alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Produk WMS Pikat Tamu Kesultanan

SUMENEP – Pusat Inkubator Wirausaha STKIP PGRI (PIWS) Sumenep terus menggembleng generasi muda untuk menghasilkan karya terbaik. Melalui Wirausaha Muda Sumenep (WMS), PIWS terus memberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan.

Tahun ini produk yang dihasilkan banyak digemari kosumen. Sudah banyak event pameran sepanjang 2018 yang diikuti. Salah satunya pameran dalam rangkaian FKMA V di Sumenep.

”Para konsumen sangat antusias terhadap produk yang dihasilkan WMS pada pameran kali ini,” terang Direktur PIWS Khairul Asiah pada RadarMadura.id Senin (29/10).

Irul ­–sapaan akrab Khairul Asyiah– menambahkan, tahun ini ada 12 pelatihan bagi pemuda. Melalui partisipasi dengan membuka di FKMA, pihaknya dapat mengetahui antusias pengunjung untuk membeli hasil produksi WMS.

Baca Juga :  Warga Tutup Jalan dengan Bambu dan Pohon Pisang

Dari kegiatan itu menunjukkan grafik pengunjung yang naik signifikan. Mulai produk olahan maupun non-olahan. Di produk olahan saja ada beberapa camilan dan kue. Seperti roti, makanan khas Sumenep. Selain itu, ada madu wongso dan tapai ketan.”Itu semuanya habis, ludes,” katanya.

Selain itu, tidak sedikit konsumen yang tertarik pada suvenir seperti kaus sablon. Terutama yang bercirikan khas Sumenep. ”Ketika ditanya, ternyata pengunjung dari daerah luar. Seperti kesultanan yang sering ke stan kami, mereka dari Baubau,” katanya.

Banyaknya peminat terhadap hasil kreativitas pemuda mendorong semangat pengelola untuk semakin giat. Sebab, produk yang dihasilkan telah mendapat respons luar biasa dari konsumen. ”Ini langkah awal, kami semakin optimistis,” kata Irul.

Baca Juga :  Jalani Kuretase Pakai JKN-KIS, Harira Tegaskan Tak Ada Biaya Tambahan

Ke depan, pihaknya akan terus memaksimalkan sumber daya yang ada. Juga, melibatkan peran serta masyarakat. Namun, semua itu perlu dukungan pemerintah. ”Karena tanpa dukungan pemerintah semua ini mustahil,” katanya.

Di stan pameran FKMA V, WMS juga menyediakan sablon pres, mug, gantungan kunci, odeng batik, dan batik khas Sumenep. Selain itu ada aneka jamu. Seperti madu kelinci, pace madu, dan temulawak jahe. ”Alhamdulillah semua laku,” katanya. (c2)

 

SUMENEP – Pusat Inkubator Wirausaha STKIP PGRI (PIWS) Sumenep terus menggembleng generasi muda untuk menghasilkan karya terbaik. Melalui Wirausaha Muda Sumenep (WMS), PIWS terus memberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan.

Tahun ini produk yang dihasilkan banyak digemari kosumen. Sudah banyak event pameran sepanjang 2018 yang diikuti. Salah satunya pameran dalam rangkaian FKMA V di Sumenep.

”Para konsumen sangat antusias terhadap produk yang dihasilkan WMS pada pameran kali ini,” terang Direktur PIWS Khairul Asiah pada RadarMadura.id Senin (29/10).


Irul ­–sapaan akrab Khairul Asyiah– menambahkan, tahun ini ada 12 pelatihan bagi pemuda. Melalui partisipasi dengan membuka di FKMA, pihaknya dapat mengetahui antusias pengunjung untuk membeli hasil produksi WMS.

Baca Juga :  Busana Sayur Bikin Warga Terhibur

Dari kegiatan itu menunjukkan grafik pengunjung yang naik signifikan. Mulai produk olahan maupun non-olahan. Di produk olahan saja ada beberapa camilan dan kue. Seperti roti, makanan khas Sumenep. Selain itu, ada madu wongso dan tapai ketan.”Itu semuanya habis, ludes,” katanya.

Selain itu, tidak sedikit konsumen yang tertarik pada suvenir seperti kaus sablon. Terutama yang bercirikan khas Sumenep. ”Ketika ditanya, ternyata pengunjung dari daerah luar. Seperti kesultanan yang sering ke stan kami, mereka dari Baubau,” katanya.

Banyaknya peminat terhadap hasil kreativitas pemuda mendorong semangat pengelola untuk semakin giat. Sebab, produk yang dihasilkan telah mendapat respons luar biasa dari konsumen. ”Ini langkah awal, kami semakin optimistis,” kata Irul.

Baca Juga :  Puting Beliung Rusak Belasan Rumah

Ke depan, pihaknya akan terus memaksimalkan sumber daya yang ada. Juga, melibatkan peran serta masyarakat. Namun, semua itu perlu dukungan pemerintah. ”Karena tanpa dukungan pemerintah semua ini mustahil,” katanya.

Di stan pameran FKMA V, WMS juga menyediakan sablon pres, mug, gantungan kunci, odeng batik, dan batik khas Sumenep. Selain itu ada aneka jamu. Seperti madu kelinci, pace madu, dan temulawak jahe. ”Alhamdulillah semua laku,” katanya. (c2)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Estimasi Anggaran Rp 5 Miliar

Golput Jadi Ancaman Pemilu

Akses Sentra PKL Butuh Penerangan

Artikel Terbaru

/