Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rabu–Kamis Jalan Raya Blega Ditutup Total

Abdul Basri • Rabu, 8 November 2017 | 19:07 WIB
Rabu–Kamis Jalan Raya Blega Ditutup Total
Rabu–Kamis Jalan Raya Blega Ditutup Total

BANGKALAN – PT Gala Karya terus mengerjakan proyek penggantian Jembatan Sempar di Kecamatan Blega, Bangkalan. Hingga Selasa (7/11), progres pengerjaan sudah 60 persen. Proyek penggantian Jembatan Sempar sering membuat macet arus lalu lintas di Jalan Raya Blega.


Jembatan yang bisa dilalui kendaraan bermotor hanya sisi utara. Dengan demikian, kendaraan dari arah timur dan barat harus antre karena bergantian saat akan melintasi jembatan. Antrean kendaraan cukup panjang. Mulai hari ini (Rabu) sampai besok (Kamis), jalan raya Blega ditutup dari pukul 22.00–04.00.


PT Gala Karya mestinya mulai mengerjakan penggantian Jembatan Sempar pada 28 Juli. Namun kenyataannya, kontraktor tersebut baru bekerja pada 14 September. Semula, panjang Jembatan Sempar 30,6 meter. Sekarang akan diganti menjadi 40,6 meter. Sementara lebar awal jembatan adalah 8,5 meter dan bakal diganti menjadi 9,5 meter.


Saat ini pengerjaan Jembatan Sempar sudah 60 persen. Batas akhir pengerjaan 31 Desember 2017. Saiful Ali, pelaksana lapangan PT Gala Karya menyampaikan, waktu pengerjaan dimulai pada 28 Juli–31 Desember. Namun baru bisa dikerjakan 14 September.


Pemicunya, PLN, Telkom, dan masyarakat. ”Kalau PLN dan Telkom kan instansi. Jadi lebih mudah koordinasinya. Kalau masyarakat, harus melalui pendekatan khusus. Makanya, dimulainya pengerjaan molor,” ucapnya.


Penggantian Jembatan Sempar dilakukan dengan dua metode. Pertama, melakukan perusakan jembatan sisi timur dan mengganti total dengan yang baru. Setelah jembatan sisi timur rampung, baru melakukan perusakan jembatan sisi barat. Setelah itu digantikan dengan jembatan yang baru.


Dia menyatakan, penggantian jembatan tidak banyak pengerjaan. Sebab, konstruksi jembatan dan beton merupakan bahan jadi dari pabrik. Dengan demikian, klaim Ali, pengerjaan tidak membutuhkan waktu lama.


Sebelum mengerjakan proyek penggantian Jembatan Sempar, pihaknya koordinasi dengan Polres Bangkalan dan Polsek Blega. Sejak melakukan pengerjaan proyek tersebut, pihaknya melakukan sistem buka tutup jalan. Polisi membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas.


Mengenai waktu penutupan Jalan Raya Blega secara total, Ali mengaku telah berkoordinasi dengan polisi. Pengendara dialihkan ke jalur lain dan tidak melintasi Jembatan Sempar. Hal itu agar tidak terjadi tumpukan kendaraan di Jalan Raya Blega.


Terpisah, Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Inggit Prasetiyanto menyampaikan, sebelum dilakukan pengerjaan proyek penggantian Jembatan Sempar, pihaknya melakukan sosialisasi. Dengan tujuan, agar masyarakat mengetahui di Jalan Raya Blega ada pengerjaan proyek. ”Kami juga pasang rambu-rambu lalu lintas,” katanya.


Pada waktu dilakukan penutupan Jalan Raya Blega secara total, semua kendaraan wajib lewat jalur utara. Itu demi menghindari kemacetan parah. Polisi sudah siap bertugas secara bergantian mengatur arus lalu lintas. ”Anggota dari satlantas, sabhara, dan polsek membantu mengatur kelancaran lalu lintas,” tukasnya.

Editor : Abdul Basri