alexametrics
29.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Dapur Rumdin Bupati Rp 747 Juta

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan anggaran Rp 4.620.516.000 untuk pembangunan rumah dinas (rumdin) bupati. Anggaran jumbo itu dipecah menjadi empat paket pengerjaan, tetapi sampai saat ini belum tuntas.

Kepala Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sumenep Mohammad Jakfar mengutarakan, pembangunan rumdin bupati sengaja dipecah menjadi empat paket. Hal itu dilakukan agar anggaran yang digunakan sesuai dengan peruntukan. ”Pengerjaan itu dibagi berdasarkan fungsinya,” katanya kemarin (29/8).

Jakfar membeberkan, dari empat paket proyek, hanya satu yang dilaksanakan. Yaitu, pembangunan gedung rumdin dengan anggaran Rp 2.450.516.000. Sementara untuk parkir mobil dan dapur rumdin bupati sudah tuntas dilelang, tetapi belun dikerjakan. ”Rekanannya sudah dipanggil untuk penandatanganan kontrak,” akunya.

Baca Juga :  A. Busyro Karim Pendobrak Kebangkitan Pariwisata Sumenep

Anggaran genting rumdin bupati belum dilelang. Jakfar berdalih, lembaganya masih mengurus pemberkasan untuk ditender. ”Untuk yang genting mau dilelang,” klaimnya.

Meski empat paket proyek rumdin bupati belum selesai, Jakfar optimistis akan tuntas sebelum tutup anggaran. Pihaknya mengklaim sering mengingatkan rekanan untuk segera menyelesaikan proyek rumdin bupati dan harus sesuai spesifikasi.

”Dalam pengawasan, kami juga menggandeng TP4D (tim pengawal dan pengaman pemerintahan dan pembangunan daerah),” tegasnya.

Anggota DPRD Sumenep Juhari meminta DPRKP menyeriusi empat paket proyek rumdin bupati tersebut. Apalagi saat ini hampir memasuki pertengahan semester dua. Dengan demikian, semua program segera dilaksanakan.

Politikus PPP itu mendesak pemerintah juga aktif mengawasi proyek rumdin bupati. Dia meminta pengerjaan dilakukan dengan memprioritaskan kualitas bangunan. ”Rumdin bupati itu ikon. Jadi, jangan sampai terlihat kurang bagus,” pintanya. (jup)

Baca Juga :  Oknum Staf Dinas Koperasi Sumenep Diamankan Satpol PP Gara-Gara Ini

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan anggaran Rp 4.620.516.000 untuk pembangunan rumah dinas (rumdin) bupati. Anggaran jumbo itu dipecah menjadi empat paket pengerjaan, tetapi sampai saat ini belum tuntas.

Kepala Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sumenep Mohammad Jakfar mengutarakan, pembangunan rumdin bupati sengaja dipecah menjadi empat paket. Hal itu dilakukan agar anggaran yang digunakan sesuai dengan peruntukan. ”Pengerjaan itu dibagi berdasarkan fungsinya,” katanya kemarin (29/8).

Jakfar membeberkan, dari empat paket proyek, hanya satu yang dilaksanakan. Yaitu, pembangunan gedung rumdin dengan anggaran Rp 2.450.516.000. Sementara untuk parkir mobil dan dapur rumdin bupati sudah tuntas dilelang, tetapi belun dikerjakan. ”Rekanannya sudah dipanggil untuk penandatanganan kontrak,” akunya.

Baca Juga :  A. Busyro Karim Pendobrak Kebangkitan Pariwisata Sumenep

Anggaran genting rumdin bupati belum dilelang. Jakfar berdalih, lembaganya masih mengurus pemberkasan untuk ditender. ”Untuk yang genting mau dilelang,” klaimnya.

Meski empat paket proyek rumdin bupati belum selesai, Jakfar optimistis akan tuntas sebelum tutup anggaran. Pihaknya mengklaim sering mengingatkan rekanan untuk segera menyelesaikan proyek rumdin bupati dan harus sesuai spesifikasi.

”Dalam pengawasan, kami juga menggandeng TP4D (tim pengawal dan pengaman pemerintahan dan pembangunan daerah),” tegasnya.

Anggota DPRD Sumenep Juhari meminta DPRKP menyeriusi empat paket proyek rumdin bupati tersebut. Apalagi saat ini hampir memasuki pertengahan semester dua. Dengan demikian, semua program segera dilaksanakan.

Politikus PPP itu mendesak pemerintah juga aktif mengawasi proyek rumdin bupati. Dia meminta pengerjaan dilakukan dengan memprioritaskan kualitas bangunan. ”Rumdin bupati itu ikon. Jadi, jangan sampai terlihat kurang bagus,” pintanya. (jup)

Baca Juga :  Bupati Busyro Karim Minta Masyarakat Sumenep Pilih Jokowi Amin
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/