Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

SPPG Gayam Salurkan Menu Roti Berjamur

Amin Basiri • Jumat, 27 Februari 2026 | 07:41 WIB

TIDAK LAYAK: Orang tua siswa TK Dharma Wanita, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, menunjukkan roti berjamur, Rabu (25/2).
TIDAK LAYAK: Orang tua siswa TK Dharma Wanita, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, menunjukkan roti berjamur, Rabu (25/2).

SUMENEP, RadarMadura.id – Siswa TK Dharma Wanita, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, menerima menu makan bergizi gratis (MBG) tidak layak konsumsi.

Sebab, roti yang diberikan sudah berjamur. Temuan tersebut viral dalam video berdurasi 59 detik yang direkam wali murid.

Kepala SPPG Gayam Zainul Mujib mengakui menu MBG yang diterima siswa berasal dari dapur yang dikelola dirinya. Dia mengeklaim, roti yang diberikan ke penerima manfaat merupakan hasil produksi UMKM.

Sementara saat diterima dari penyuplai, kondisinya masih baru dan layak konsumsi. ”Dari penyuplai masih baru, dan saat didistribusikan ke sekolah pada Senin (23/2) juga tidak ada yang berjamur,” dalihnya.

Menu MBG itu seharusnya disalurkan ke siswa Senin (23/2). Namun karena banyak siswa yang tidak masuk, pihak sekolah menunda pembagian hingga hari Rabu (25/2). Selama jeda waktu itu, roti disimpan di sekolah.

Maka, kemungkinan besar penyimpanan di lingkungan sekolah kurang memadai. Sehingga, roti cepat berjamur. Roti yang disimpan dalam tote bag dan berada pada suhu ruang yang lembap, bisa mempercepat munculnya jamur.

”Kalau penyimpanannya terlalu lama di suhu ruang dan tidak ditata dengan baik, apalagi kondisi ruang lembap, memang bisa cepat berjamur,” jelasnya.

Zainul menyatakan, tidak semua roti kerus. Bahkan, sisa roti yang disimpan di kantor SPPG masih dalam kondisi baik. Menurutnya, kasus tersebut terjadi di beberapa sekolah dan tidak menyeluruh.

Sebagai langkah antisipasi, distribusi menu MBG akan dilakukan setiap hari. Sehingga, tidak ada lagi makanan yang disimpan terlalu lama di sekolah.

”Mulai Senin depan akan didistribusikan setiap hari,” sambungnya.

Guru TK Dharma Wanita Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Desi enggan dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut di sekolahnya. Dia mengaku tidak mengetahui adanya kejadian tersebut.

”Mohon maaf, saya tidak tahu kejadian itu. Itu terjadi di luar sekolah,” katanya singkat. (tif/jup)

Editor : Amin Basiri
#Mbg #sumenep #SPPG #gayam #sapudi