alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Pembangunan TPA Butuh Rp 7 Miliar

SUMENEP – Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Sergang, Kecamatan Batuan, hampir penuh. Bahkan diprediksi tempat tersebut tidak mampu menampung sampah hingga akhir 2019. Padahal, setiap hari puluhan ton sampah dikirim ke tempat tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep merencanakan pembangun sel baru. Tapi keinginan itu tidak bisa terealisasi tahun ini. Dana yang dibutuhkan mencapai Rp 7 miliar hingga Rp 8 miliar.

Dari mana sumber anggaran tersebut juga belum ada kepastian. DLH memiliki dua opsi. Pertama, akan diambilkan melalui APBD Sumenep. Kedua, mencari bantuan dari pemerintah pusat.

”Tapi, itu tidak akan dibangun tahun ini. Sebab, tahun ini TPA itu masih bisa dipakai,” ujar Kepala DLH Sumenep M. Syahrial kemarin (30/1).

Baca Juga :  Enggan Tergantung DLH, Disperindag Pamekasan Bangun Tempat Sampah

Pembangunan sel baru tetap akan berlokasi di sekitar TPA Torbang. Pihaknya hanya akan melakukan pengembangan. Ke arah mana pengembangan itu, Syahrial tidak menjelaskan secara detail. ”Apakah ke arah barat atau ke selatan, saya tidak begitu hafal,” tegasnya.

Selain pembangunan sel baru, ada opsi lain yang sedang digalakkan DLH agar TPA Batuan tidak penuh. Yakni dengan mengajak masyarakat pandai memilah sampah. Mana sampah yang bisa diolah, didaur ulang, dan yang harus dibuang ke TPA harus dipisahkan.

Dengan demikian, sampah yang dikirim ke TPA Batuan hanya berupa residu. Sedangkan sampah-sampah yang bisa didaur ulang dipisah sesuai dengan tempat yang disediakan. ”Kalau hanya residunya yang dikirim ke TPA, maka bisa lebih lama usianya,” tukas dia.

Baca Juga :  Anggarkan Rp 200 Juta untuk Penlok

SUMENEP – Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Sergang, Kecamatan Batuan, hampir penuh. Bahkan diprediksi tempat tersebut tidak mampu menampung sampah hingga akhir 2019. Padahal, setiap hari puluhan ton sampah dikirim ke tempat tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep merencanakan pembangun sel baru. Tapi keinginan itu tidak bisa terealisasi tahun ini. Dana yang dibutuhkan mencapai Rp 7 miliar hingga Rp 8 miliar.

Dari mana sumber anggaran tersebut juga belum ada kepastian. DLH memiliki dua opsi. Pertama, akan diambilkan melalui APBD Sumenep. Kedua, mencari bantuan dari pemerintah pusat.


”Tapi, itu tidak akan dibangun tahun ini. Sebab, tahun ini TPA itu masih bisa dipakai,” ujar Kepala DLH Sumenep M. Syahrial kemarin (30/1).

Baca Juga :  Tambahan Anggaran Ekowisata TPA Tunggu PAK

Pembangunan sel baru tetap akan berlokasi di sekitar TPA Torbang. Pihaknya hanya akan melakukan pengembangan. Ke arah mana pengembangan itu, Syahrial tidak menjelaskan secara detail. ”Apakah ke arah barat atau ke selatan, saya tidak begitu hafal,” tegasnya.

Selain pembangunan sel baru, ada opsi lain yang sedang digalakkan DLH agar TPA Batuan tidak penuh. Yakni dengan mengajak masyarakat pandai memilah sampah. Mana sampah yang bisa diolah, didaur ulang, dan yang harus dibuang ke TPA harus dipisahkan.

Dengan demikian, sampah yang dikirim ke TPA Batuan hanya berupa residu. Sedangkan sampah-sampah yang bisa didaur ulang dipisah sesuai dengan tempat yang disediakan. ”Kalau hanya residunya yang dikirim ke TPA, maka bisa lebih lama usianya,” tukas dia.

Baca Juga :  Anggarkan Rp 200 Juta untuk Penlok

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Mutasi Jabatan Meleset

Rencanakan PT AUMM Kelola Perbankan

KPP Pratama Santuni Anak Yatim

Artikel Terbaru

/