SUMENEP, RadarMadura.id – Proses vaksinasi calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep meleset dari target.
Dari total 1.316 CJH yang akan divaksin, baru mencapai 905 orang hingga kemarin (12/2).
Vaksinasi digelar selama tiga hari, dimulai Senin hingga Rabu (9–11/2). Namun, pelaksanaannya tidak berjalan sesuai rencana karena ada sejumlah kendala.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri menyampaikan, sebagian jemaah belum bisa hadir karena sedang bekerja di luar kota.
”Ada jemaah yang masih di luar kota, seperti Surabaya dan Jakarta. Ada sebagian yang aktivitas bisnisnya di sana,” ujarnya.
Selain itu, terdapat jemaah yang menunda vaksinasi karena kondisi kesehatan. Faktor lainnya, jemaah mengaku memiliki kepentingan lain yang waktunya besamaan dengan jadwal vaksinasi. Sehingga, harus dijadwal ulang.
Syamsuri menyatakan, dinkes P2KB akan tetap membuka layanan vaksinasi bagi jemaah yang belum divaksin.
Mereka diminta untuk datang langsung ke kantor dinkes P2KB untuk vaksinasi mandiri.
”Yang belum, datang langsung ke dinkes. Vaksinasi di puskesmas tidak tersedia karena distribusinya dipusatkan di dinkes,” tuturnya.
Menurutnya, vaksinasi tidak bisa dilakukan di puskesmas karena stok vaksin hanya didrop ke Dinkes P2KB Sumenep.
Aturan ini berlaku saat pelaksanaan terpusat untuk wilayah daratan. Dia memastikan, akan terus mengejar capaian vaksinasi agar seluruh CJH divaksin sebelum Ramadan.
Dia menambahkan, vaksinasi menjadi salah satu syarat wajib sebelum keberangkatan haji.
Setiap CJH mendapatkan layanan vaksin influenza dan vaksin meningitis yang menjadi syarat utama keberangkatan haji.
”Kami upayakan sebelum Ramadan selesai,” ucapnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri