alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Tak Ada Polwan di Kepulauan Sumenep

SUMENEP – Krisis polisi wanita (polwan) juga terjadi di Sumenep. Di kabupaten yang terdiri dari 27 kecamatan, baik daratan dan kepulauan ini hanya terdapat 28 orang. Puluhan personel tersebut hanya bertugas di mapolres dan lima polsek daratan.

Perwira Koordinator Polwan (Pakor Polwan) Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, jumlah tersebut jauh dari ideal. Widi menjelaskan, 28 polwan tersebut terdiri dari satu perwira dan 27 bintara. Minimnya polwan mengakibatkan tidak semua polsek mendapat jatah.

Dari 26 polsek, hanya ada lima yang memiliki polwan. Yaitu, Polsek Prenduan, Bluto, Saronggi, Batang-Batang, dan Kota. Khusus Polsek Prenduan ditempatkan dua polwan. Sementara empat polsek lain hanya seorang. ”Sisanya ditempatkan di polres,” terangnya.

Lima polsek itu dipilih karena rawan tindak pidana terhadap perempuan dan anak. Kebutuhan paling terasa adalah pada polwan penyidik. Dari 28 polwan, hanya ada sepluh polwan penyidik. Sisanya bertugas di satlantas, intel, dan staf.

Baca Juga :  Jelang Acara Fun Bike, Danny Wahid Kunjungi Wakil Bupati Sumenep

Idealnya, masing-masing polsek minimal dua polwan. ”Memang sulit diwujudkan. Selama ini perekrutan polwan, bukan penambahan. Mengganti polwan yang pensiun,” jelasnya.

Kapolsek Kota Sumenep ini juga menyayangkan kekurangan tersebut. Menurut dia, peran polwan sangat penting. Ada kasus-kasus tertentu yang memang harus ditangani polwan. Seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan. Ketergantungan tersebut menyebabkan penanganan permasalahan pidana perempuan dan anak menjadi sulit. ”Maka kasus pidana terhadap wanita dan anak langsung dilimpahkan ke polres. Kecuali polsek yang memiliki polwan,” tuturnya.

Selain itu, saat ini polwan juga sudah harus berada di garis depan. Widi mencontohkan peran polwan dalam berbagai demonstrasi. ”Penanganan kasus antara polwan dengan polki berbeda. Polwan bekerja lebih menggunakan hati. Lebih tidak grusah-grusuh. Bahkan sekarang polwan sudah ada di garis depan. Kalau ada demonstrasi, polwan justru berada di depan,”  papar Widi.

Baca Juga :  Vaksinasi Jadi Syarat Siswa SMA-SMK PTM

Polwan di Bumi Sumekar memiliki prestasi. Bukan hanya dalam urusan mengungkap kasus. Tim bola voli Polwan Polres Sumenep dua kali menyabet juara tiga Kapolda Cup 2016 dan 2017. 

”Pak Kapolres AKBP Joseph Ananta Pinora adalah pimpinan yang mengapresiasi setiap prestasi yang kami raih,” jelasnya

- Advertisement -

SUMENEP – Krisis polisi wanita (polwan) juga terjadi di Sumenep. Di kabupaten yang terdiri dari 27 kecamatan, baik daratan dan kepulauan ini hanya terdapat 28 orang. Puluhan personel tersebut hanya bertugas di mapolres dan lima polsek daratan.

Perwira Koordinator Polwan (Pakor Polwan) Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, jumlah tersebut jauh dari ideal. Widi menjelaskan, 28 polwan tersebut terdiri dari satu perwira dan 27 bintara. Minimnya polwan mengakibatkan tidak semua polsek mendapat jatah.

Dari 26 polsek, hanya ada lima yang memiliki polwan. Yaitu, Polsek Prenduan, Bluto, Saronggi, Batang-Batang, dan Kota. Khusus Polsek Prenduan ditempatkan dua polwan. Sementara empat polsek lain hanya seorang. ”Sisanya ditempatkan di polres,” terangnya.


Lima polsek itu dipilih karena rawan tindak pidana terhadap perempuan dan anak. Kebutuhan paling terasa adalah pada polwan penyidik. Dari 28 polwan, hanya ada sepluh polwan penyidik. Sisanya bertugas di satlantas, intel, dan staf.

Baca Juga :  Polwan Garis Depan Redam Demonstran

Idealnya, masing-masing polsek minimal dua polwan. ”Memang sulit diwujudkan. Selama ini perekrutan polwan, bukan penambahan. Mengganti polwan yang pensiun,” jelasnya.

Kapolsek Kota Sumenep ini juga menyayangkan kekurangan tersebut. Menurut dia, peran polwan sangat penting. Ada kasus-kasus tertentu yang memang harus ditangani polwan. Seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan. Ketergantungan tersebut menyebabkan penanganan permasalahan pidana perempuan dan anak menjadi sulit. ”Maka kasus pidana terhadap wanita dan anak langsung dilimpahkan ke polres. Kecuali polsek yang memiliki polwan,” tuturnya.

Selain itu, saat ini polwan juga sudah harus berada di garis depan. Widi mencontohkan peran polwan dalam berbagai demonstrasi. ”Penanganan kasus antara polwan dengan polki berbeda. Polwan bekerja lebih menggunakan hati. Lebih tidak grusah-grusuh. Bahkan sekarang polwan sudah ada di garis depan. Kalau ada demonstrasi, polwan justru berada di depan,”  papar Widi.

Baca Juga :  Ipda Nenny Sasongko Tiap Hari Otodidak Nulis Berita

Polwan di Bumi Sumekar memiliki prestasi. Bukan hanya dalam urusan mengungkap kasus. Tim bola voli Polwan Polres Sumenep dua kali menyabet juara tiga Kapolda Cup 2016 dan 2017. 

”Pak Kapolres AKBP Joseph Ananta Pinora adalah pimpinan yang mengapresiasi setiap prestasi yang kami raih,” jelasnya

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/