak mengganggu KBM.

Pembongkaran tiga atap ruang kelas yang direhabilitasi dilaksanakan Jumat (8/9)–Minggu (10/9). Setelah pembongkaran selesai, pengerjaan rehabilitasi belum dikerjakan oleh pelaksana. Sementara material bangunan untuk persiapan rehabilitasi juga belum ada di tempat.

”Bagi kami, tidak jadi masalah meski belum digelar. Sebab, kami hanya penerima manfaat,” imbuhnya.

Namun, Sjamsuddin berharap proses rehabilitasi segera dilaksanakan supaya cepat selesai. Dengan demikian, manfaatnya bisa dirasakan siswa-siswinya. Pihaknya juga meminta CV Ahla Izzati Wajalali melaksanakan program rehabilitasi sesuai rencana anggaran belanja (RAB). ”Pengerjaan jangan asal-asalan dan harus memperhatikan kualitas,” pintanya.

Kasi Sarpras Bidang Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Adi Purnomo mengaku telah meminta semua pemenang tender memulai pengerjaan setelah penandatanganan kontrak. Dengan begitu, pengerjaan cepat tuntas dan manfaatnya dirasakan siswa.

Perusahaan konstruksi yang menjadi pemenang tender seharusnya tidak bergantung terhadap pencairan dana proyek, tetapi menyiapkan dana sendiri untuk memulai kegiatan. Sebab, uang muka yang dapat diakses hanya 30 persen.

Lalu, setelah progres pengerjaan mencapai 50 persen, pelaksana dapat mengajukan pencairan kembali. Besarannya 50 persen dengan dipotong uang muka yang sudah dicairkan. Sementara sisanya akan dicairkan setelah pengerjaan tuntas. ”Untuk yang mengajukan uang muka sudah kami proses di keuangan,” sambungnya.

Direktur CV Ahla Izzati Wajalali Abdus Salam tidak merespons saat dikonfirmasi mengenai pengerjaan proyek SDN 2 Telang. Berkali-kali dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan, tidak ada respons. Pesan singkat WhatsApp yang dikirim juga tidak dibalas. (jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#bangkalan #dispendik #rehabilitasi #kelas #bongkar #CV Ahla Izzati Wajalali #SDN Telang 2 #ruang kelas #ruang #rehab