Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Taufikurrahman menyampaikan, rencana keberangkatan KM Sabuk Nusantara 115 sudah dijadwalkan sejak lima hari lalu. Yakni, pasca ada penundaan keberangkatan akibat cuaca ekstrem di Pulau Masalembu. Hari ini kapal tersebut akan berlayar menuju Kecamatan Masalembu. ”Sejauh ini belum ada perubahan jadwal keberangkatan,” ujarnya kemarin (2/3).
Rute keberangkatan KM Sabuk Nusantara 115 dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Masalembu dan Karamian. Perkiraan waktu keberangkatan kapal dari Kalianget sekitar pukul 14.00. Kapal dijadwalkan tiba di Masalembu pukul 04.00 Sabtu (4/3).
Lalu, kapal akan bergeser ke Pulau Karamian pukul 07.00 dan diprediksi bersandar pukul 12.00. Sekitar pukul 20.00 KM Sabuk Nusantara 115 kembali ke Surabaya. ”Estimasi perjalanan dari Kalianget ke Masalembu sekitar 14 jam,” tuturnya.
Jadwal keberangkatan KM Sabuk Nusantara 115 mengacu prediksi cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca di kepulauan Masalembu membaik dibandingkan tiga pekan terakhir. Karena itu, KM Sabuk Nusantara 115 berlayar lagi untuk membawa penumpang ke Masalembu.
”Jadwalnya 18 Februari ada kapal ke Masalembu, tapi ditunda keberangkatannya karena cuaca buruk,” ungkapnya.
Jumlah calon penumpang tujuan Masalembu 29 orang. Sejak kapal gagal berangkat, mereka tertampung di Pelindo III Kalianget. Ada juga penumpang dari pulau lain seperti Kangean, Raas, dan Sapeken. ”Jadi, cuaca di sini (Kalianget) dan Masalembu harus sama-sama normal sebelum kapal berangkat,” paparnya.
Kapolsek Masalembu Iptu Mohammad Budi Santoso menambahkan, bantuan sembako untuk masyarakat Masalembu tiba sekitar pukul 06.30 kemarin. Bantuan dikirim melalui KRI Malahayati 362.
Bantuan dari Pemprov Jatim berupa beras 10 ton, sarden 700 kaleng, gula 5 ton, mi instan 10 ribu bungkus, dan minyak goreng seribu bungkus kemasan 2 liter. Selain itu, ada bantuan dari Kapolda Jatim berupa beras 5 ton, minyak goreng 50 karton kemasan 2 literan, dan sarden 50 karton.
”Itu bantuan yang kami terima sementara. Kami belum tahu apakah masih ada bantuan lagi yang belum dikirim,” imbuhnya.
Muatan langsung dibongkar di tengah laut. Sebab, kapal tidak bisa sandar di dermaga Pelabuhan Masalembu karena cuaca ekstrem. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala desa bahwa bantuan sembako ditampung di kantor kecamatan.
Kemudian, didistribusikan ke empat desa terdampak krisis. Yakni Desa Masalima, Sukajeruk, Karamian, dan Masakambing. ”Jumlah penduduk masing-masing desa tidak sama. Jumlah penduduk paling banyak dapat bantuan lebih banyak,” jelasnya. (bil/luq) Editor : Abdul Basri