21 C
Madura
Saturday, December 10, 2022

Penarikan Dana Kapitasi Ratusan Juta Tiap Bulan

SUMENEP – Anggaran kapitasi untuk 30 puskesmas di Sumenep mencapai puluhan miliar. Rencana penarikan setiap bulan tiap puskesmas rata-rata ratusan juta.

Dana kapitasi yang digelontorkan ke Puskesmas Dasuk, Sumenep, mencapai Rp 1.793.116.296. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan operasional puskesmas. Termasuk, klaim peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mendapat pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendapatkan data rencana penarikan dana kapitasi per bulan di Puskesmas Dasuk. Rencana penarikan Januari Rp 116.287.862, Februari Rp 176.605.062, dan Maret Rp 107.739.863. Kemudian, penarikan pada April Rp 158.877.863, Mei Rp 190.336.657, dan Juni Rp 168.487.863.

Selanjutnya, target penarikan Juli Rp 218.200.711, Agustus Rp 164.067.863, dan September Rp 127.198.963. Jika penarikan dana kapitasi sesuai dengan target, anggaran yang terserap sekitar Rp 1.427.802.707. Dana kapitasi yang belum terserap di Puskesmas Dasuk dalam tiga bulan ke depan sebesar Rp 365.313.589.

Kepala Puskesmas Dasuk Novia Sri Wahyuni belum bisa memberikan penjelasan terkait realisasi dana kapitasi tersebut. Berulang kali dihubungi tidak merespons meski nada dering telepon selulernya terdengar aktif.

Baca Juga :  Pemuda Pencinta Perubahan Rapatkan Barisan

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oedin menyampaikan, pihaknya mendengar dugaan penyalahgunaan wewenang di Puskesmas Dasuk. Hal itu berkaitan dengan pencairan dana kapitasi yang mencapai Rp 1,7 miliar.

Dia menilai Puskesmas Dasuk kurang transparan dalam merealisasikan dana kapitasi. Dia membandingkan dengan puskesmas lain. Pihaknya pernah mendatangi langsung beberapa puskesmas.

”Kami pernah turun langsung ke puskesmas, mereka transparan. Apalagi, penggunaan dana kapitasi itu sudah ada aturannya,” ujarnya.

Karena itu, Sami’ meminta Dinkes P2KB Sumenep segera mengambil tindakan. Sanksi tegas harus diberikan jika itu dianggap memenuhi unsur pelanggaran. Tujuannya, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di puskesmas lain. ”Dinkes harus benar-bernar mengawasi. Puskesmas ini kan bawahan dinkes,” desaknya.

Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep Agus Mulyono tidak menjawab konfirmasi JPRM. Beberapa kali dihubungi tidak merespons. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga tidak berhasil meski terlihat sedang online.

Merujuk pada dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) 2022, dana kapitasi untuk 30 puskesmas mencapai Rp 67.590.583.458. Tertinggi Puskesmas Arjasa sebesar Rp 5.440.072.837 dan terendah Puskesmas Batuan Rp 550.452.119.

Baca Juga :  Sumur Bor Semburkan Air Berbau Belerang

Terbanyak kedua Puskesmas Sapeken Rp 4.543.231.602. Disusul Puskesmas Pragaan Rp 4.216.678.500 dan Puskesmas Raas Rp 3.381.014.260. Kemudian, Puskesmas Gayam Rp 3.335.814.719, Puskesmas Bluto Rp 2.910.342.169, Puskesmas Guluk-Guluk Rp 2.757.936.661, Puskesmas Pasongsongan Rp 2.531.798.099, dan Puskesmas Ambunten Rp 2.480.545.544.

Kemudian, Puskesmas Giligenting Rp 2.376.460.906, Puskesmas Rubaru Rp 2.342.123.784, Puskesmas Saronggi Rp 2.301.856.902, Puskesmas Batang-Batang Rp 2.262.516.367, Puskesmas Ganding Rp 2.249.673.805, dan Puskesmas Batuputih Rp 2.229.186.291. Lalu, Puskesmas Talango Rp 2.032.384.963, Puskesmas Kalianget Rp 1.936.779.635, Puskesmas Dungkek Rp 1.896.959.940, dan Puskesmas Kangayan Rp 1.830.441.891.

Selanjutnya, Puskesmas Dasuk Rp 1.795.476.640, Puskesmas Gapura Rp 1.705.580.590, Puskesmas Lenteng Rp 1.686.444.670, Puskesmas Moncek Rp 1.490.753.860, dan Puskesmas Pamolokan Rp 1.461.393.037. Lalu, Puskesmas Manding Rp 1.382.961.979, Puskesmas Legung Rp 1.154.676.547, Puskesmas Masalembu Rp 1.148.214.550, Puskesmas Nonggunong Rp 1.135.358.147, dan Puskesmas Pandian Rp 1.023.452.444. (bil/luq)

SUMENEP – Anggaran kapitasi untuk 30 puskesmas di Sumenep mencapai puluhan miliar. Rencana penarikan setiap bulan tiap puskesmas rata-rata ratusan juta.

