alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Baru Di-Hotmix Sudah Retak

SUMENEP – Pembangunan Jalan Lingkar Utara belum sepenuhnya rampung. Namun, proyek yang menelan anggaran belasan miliar itu sudah retak.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi meminta rekanan bertanggung jawab terhadap retaknya jalan yang belum selesai itu. Dia mendesak dinas terkait mengambil sikap tegas terhadap kontraktor pelaksana proyek Jalan Lingkar Utara.

”Kami meminta dinas mewanti-wanti rekanan untuk segera diperbaiki,” desak Ramzi kemarin (30/12).

Politikus Partai Hanura itu mengutarakan, aparat penegak hukum turut mengawasi pelaksanaan proyek Jalan Lingkar Utara. Tujuannya, mengantisipasi adanya permainan oleh pihak pelaksana.

”Saya beharap TP4D (tim pengawal pengaman pemerintahan dan pembangunan daerah) tidak sebatas formalitas, tetapi betu-betul turun ke lapangan. Biar rekanan labih hati-hati melaksanakan pekerjaannya,” katanya.

Menanggapi masalah itu, Tim Teknis PT Faris Rachman Suwandi menyampaikan, pelaksanaan proyek dengan nilai kontrak Rp 14,6 miliar itu bakal berakhir hari ini (31/12). Dia mengaku, pengaspalan di akses Jalan Lingkar Utara sudah tuntas.

Baca Juga :  Harga Menurun, Petani Terus Produksi Garam

Suwandi tidak memungkiri sebagian hotmix yang sudah dipasang di Jalan Lingkar Utara retak. Menurut dia, hal itu terjadi bukan karena dikerjakan asal-asalan atau tidak sesuai spesifikasi sebagaimana rencana anggaran belanja (RAB).

”Beremnya (pembangunan bahu jalan) belum ditimbun. Mungkin itu karena terkena hujan pertama,” dalihnya.

Suwandi berjanji, perusahaannya bakal bertanggung jawab atas retaknya hotmix itu. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan proyek tersebut diperbaiki. Sebab, masalah tersebut masih akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.

”Belum tahu kapan karena pada 2020 nanti masih ada masa pemeliharaan,” ujarnya.

Kendati pengaspalan jalan selesai, pemasangan cor di bahu jalan belum tuntas. Dengan waktu yang tersisa hari ini, dia pesimistis dapat menuntaskan proyek tersebut sesuai permintaan pejabat pembuat komitmen (PPK).

Baca Juga :  Pemprov untuk Pembangunan Pelabuhan Wisata Kalianget–Talango

Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek Jalan Lingkar Utara Abd. Azis juga tidak menampik rusaknya sebagian jalan yang sudah dibangun tersebut. Hal itu terjadi karena hujan dan cor di bahu jalan belum terpasang.

Dia mengklaim temuannya itu telah disampaikan kepada pihak kontraktor maupun Dinas PU Bina Marga Sumenep. Azis mengaku sudah merekomedasikan untuk segera diperbaiki.

Apalagi setelah pelaksanaan proyek selesai, ada masa pemeliharaan.

Azis mengakui lambannya pemasangan cor di dua sisi jalan. Dia berdalih bahan material yang ingin didatangkan terhambat. Alat berat pemecah batunya juga rusak. ”Pengerjaannya tinggal sedikit,” tuturnya. (jup)

- Advertisement -

SUMENEP – Pembangunan Jalan Lingkar Utara belum sepenuhnya rampung. Namun, proyek yang menelan anggaran belasan miliar itu sudah retak.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi meminta rekanan bertanggung jawab terhadap retaknya jalan yang belum selesai itu. Dia mendesak dinas terkait mengambil sikap tegas terhadap kontraktor pelaksana proyek Jalan Lingkar Utara.

”Kami meminta dinas mewanti-wanti rekanan untuk segera diperbaiki,” desak Ramzi kemarin (30/12).


Politikus Partai Hanura itu mengutarakan, aparat penegak hukum turut mengawasi pelaksanaan proyek Jalan Lingkar Utara. Tujuannya, mengantisipasi adanya permainan oleh pihak pelaksana.

”Saya beharap TP4D (tim pengawal pengaman pemerintahan dan pembangunan daerah) tidak sebatas formalitas, tetapi betu-betul turun ke lapangan. Biar rekanan labih hati-hati melaksanakan pekerjaannya,” katanya.

Menanggapi masalah itu, Tim Teknis PT Faris Rachman Suwandi menyampaikan, pelaksanaan proyek dengan nilai kontrak Rp 14,6 miliar itu bakal berakhir hari ini (31/12). Dia mengaku, pengaspalan di akses Jalan Lingkar Utara sudah tuntas.

Baca Juga :  Ini Pesan Said Abdullah untuk Perempuan Madura

Suwandi tidak memungkiri sebagian hotmix yang sudah dipasang di Jalan Lingkar Utara retak. Menurut dia, hal itu terjadi bukan karena dikerjakan asal-asalan atau tidak sesuai spesifikasi sebagaimana rencana anggaran belanja (RAB).

”Beremnya (pembangunan bahu jalan) belum ditimbun. Mungkin itu karena terkena hujan pertama,” dalihnya.

Suwandi berjanji, perusahaannya bakal bertanggung jawab atas retaknya hotmix itu. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan proyek tersebut diperbaiki. Sebab, masalah tersebut masih akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.

”Belum tahu kapan karena pada 2020 nanti masih ada masa pemeliharaan,” ujarnya.

Kendati pengaspalan jalan selesai, pemasangan cor di bahu jalan belum tuntas. Dengan waktu yang tersisa hari ini, dia pesimistis dapat menuntaskan proyek tersebut sesuai permintaan pejabat pembuat komitmen (PPK).

Baca Juga :  Realisasi Anggaran Dalam Sorotan Penegak Hukum

Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek Jalan Lingkar Utara Abd. Azis juga tidak menampik rusaknya sebagian jalan yang sudah dibangun tersebut. Hal itu terjadi karena hujan dan cor di bahu jalan belum terpasang.

Dia mengklaim temuannya itu telah disampaikan kepada pihak kontraktor maupun Dinas PU Bina Marga Sumenep. Azis mengaku sudah merekomedasikan untuk segera diperbaiki.

Apalagi setelah pelaksanaan proyek selesai, ada masa pemeliharaan.

Azis mengakui lambannya pemasangan cor di dua sisi jalan. Dia berdalih bahan material yang ingin didatangkan terhambat. Alat berat pemecah batunya juga rusak. ”Pengerjaannya tinggal sedikit,” tuturnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/