21 C
Madura
Saturday, December 10, 2022

Melalui Penerapan Kurikulum Merdeka

Bupati Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Sumenep

SUMENEP– Perhatian Bupati Sumenep Achmad Fauzi terhadap dunia pendidikan sangat besar. Terbukti, selama menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Keris, penyediaan anggaran untuk menunjang mutu pendidikan selalu diprioritaskan.

Sebab, bagi dia, kualitas pendidikan bisa menjadi barometer sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Apalagi, Sumenep merupakan daerah yang luas. Terdiri atas daratan dan kepulauan.

Untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di Sumenep, tentu butuh kerja ekstra dan perhatian besar. Terlebih, sejak Achmad Fauzi diberi amanah sebagai bupati, dia berkomitmen agar pendidikan di Kota Keris maju dari berbagai aspek.

Salah satu cara agar kualitas pendidikan di Sumenep terwujud, Bupati Fauzi menyarankan satuan pendidikan baik sekolah dasar maupun menengah menerapkan Kurikulum Merdeka. Kami sudah berusaha secepatnya menerapkan Kurikulum Merdeka di seluruh lembaga pendidikan, baik SD dan SMP sederajat,” kata Bupati Fauzi kepada JPRM kemarin (29/9).

Baca Juga :  Keluarga Perangkat Desa Nikmati BLT DD

Fauzi menyampaikan, Rabu (28/9), pihaknya menggelar pertemuan dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pertemuan itu dilaksanakan di Paseban Agung Sultan Abdurahman Rumah Dinas (Rumdin) Bupati. Pertemuan itu membahas tentang penerapan Kurikulum Merdeka.

Dia mengakui bahwa kurikulum baru yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu belum sepenuhnya diterapkan oleh sekolah di Sumenep. Ada beberapa kendala teknis, seperti SDM guru yang belum banyak mengikuti pelatihan dan workshop.

Tapi, secara bertahap nanti akan kami lakukan. Tujuannya,supaya ada kesinambungan dalam membangun pendidikan lebih baik di Sumenep,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Bang Uji itu menuturkan, pemerintah komitmen menjamin mutu pendidikan di Sumenep lebih baik lagi. Akan tetapi, hal itu bisa diwujudkan manakala ada dukungan dan peran besar dari berbagai pihak. Di antaranya,peran guru, kepala sekolah, serta masyarakat. Semua itu tentu sangat berpengaruh terhadap kemajuan dunia pendidikan di Sumenep.

Baca Juga :  Ini Pesan Bupati Busyro pada Diklatsar Banser Zona V

Artinya, ada sinergisitas yang selaras antara seluruh elemen di daerah. Baik di dinas pendidikan, sekolah, dan masyarakat. Sebab, program pendidikan akan menuai hasil baik apabila dilakukan secara bersama-sama demi Sumenep,” terangnya.

Bupati berharap, penerapam Kurikulum Merdeka mampu mendongkrak citra pendidikan di Sumenep. Dengan begitu, generasi pelajar punya nalar intelektual dan berkemajuan. ”Jika pendidikan kita baik, insyaallah SDM kita akan unggul,” tandasnya. (di/daf)

SUMENEP– Perhatian Bupati Sumenep Achmad Fauzi terhadap dunia pendidikan sangat besar. Terbukti, selama menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Keris, penyediaan anggaran untuk menunjang mutu pendidikan selalu diprioritaskan.

Sebab, bagi dia, kualitas pendidikan bisa menjadi barometer sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Apalagi, Sumenep merupakan daerah yang luas. Terdiri atas daratan dan kepulauan.

Untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di Sumenep, tentu butuh kerja ekstra dan perhatian besar. Terlebih, sejak Achmad Fauzi diberi amanah sebagai bupati, dia berkomitmen agar pendidikan di Kota Keris maju dari berbagai aspek.


Salah satu cara agar kualitas pendidikan di Sumenep terwujud, Bupati Fauzi menyarankan satuan pendidikan baik sekolah dasar maupun menengah menerapkan Kurikulum Merdeka. Kami sudah berusaha secepatnya menerapkan Kurikulum Merdeka di seluruh lembaga pendidikan, baik SD dan SMP sederajat,” kata Bupati Fauzi kepada JPRM kemarin (29/9).

Baca Juga :  Peringati HAB Ke-74, Kepala Kemenag Ajak Jajarannya Melakukan Ini

Fauzi menyampaikan, Rabu (28/9), pihaknya menggelar pertemuan dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pertemuan itu dilaksanakan di Paseban Agung Sultan Abdurahman Rumah Dinas (Rumdin) Bupati. Pertemuan itu membahas tentang penerapan Kurikulum Merdeka.

Dia mengakui bahwa kurikulum baru yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu belum sepenuhnya diterapkan oleh sekolah di Sumenep. Ada beberapa kendala teknis, seperti SDM guru yang belum banyak mengikuti pelatihan dan workshop.

Tapi, secara bertahap nanti akan kami lakukan. Tujuannya,supaya ada kesinambungan dalam membangun pendidikan lebih baik di Sumenep,” ujarnya.

- Advertisement -

Bupati yang akrab disapa Bang Uji itu menuturkan, pemerintah komitmen menjamin mutu pendidikan di Sumenep lebih baik lagi. Akan tetapi, hal itu bisa diwujudkan manakala ada dukungan dan peran besar dari berbagai pihak. Di antaranya,peran guru, kepala sekolah, serta masyarakat. Semua itu tentu sangat berpengaruh terhadap kemajuan dunia pendidikan di Sumenep.

Baca Juga :  Penjabat Sekkab Sumenep Hanya Tiga Bulan

Artinya, ada sinergisitas yang selaras antara seluruh elemen di daerah. Baik di dinas pendidikan, sekolah, dan masyarakat. Sebab, program pendidikan akan menuai hasil baik apabila dilakukan secara bersama-sama demi Sumenep,” terangnya.

Bupati berharap, penerapam Kurikulum Merdeka mampu mendongkrak citra pendidikan di Sumenep. Dengan begitu, generasi pelajar punya nalar intelektual dan berkemajuan. ”Jika pendidikan kita baik, insyaallah SDM kita akan unggul,” tandasnya. (di/daf)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/