SUMENEP, RadarMadura.id – Volume ruas jalan nasional di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, tidak sesuai ketentuan teknis.
Sebab, lebarnya kurang dari tujuh meter. Padahal, mobilitas kendaraan cukup padat.
Sebab, ruas jalan nasional di wilayah Kecamatan Kalianget menjadi satu-satunya menuju pelabuhan terbesar di ujung timur Pulau Madura.
Yakni, pelabuhan Kalianget. Kondisi jalan yang sempit dan rusak sudah berlangsung puluhan tahun. Namun, sampai saat ini tidak pernah tersentuh program preservasi.
Warga Kecamatan Kalianget Mohammad Arif Firdausi menyatakan, kerusakan dan sempitnya jalan jalur strategis tersebut bukan persoalan baru.
Meski demikian, selama ini tidak pernah ada rehabilitasi. Apalagi, pelebaran jalan.
”Seingat saya sudah 30 tahun lebih jalan ini tidak pernah direhabilitasi secara layak, apalagi pelebaran. Baru setelah ramai dibicarakan hanya ditambal sulam,” katanya.
Setiap tahunnya mobilitas kendaraan yang melintas di ruas Jalan Raya Kalianget terus meningkat.
Mulai dari kendaraan kecil hingga besar. ”Harusnya ini sudah jadi prioritas pembangunan oleh pemerintah,” imbuhnya.
Arif menilai respons pemerintah sangat lamban dalam menyikapi kebutuhan infrastruktur yang layak bagi masyarakat.
”Kalau mengacu aturan, harusnya sudah masuk skala prioritas. Karena lebarnya kurang dari tujuh meter. Sedangkan yang dilakukan selama ini hanya tambal sulam,” sambungnya.
PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) 3.3 Jawa Timur-Bali Kementerian Pekerjaan Umum Mhd. Zaim Zul mengeklaim rutin melakukan pemeliharaan jalan nasional wilayah Kota Keris.
Bahkan, internalnya memiliki petugas lapangan yang setiap hari melakukan penyisiran untuk menutup lubang jalan.
”Tim setiap hari memantau lubang. Kalau ada lubang, bisa diinformasikan dan di kilometer berapa. Laporan dari staf saat ini sudah tidak ada lubang besar, hanya lubang kecil,” katanya.
Zaim juga menyebut panjang ruas jalan nasional di wilayah tersebut mencapai sekitar 103 kilometer. Maka, penangana jalan rusak membutuhkan waktu dan penanganan secara bertahap.
”Jadi mohon bersabar, semua disisir setiap hari,” ucapnya.
Sementara pelebaran Jalan Raya Kalianget bergantung terhadap kebijakan dan kemampuan anggaran pemerintah pusat. Pihaknya tidak dapat memastikan kapan ruas jalan tersebut dapat ditingkatkan.
”Semua bergantung alokasi anggaran. Saat ini juga ada program efisiensi, ditambah banyak daerah lain terdampak bencana. Di lintas utara Madura dan daerah lain juga masih banyak jalan yang lebarnya hanya 4–5 meter,” tukasnya. (iqb/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti