BANGKALAN – Anak Remaja Tunjung Asli (Artuas), Kecamatan Burneh, Bangkalan, mengibarkan bendera Merah Putih di jembatan dam peninggalan Belanda. Pengibaran bendera pusaka untuk mengenang semangat perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia.
Merah Putih ditempatkan di jembatan yang dibangun pada 1927. Pengurus Artuas Bidang Sosialisasi Ummu Kulsum mengatakan, terdapat belasan pemuda dan remaja yang ikut memasang bendera di tempat tersebut. Bendera ukuran tiga kali satu setengah meter itu karya warga setempat.
”Bendera Merah Putih berkibar gagah di atas dam yang dibangun oleh Belanda. Pemasangan bendera agar masyarakat tahu kalau bangunan itu merupakan salah satu saksi sejarah kemerdekaan,” ungkapnya Rabu (16/8).
Komandan Kodim 0829/Bangkalan Letkol Inf. Sunardi Istanto mengapresiasi para pemuda dan remaja yang telah mengibarkan bendera di dam peninggalan Belanda itu. Dia mengimbau agar pada momentum kemerdekaan masyarakat mengibarkan Sang Saka Merah Putih di rumah masing-masing.
”Sangat bagus. Kami bangga dengan masyarakat yang menghargai sejarah perjuangan, khususnya pemuda dan remaja,” ucapnya.
Dia menjelaskan, pengibaran bendera Merah Putih bertujuan mengingat kembali peristiwa heroik 17 Agustus 1945. Pada saat itu presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, membacakan teks proklamasi kemerdekaan. ”Untuk membangkitkan serta meningkatkan jiwa nasionalisme, kita harus ingat jika negeri ini pernah dijajah,” ungkap Sunardi.
Editor : Abdul Basri