Dana kapitasi yang digelontorkan ke Puskesmas Dasuk, Sumenep, mencapai Rp 1.793.116.296. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan operasional puskesmas. Termasuk, klaim peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mendapat pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendapatkan data rencana penarikan dana kapitasi per bulan di Puskesmas Dasuk. Rencana penarikan Januari Rp 116.287.862, Februari Rp 176.605.062, dan Maret Rp 107.739.863. Kemudian, penarikan pada April Rp 158.877.863, Mei Rp 190.336.657, dan Juni Rp 168.487.863.


Selanjutnya, target penarikan Juli Rp 218.200.711, Agustus Rp 164.067.863, dan September Rp 127.198.963. Jika penarikan dana kapitasi sesuai dengan target, anggaran yang terserap sekitar Rp 1.427.802.707. Dana kapitasi yang belum terserap di Puskesmas Dasuk dalam tiga bulan ke depan sebesar Rp 365.313.589.

Kepala Puskesmas Dasuk Novia Sri Wahyuni belum bisa memberikan penjelasan terkait realisasi dana kapitasi tersebut. Berulang kali dihubungi tidak merespons meski nada dering telepon selulernya terdengar aktif.

Baca Juga :  Logistik Tercebur Laut Jadi Atensi KPU RI

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oedin menyampaikan, pihaknya mendengar dugaan penyalahgunaan wewenang di Puskesmas Dasuk. Hal itu berkaitan dengan pencairan dana kapitasi yang mencapai Rp 1,7 miliar.

Dia menilai Puskesmas Dasuk kurang transparan dalam merealisasikan dana kapitasi. Dia membandingkan dengan puskesmas lain. Pihaknya pernah mendatangi langsung beberapa puskesmas.

- Advertisement -

”Kami pernah turun langsung ke puskesmas, mereka transparan. Apalagi, penggunaan dana kapitasi itu sudah ada aturannya,” ujarnya.

Karena itu, Sami’ meminta Dinkes P2KB Sumenep segera mengambil tindakan. Sanksi tegas harus diberikan jika itu dianggap memenuhi unsur pelanggaran. Tujuannya, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di puskesmas lain. ”Dinkes harus benar-bernar mengawasi. Puskesmas ini kan bawahan dinkes,” desaknya.

Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep Agus Mulyono tidak menjawab konfirmasi JPRM. Beberapa kali dihubungi tidak merespons. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga tidak berhasil meski terlihat sedang online.

Merujuk pada dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) 2022, dana kapitasi untuk 30 puskesmas mencapai Rp 67.590.583.458. Tertinggi Puskesmas Arjasa sebesar Rp 5.440.072.837 dan terendah Puskesmas Batuan Rp 550.452.119.

Baca Juga :  Ra Latif Perjuangkan Pembangunan Terminal dan Pelabuhan

Terbanyak kedua Puskesmas Sapeken Rp 4.543.231.602. Disusul Puskesmas Pragaan Rp 4.216.678.500 dan Puskesmas Raas Rp 3.381.014.260. Kemudian, Puskesmas Gayam Rp 3.335.814.719, Puskesmas Bluto Rp 2.910.342.169, Puskesmas Guluk-Guluk Rp 2.757.936.661, Puskesmas Pasongsongan Rp 2.531.798.099, dan Puskesmas Ambunten Rp 2.480.545.544.

Kemudian, Puskesmas Giligenting Rp 2.376.460.906, Puskesmas Rubaru Rp 2.342.123.784, Puskesmas Saronggi Rp 2.301.856.902, Puskesmas Batang-Batang Rp 2.262.516.367, Puskesmas Ganding Rp 2.249.673.805, dan Puskesmas Batuputih Rp 2.229.186.291. Lalu, Puskesmas Talango Rp 2.032.384.963, Puskesmas Kalianget Rp 1.936.779.635, Puskesmas Dungkek Rp 1.896.959.940, dan Puskesmas Kangayan Rp 1.830.441.891.

Selanjutnya, Puskesmas Dasuk Rp 1.795.476.640, Puskesmas Gapura Rp 1.705.580.590, Puskesmas Lenteng Rp 1.686.444.670, Puskesmas Moncek Rp 1.490.753.860, dan Puskesmas Pamolokan Rp 1.461.393.037. Lalu, Puskesmas Manding Rp 1.382.961.979, Puskesmas Legung Rp 1.154.676.547, Puskesmas Masalembu Rp 1.148.214.550, Puskesmas Nonggunong Rp 1.135.358.147, dan Puskesmas Pandian Rp 1.023.452.444. (bil/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/