Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tips Berpuasa bagi Bumil

Abdul Basri • Selasa, 11 April 2023 | 00:21 WIB
Dokter Spesialis Obgyn RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nur Waqiah, Sp.OG. (SYAIFUL BAHRI UNTUK Radarmadura.id)
Dokter Spesialis Obgyn RSUD Syamrabu Bangkalan dr Nur Waqiah, Sp.OG. (SYAIFUL BAHRI UNTUK Radarmadura.id)
BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Setiap bulan Ramadan, tidak sedikit ibu hamil dan ibu menyusui bingung menentukan apakah harus berpuasa atau tidak. Khawatir berdampak negatif terhadap sang buah hati. Benarkah demikian?

Dokter Spesialis Obgyn RSUD Syamrabu dr Nur Waqiah, Sp.OG menjelaskan, dalam perspektif Islam, ibu hamil dan ibu menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Sebab, dikhawatirkan membahayakan kesehatan ibu dan bayinya.

Karena itu, ibu hamil dan ibu menyusui yang tidak dapat menjalankan puasa dapat mengganti puasa dengan membayar fidyah. ”Yakni, mengganti 1 hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan 1 orang miskin,” kata dia.

Menurut perempuan yang biasa disapa Dokter Nunu itu, bumil yang ingin tetap berpuasa sebaiknya berkonsultasi dengan bidan atau dokter terlebih dahulu. Supaya, dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin akan dialami saat berpuasa.

”Dokter atau bidan akan memberikan saran, apakah puasa tidak masalah bagi kesehatan ibu maupun kesehatan bayi yang dikandungnya,” terangnya.

Dokter Nunu mengatakan, pemeriksaan yang akan dilakukan dokter spesialis kandungan biasanya meliputi tekanan darah, suhu, dan tinggi fundus uteri sesuai dengan umur kehamilan. ”Tentunya diperkuat dengan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi bayi,” jelasnya.

Perempuan berhijab itu menyampaikan, bumil yang memilih berpuasa harus memastikan keterpenuhan gizi. Artinya, harus mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna saat sahur dan berbuka puasa. Sebab, gizi akan menjamin tersuplainya makanan ke janin.

”Makanan yang disarankan adalah makanan tinggi protein. Terutama yang berasal dari hewani, seperti ikan, daging ayam, daging sapi, dan telur. Juga, jangan lupa sayur,” imbaunya.

Dia mengatakan, sudah banyak penelitian di luar negeri tentang korelasi kehamilan dan puasa. Salah satunya di Tunisia dan Malaysia. Dari 500 sampel yang diuji, menyimpulkan bahwa puasa tidak memberikan efek pada berat badan bayi yang lahir.

Studi berskala besar juga pernah dilakukan terhadap 13.351 bayi cukup bulan dari perempuan muslim Asia dibandingkan dengan kelompok nonmuslim. Penelitian yang dilakukan di Birmingham, Inggris, tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa puasa tidak berakibat pada kecilnya bayi yang lahir.

Dokter Nunu menyebutkan, ada beberapa tips yang dapat diterapkan bumil berpuasa. Di antaranya, rutin berolahraga ringan. Misalnya jalan santai di pagi hari selama 15–20 menit di bawah sinar matahari pagi.

”Tujuannya, menjamin suplai vitamin D ibu dan bayinya,” ucapnya.

Selain itu, harus mengonsumsi susu saat sahur dan berbuka puasa serta menghindari konsumsi garam dan gula berlebihan. Lalu, disarankan berbuka dengan kurma, makanan tinggi serat, kalsium, vitamin C, dan sukrosa. Tentunya hindari minum-minuman tinggi kafein.

”Hindari aktivitas yang berlebihan terutama ketika cuaca panas, istirahatlah yang cukup,” katanya

Dokter Nunu menyebut ada beberapa tanda bahaya yang harus diperhatikan oleh bumil. Yakni, terjadinya kontraksi prematur, gerakan bayi kurang dari lima kali selama sejam, dan mual-mual. Kemudian, merasakan sakit saat buang air kecil.

”Biasanya itu diakibatkan kurangnya jumlah air atau dehidrasi,” katanya.

Sementara, ada beberapa bumil yang disarankan untuk tidak berpuasa. Yakni, bumil yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus (DM), dan gangguan anoreksia. Kemudian, mual, muntah, gangguan ginjal, dan kurang gizi.

”Kemudian juga bumil yang memiliki riwayat melahirkan bayi berat rendah,” katanya. (jup/daf)  Editor : Abdul Basri
#dr Nur Waqiah #Sp.OG #rsud syamrabu #Tips Berpuasa #Dokter spesialis obgyn