SUMENEP, RadarMadura.id – Kondisi jalan di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, memprihatinkan.
Banyak ruas jalan rusak, berlubang, dan retak, sementara pembangunan yang dilakukan masih terbatas.
Kondisi tersebut mendorong warga setempat berinisiatif melakukan perbaikan jalan secara mandiri.
Warga Desa Montorna Atqurrahman mengatakan, akses jalan utama di desanya sudah lama mengalami kerusakan.
Bahkan, kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan maksimal.
”Kondisi jalannya nyaris tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Karena itu, warga Desa Montorna berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya dengan menggalang dana dari berbagai pihak.
Langkah tersebut diambil agar jalan yang rusak dapat kembali dilalui dengan aman dan nyaman oleh masyarakat.
Menurutnya, warga sudah terlalu lama menunggu perhatian dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah provinsi dan pusat.
”Alhamdulillah, warga kompak dan sepakat iuran untuk perbaikan jalan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Montorna Ahmad Junaidi mengatakan, jalan desa cukup luas.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur membutuhkan dana yang sangat besar.
”Desa Montorna memiliki delapan dusun. Total panjang jalan desa kurang lebih mencapai 33 kilometer,” jelasnya.
Junaidi mengakui, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Terlebih pada tahun 2026, dana desa (DD) mengalami pemangkasan yang cukup signifikan.
”Kondisi keuangan desa sangat terbatas. Setiap tahun kami hanya mampu membangun sekitar dua hingga tiga kilometer jalan menggunakan dana desa,” dalihnya. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti