SUMENEP, RadarMadura.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Arif Firmanto tergolong pejabat yang loyal dan inovatif. Buktinya, selama menjabat, dia intens meluncurkan berbagai inovasi. Itu semua dilakukan untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Arif Firmanto kini juga mendapat tugas tambahan sebagai Plt kepala BKPSDM. Dia dikenal sebagai sosok yang gigih menjalankan tugas. Tak heran jika berbagai program yang diinisiasi oleh pria yang dikenal murah senyum itu selalu membuahkan hasil maksimal.
Selama di DKPP Sumenep, inovasi yang diluncurkan meliputi Gelar Lapang Inovasi Pertanian (GLIP) Padi dengan Optimalisasi Lahan Kering. Berkat terobosan tersebut, KWT Kasih Ibu di Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, mendapat penghargaan dari presiden RI karena berhasil meningkatkan indeks penanaman padi.
Arif juga mendorong pemanfaatan lahan marginal untuk budi daya bawang merah dari hulu ke hilir di Kecamatan Rubaru dan Pasongsongan. Kemudian, mengoptimalisasi peningkatan indeks pertanaman padi dari IP 100 menjadi IP 200 dan dari IP 300 menjadi IP 400 di beberapa kecamatan.
Arif bersama PPL juga meluncurkan Digitalisasi Pemasaran Produk Hasil Pertanian melalui akancatani.com. Itu semua dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam memasarkan hasil produk pertanian. Yakni, menggunakan aplikasi di smartphone dan website agar jangkauan pasarnya lebih luas.
Selama menjabat, Arif juga membangun rumah potong hewan (RPH) dengan sertifikasi halal. Kemudian, Pos Pelayanan Kesehatan Hewan Keliling (Pos Keling). Juga menumbuhkan kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) sebagai penangkar benih di Kecamatan Gapura.
Arif mengatakan, berbagai terobosan dilakukan untuk meningkatkan kemajuan pertanian di Sumenep. Juga untuk memudahkan petani dalam bercocok tanam. Dengan begitu, kesejahteraan petani juga akan meningkat. ”Setiap program untuk mendukung visi dan misi bupati Sumenep akan terus dimaksimalkan,” katanya.
Menurut dia, masih banyak terobosan yang akan dilakukan. Itu semua untuk meningkatkan pembangunan pertanian di Sumenep. Apalagi, instansinya juga ikut andil dalam mengendalikan inflasi daerah.
Karena itu, dia memiliki inisiasi pembentukan Pasar Lelang Online Hasil Pertanian (Sale On Hape). Yaitu, pasar dengan memanfaatkan teknologi digital dalam rangka memantau penurunan tingkat inflasi yang disebabkan adanya fluktuasi harga produk pertanian di pasar lokal,” ucap Arif.
Pihaknya juga akan memaksimalkan dan mengembangkan lahan kering melalui peningkatan produktivitas, produksi, serta daya saing komoditas tanaman hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan pisang. Itu semua akan dilakukan dari hulu ke hilir dengan support program dari Kementan berupa Sustainable Horticulture Development of Dryland Areas Project (SHDDAP).
”Kami juga akan lakukan inovasi pertanian dengan teknologi digital dan informasi berupa Smart Farming,” tegasnya. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana