”Jika tidak diinisiasi kami sebagai sesepuh desa, warga tidak ada semangat menyekolahkan putra-putrinya. Padahal, pendidikan sangat penting,” katanya.
Mat Sahri menuturkan, untuk membangun desa, pihaknya juga fokus melakukan pembangunan infrastruktur. Apalagi, letak Desa Duwek Buter berada paling timur dan berbatasan dengan Kecamatan Modung. ”Saat ini kami sudah memiliki gedung PAUD dan gedung polindes untuk mengoptimalkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pihaknya juga sudah memiliki balai desa. Selama ini, kantor tersebut dimanfaatkan untuk pusat pelayanan masyarakat. ”Desa Duwek Buter terdiri atas tiga dusun. Yakni, Dusun Pangkandeng, Dusun Rabasen, dan Duwek Buter. Tahun ini kami konsentrasi melakukan pembangunan di sekitar balai desa di Dusun Duwek Buter,” ucapnya.
Jenis program peningkatan infrastruktur tahun ini berupa pembangunan jalan usaha tani (JUT) dan pembangunan drainase. Status lahan yang dibangun JUT milik warga. Panjang jalan diperkirakan 100–200 meter. ”Kalau JUT masih dalam proses. Sedangkan pembangunan drainase sudah selesai. Panjangnya 150 meter,” paparnya.
Pria yang menjabat Kades Duwek Buter dua priode itu menambahkan, program peningkatan infrastruktur diadakan setiap tahun. Yang paling diutamakan adalah pendidikan dan kesehatan. ”Kami harus membangun pendidikan sejak usia dini. Makanya, kami bangun gedung PAUD. Kami akan membangun TK. Sebab, Kalau SD sudah ada,” tegasnya.
Mat Sahri mengakui yang memiliki ijazah bisa dihitung jari. Karena itu, pihaknya membangun PAUD agar warganya semangat belajar sejak dini. ”Kami juga membangun lapangan voli di samping balai desa. Sebab, remaja di sini (Duwek Buter, Red) lebih suka bola voli,” tuturnya.
Mat Sahri juga akan menggenjot kesadaran masyarakat akan kepemilikan dokumen kependudukan. Sebab, masih banyak warga yang tidak memiliki KTP dan akta kelahiran. ”Padahal, sudah dilakukan sosialisasi tiap ada kesempatan. Ketika acara pengajian, muslimat, dan lainnya,” janjinya.
Dia menambahkan, kegiatan keagamaan di setiap dusun rutin digelar. Misalnya, acara yang digelar muslimat pada malam Senin dan malam Jumat. ”Kami juga berharap kepada pemerintah kabupaten supaya memperbaiki jalan yang rusak. Salah satu tujuannya, agar perekonomian terus tumbuh,” tandasnya. (rul/yan) Editor : Administrator