alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Bupati Sumenep Berikan Ruang pada Pedagang Kecil

SUMENEP – Selain melestarikan keragaman kuliner nusantara, FKN memiliki arti lebih luas bagi Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Menurut dia, kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari komitmen pemkab untuk memajukan perekonomian rakyat.

Busyro menjelaskan, dalam era perekonomian yang dikuasai sistem kapitalis, perekonomian rakyat yang mayoritas pelakunya adalah kalangan menengah ke bawah sangat sulit berkembang. Karena itu, Pemkab Sumenep berkomitmen untuk terus memberikan ruang pada para pedagang kecil agar mengembangkan diri.

”Caranya, mengembangkan usaha rakyat seperti koperasi dan pedagang kecil. Kami akan terus memberi ruang kepada masyarakat untuk berkembang,” tegasnya.

Busyro mengaku puas dengan terselenggaranya FKN. Menurut dia, salah satu usaha pengembangan ekonomi kerakyatan yang paling baik adalah melalui usaha kuliner.

Baca Juga :  Duh..TPA Hampir Penuh, Butuh Tempat Baru Tahun Depan

Dia berharap, cita rasa kuliner nusantara akan selalu eksis dan diterima penikmat kuliner dunia. ”Kuliner nusantara ini, khususnya di Sumenep sudah berkembang sejak zaman-zaman kerajaan dulu,” katanya.

”Artinya, sejak dulu orang sudah tahu kalau Sumenep memiliki potensi kuliner yang luar biasa,” sambungnya.

Sehubungan dengan program Visit Sumenep 2018, Busyro berharap agar masyarakat Sumenep bukan hanya fokus pada wisata alam dan hiburan saja. Tetapi, dia juga ingin agar masyarakat berperan dalam sektor penunjang wisata.

”Wisata itu bukan hanya pantai atau tempat hiburan. Tapi, kuliner juga bisa menjadi wisata menarik,” jelasnya.

”Apalagi dengan berbagai macam jenis kuliner yang ada di Sumenep, itu bisa dikembangkan menjadi wisata yang memiliki nilai jual kepada masyarakat Indonesia, bahkan dunia,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Banyak Wisata Baru, Slopeng Kalah Saing

 

- Advertisement -

SUMENEP – Selain melestarikan keragaman kuliner nusantara, FKN memiliki arti lebih luas bagi Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Menurut dia, kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari komitmen pemkab untuk memajukan perekonomian rakyat.

Busyro menjelaskan, dalam era perekonomian yang dikuasai sistem kapitalis, perekonomian rakyat yang mayoritas pelakunya adalah kalangan menengah ke bawah sangat sulit berkembang. Karena itu, Pemkab Sumenep berkomitmen untuk terus memberikan ruang pada para pedagang kecil agar mengembangkan diri.

”Caranya, mengembangkan usaha rakyat seperti koperasi dan pedagang kecil. Kami akan terus memberi ruang kepada masyarakat untuk berkembang,” tegasnya.


Busyro mengaku puas dengan terselenggaranya FKN. Menurut dia, salah satu usaha pengembangan ekonomi kerakyatan yang paling baik adalah melalui usaha kuliner.

Baca Juga :  Pengembangan Wisata Berkutat di Perencanaan

Dia berharap, cita rasa kuliner nusantara akan selalu eksis dan diterima penikmat kuliner dunia. ”Kuliner nusantara ini, khususnya di Sumenep sudah berkembang sejak zaman-zaman kerajaan dulu,” katanya.

”Artinya, sejak dulu orang sudah tahu kalau Sumenep memiliki potensi kuliner yang luar biasa,” sambungnya.

Sehubungan dengan program Visit Sumenep 2018, Busyro berharap agar masyarakat Sumenep bukan hanya fokus pada wisata alam dan hiburan saja. Tetapi, dia juga ingin agar masyarakat berperan dalam sektor penunjang wisata.

”Wisata itu bukan hanya pantai atau tempat hiburan. Tapi, kuliner juga bisa menjadi wisata menarik,” jelasnya.

”Apalagi dengan berbagai macam jenis kuliner yang ada di Sumenep, itu bisa dikembangkan menjadi wisata yang memiliki nilai jual kepada masyarakat Indonesia, bahkan dunia,” pungkasnya. 

Baca Juga :  30 Desa Terdeteksi Alami Kekeringan, Pemkab Sumenep Pasok Air Bersih

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/