SUMENEP, RadarMadura.id – Polres Sumenep mendirikan 16 posko pengamanan untuk Operasi Ketupat Semeru.
Pos ini tersebar di daerah perbatasan, destinasi wisata, dan sejumlah pusat keramaian.
Ratusan anggota dari Polres Sumenep maupun polsek jajaran dikerahkan untuk memantau arus lalu lintas (lalin).
Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso mengatakan, pihaknya mengerahkan 272 anggota untuk Operasi Ketupat Semeru.
Fokus utama operasi tahun ini yakni pelanggaran dan fatalitas kecelakaan lalu lintas. Hal ini berpotensi terjadi pada momen mudik Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.
”Kami ingin para pemudik dan masyarakat bisa mematuhi aturan lalu lintas dengan baik, sehingga angka kecelakaan tidak tinggi. Kami juga dibantu dari unsur TNI, organisasi masyarakat, dan tenaga kesehatan dari puskesmas,” kata dia kepada JPRM Minggu (7/4).
Anggota akan bertugas selama 13 hari terhitung sejak Kamis hingga Selasa (4–16/4).
Henri menekankan anggota agar menjaga kondusivitas selama libur Hari Raya Idul Fitri. Pihaknya menginginkan masyarakat khusyuk dan penuh kegembiraan merayakan Lebaran.
”Anggota kepolisian berkewajiban memantau arus lalin, terutama di kawasan-kawasan yang rawan dan ramai aktivitas masyarakat,” ungkapnya.
Henri menjelaskan, Polres Sumenep sudah melaksanakan latihan pra-operasi kepada personel pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2024.
Dia menyebut, personel yang ditugaskan di lapangan semuanya sudah terlatih. Karena itu, dia berharap pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang diberikan kepada masyarakat maksimal.
”Petugas di pos yang sudah kami dirikan lengkap dengan pelayanan kesehatan dan yang lainnya. Masyarakat wajib mendapat pelayanan, lebih-lebih pada momen mudik Lebaran ini,” pungkasnya. (di/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti