alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Genjot Publikasi di Media Massa

SUMENEP – Munculnya lokasi wisata baru merupakan salah satu akibat positif dari program Visit Sumenep 2018. Namun, kemunculan destinasi wisata baru itu masih memiliki masalah pada pengenalan kepada masyarakat luas. Karena itu, dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) membuat program publikasi lokasi wisata. Salah satunya bekerja sama dengan media masa.

Kepala Diskominfo Sumenep Koesman Hadi menerangkan, destinasi wisata baru yang bermunculan kebanyakan dikelola masyarakat, baik pemuda desa maupuan badan usaha milik desa (BUMDes). Wisata tersebut masih memiliki kelemahan di bidang publikasi.

Koesman bertekad  membantu publikasi dari wisata baru di Sumenep. Selain bekerja sama dengan media massa, publikasi juga dalam bentuk pengenalan dalam event pameran yang diikuti oleh Pemkab Sumenep. ”Pariwisata ini pintu masuk paling cepat dalam pengembangan perekonomian. Sayangnya masih banyak pengembang wisata yang belum paham pentingnya publikasi. Karena itu kami tahun ini sudah bekerja sama dengan media massa. Selain itu kami berusaha memublikasikan sendiri lewat media sosial dan presentasi saat pameran,” jelasnya.

Baca Juga :  Rencanakan Bangun Wisata Berbasis Pendidikan

Diskominfo Sumenep juga berencana melengkapi lokasi wisata dengan fasilitas hotspot. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan komunikasi bagi pengunjung. ”Tahun ini kami berencana untuk memasang delapan hotspot di titik berbeda. Pemasangannya kami bagi di daerah daratan dan kepulauan,” katanya.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi menyatakan, publikasi merupakan salah satu cara pengembangan jangka panjang dalam sektor pariwisata. Pengembagan lokasi wisata juga dilakukan dengan mengadakan event di lokasi wisata. ”Banyak event tahun ini. Beberapa yang sudah terlaksana seperti Batik on The Sea, Hunting Photo Budaya di Kota Tua Kalianget, dan banyak lagi event yang kita lakukan di lokasi wisata. Tujuannya, agar lokasi wisata itu sendiri dikenal,” tuturnya.

Baca Juga :  Pembangunan Infrastruktur Menanti APBD Perubahan

Dia berharap, usaha tersebut dapat ditanggapi positif oleh pengembang dengan cara mengurus perizinan. Dengan terdaftarnya lokasi wisata di pemerintahan, maka semakin besar peluang lokasi wisata untuk ikut dikembangkan pemerintah.

”Izin itu bukan hanya untuk legalitas. Banyak program Pemkab Sumenep yang mungkin bisa membuat destinasi wisata, yang baru khususnya, untuk dikembangkan. Seperti dengan mengadakan event tadi,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

SUMENEP – Munculnya lokasi wisata baru merupakan salah satu akibat positif dari program Visit Sumenep 2018. Namun, kemunculan destinasi wisata baru itu masih memiliki masalah pada pengenalan kepada masyarakat luas. Karena itu, dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) membuat program publikasi lokasi wisata. Salah satunya bekerja sama dengan media masa.

Kepala Diskominfo Sumenep Koesman Hadi menerangkan, destinasi wisata baru yang bermunculan kebanyakan dikelola masyarakat, baik pemuda desa maupuan badan usaha milik desa (BUMDes). Wisata tersebut masih memiliki kelemahan di bidang publikasi.

Koesman bertekad  membantu publikasi dari wisata baru di Sumenep. Selain bekerja sama dengan media massa, publikasi juga dalam bentuk pengenalan dalam event pameran yang diikuti oleh Pemkab Sumenep. ”Pariwisata ini pintu masuk paling cepat dalam pengembangan perekonomian. Sayangnya masih banyak pengembang wisata yang belum paham pentingnya publikasi. Karena itu kami tahun ini sudah bekerja sama dengan media massa. Selain itu kami berusaha memublikasikan sendiri lewat media sosial dan presentasi saat pameran,” jelasnya.

Baca Juga :  Sumenep Jadi Kabupaten Percontohan KPK

Diskominfo Sumenep juga berencana melengkapi lokasi wisata dengan fasilitas hotspot. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan komunikasi bagi pengunjung. ”Tahun ini kami berencana untuk memasang delapan hotspot di titik berbeda. Pemasangannya kami bagi di daerah daratan dan kepulauan,” katanya.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi menyatakan, publikasi merupakan salah satu cara pengembangan jangka panjang dalam sektor pariwisata. Pengembagan lokasi wisata juga dilakukan dengan mengadakan event di lokasi wisata. ”Banyak event tahun ini. Beberapa yang sudah terlaksana seperti Batik on The Sea, Hunting Photo Budaya di Kota Tua Kalianget, dan banyak lagi event yang kita lakukan di lokasi wisata. Tujuannya, agar lokasi wisata itu sendiri dikenal,” tuturnya.

Baca Juga :  Pembinaan Kelompok Sadar Wisata Tak Maksimal

Dia berharap, usaha tersebut dapat ditanggapi positif oleh pengembang dengan cara mengurus perizinan. Dengan terdaftarnya lokasi wisata di pemerintahan, maka semakin besar peluang lokasi wisata untuk ikut dikembangkan pemerintah.

”Izin itu bukan hanya untuk legalitas. Banyak program Pemkab Sumenep yang mungkin bisa membuat destinasi wisata, yang baru khususnya, untuk dikembangkan. Seperti dengan mengadakan event tadi,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/