alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

PD Sumekar Berutang pada Penyuplai Beras

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Mundurnya Moh. Riyadi sebagai direktur PD Sumekar menyisakan utang. Badan usaha milik daerah (BUMD) itu punya tanggungan kepada UD Bhakti selaku penyuplai beras.

Utang tersebut berkaitan dengan pengadaan beras ASN. Jumlah beras yang tidak dibayar 7 ton 530 kilogram. Beras sebanyak itu dibeli Rp 56.475.000. Namun, baru bayar Rp 5 juta sebagai uang muka.

Dewan Pengawas PD Sumekar Ach. Laili Maulidy mengatakan, berkenaan dengan utang ke UD di Desa Baban, Kecamatan Gapura, itu sudah menemukan kesepakatan. Pihaknya sudah bertemu dengan UD Bhakti. ”Terkait utang kami akan bayar. Tetapi, dengan angsuran,” kata dia kemarin (29/6).

Menurut Laili, utang tersebut terjadi pada masa kepemimpinan direksi lama. Namun, sebagai perusahaan PD Sumekar akan membayar. Apalagi, supplier itu juga menyetujui dengan cara dicicil. ”Sudah ada berita acaranya juga perihal pembayaran utang,” ujarnya.

Baca Juga :  Sumenep Dapat Piala Adipura ke Sembilan

Laili menyampaikan, utang Rp 51 juta jelas tidak bisa dibayar sekaligus. Mau tidak mau tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan. ”Karenanya kami tetap berkomitmen bayar,” tuturnya.

Selain itu, pengadaan beras ASN tetap berlanjut. Ke depan, supplier itu masih dibutuhkan untuk pendistribusian beras ASN. ”Semoga lancar ke depannya,” harap Laili.

Sementara itu, Fajar Apriliyanto dari UD Bhakti menyetujui pembayaran dengan cara dicicil. Namun, dia berharap nominal angsuran tidak kecil. Sebab, uang yang tertahan di PD Sumekar itu diputar untuk modal. ”Alhamdulillah, sudah ada upaya untuk membayar. Meskipun, harus dengan cara dicicil,” kata dia.

Fajar menyebutkan, utang PD Sumekar tersisa Rp 51 juta lebih. Semula sebesar Rp 56.475.000. Tetapi ada uang masuk Rp 5 juta. Karena itu, tinggal Rp 51.475.000. ”Senilai itu yang belum dibayar,” tandasnya.

Baca Juga :  Untuk Berobat Harus Menyeberang Laut

BUMD Sumenep yang terlilit uang bukan hanya PD Sumekar. PT Sumekar (Perseroda) juga punya beban utang. Namun, utang BUMD satu ini justru kepada karyawan.

Sebelumnya, karyawan PT Sumekar tujuh bulan tidak terima gaji. Kemudian, satu kali gaji dibayar setelah Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III beroperasi. ”Satu kali pihak perusahaan sudah bayar gaji karyawan,” kata Eko Wahyudi selaku Humas PT Sumekar.

Menurut dia, meski baru satu kali gaji yang dibayar, itu pertanda baik. Sebab, secara tidak langsung keuangan perusahaan mulai menuju sehat. ”Karena yang tidak terima gaji bukan hanya karyawan, tapi jajaran direksi juga demikian,” ujarnya. (daf/luq)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Mundurnya Moh. Riyadi sebagai direktur PD Sumekar menyisakan utang. Badan usaha milik daerah (BUMD) itu punya tanggungan kepada UD Bhakti selaku penyuplai beras.

Utang tersebut berkaitan dengan pengadaan beras ASN. Jumlah beras yang tidak dibayar 7 ton 530 kilogram. Beras sebanyak itu dibeli Rp 56.475.000. Namun, baru bayar Rp 5 juta sebagai uang muka.

Dewan Pengawas PD Sumekar Ach. Laili Maulidy mengatakan, berkenaan dengan utang ke UD di Desa Baban, Kecamatan Gapura, itu sudah menemukan kesepakatan. Pihaknya sudah bertemu dengan UD Bhakti. ”Terkait utang kami akan bayar. Tetapi, dengan angsuran,” kata dia kemarin (29/6).


Menurut Laili, utang tersebut terjadi pada masa kepemimpinan direksi lama. Namun, sebagai perusahaan PD Sumekar akan membayar. Apalagi, supplier itu juga menyetujui dengan cara dicicil. ”Sudah ada berita acaranya juga perihal pembayaran utang,” ujarnya.

Baca Juga :  Stttt...Bank Jatim Akhirnya Melunak soal Pencairan Dana tanpa KTP

Laili menyampaikan, utang Rp 51 juta jelas tidak bisa dibayar sekaligus. Mau tidak mau tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan. ”Karenanya kami tetap berkomitmen bayar,” tuturnya.

Selain itu, pengadaan beras ASN tetap berlanjut. Ke depan, supplier itu masih dibutuhkan untuk pendistribusian beras ASN. ”Semoga lancar ke depannya,” harap Laili.

Sementara itu, Fajar Apriliyanto dari UD Bhakti menyetujui pembayaran dengan cara dicicil. Namun, dia berharap nominal angsuran tidak kecil. Sebab, uang yang tertahan di PD Sumekar itu diputar untuk modal. ”Alhamdulillah, sudah ada upaya untuk membayar. Meskipun, harus dengan cara dicicil,” kata dia.

Fajar menyebutkan, utang PD Sumekar tersisa Rp 51 juta lebih. Semula sebesar Rp 56.475.000. Tetapi ada uang masuk Rp 5 juta. Karena itu, tinggal Rp 51.475.000. ”Senilai itu yang belum dibayar,” tandasnya.

Baca Juga :  Kajari Adi Konsisten Edukasi Pelajar

BUMD Sumenep yang terlilit uang bukan hanya PD Sumekar. PT Sumekar (Perseroda) juga punya beban utang. Namun, utang BUMD satu ini justru kepada karyawan.

Sebelumnya, karyawan PT Sumekar tujuh bulan tidak terima gaji. Kemudian, satu kali gaji dibayar setelah Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III beroperasi. ”Satu kali pihak perusahaan sudah bayar gaji karyawan,” kata Eko Wahyudi selaku Humas PT Sumekar.

Menurut dia, meski baru satu kali gaji yang dibayar, itu pertanda baik. Sebab, secara tidak langsung keuangan perusahaan mulai menuju sehat. ”Karena yang tidak terima gaji bukan hanya karyawan, tapi jajaran direksi juga demikian,” ujarnya. (daf/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/