alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Di Sumenep Hanya 4 Pulau Menyala 24 Jam

SUMENEP – Jumlah pulau yang teraliri listrik masih minim. Dari 40 lebih pulau berpenghuni, baru lima pulau yang teraliri listrik selama 24 jam. Yakni, Pulau Kangean, Sapeken, Sapudi, dan Giligenting.

Manager PT PLN (Rayon) Rayon Sumenep Rudi Hartono mengakui bahwa banyak pulau di Sumenep belum teraliri listrik. ”Sementara hanya lima kepulauan itu yang teraliri listrik,” ucapnya saat dikonfirmasi Jumat (29/6).

Dari lima pulau tersebut, hanya Giliyang yang menyala 12 jam. Pihaknya masih menyusun strategi agar bisa menyala 24 jam.

Menurut Rudi, penambahan wilayah harus menunggu survei. Sebab, anggaran berasal dari PLN pusat. Pihaknya hanya sebagai pelaksana. Setelah disurvei, dilakukan kajian. Jika dinyatakan layak, kemudian dianggarkan. Lalu, ada surat pendirian jaringan.

Baca Juga :  Akses Sentra PKL Butuh Penerangan

Penambahan wilayah juga bisa melalui pengajuan dari masyarakat. Namun, pengajuan itu tetap dikirim ke pusat. Sebab, yang menentukan adalah PLN pusat. Saat ini pihaknya belum menerima pengajuan. ”Saya baru lima bulan, selama lima bulan masih belum ada,” tegasnya.

Tahun ini pihaknya memprogramkan satu wilayah, yakni Pulau Kangean. Sebelumnya survei dilakukan di Pulau Sepanjang, Raas, dan pulau lainnya.

SUMENEP – Jumlah pulau yang teraliri listrik masih minim. Dari 40 lebih pulau berpenghuni, baru lima pulau yang teraliri listrik selama 24 jam. Yakni, Pulau Kangean, Sapeken, Sapudi, dan Giligenting.

Manager PT PLN (Rayon) Rayon Sumenep Rudi Hartono mengakui bahwa banyak pulau di Sumenep belum teraliri listrik. ”Sementara hanya lima kepulauan itu yang teraliri listrik,” ucapnya saat dikonfirmasi Jumat (29/6).

Dari lima pulau tersebut, hanya Giliyang yang menyala 12 jam. Pihaknya masih menyusun strategi agar bisa menyala 24 jam.


Menurut Rudi, penambahan wilayah harus menunggu survei. Sebab, anggaran berasal dari PLN pusat. Pihaknya hanya sebagai pelaksana. Setelah disurvei, dilakukan kajian. Jika dinyatakan layak, kemudian dianggarkan. Lalu, ada surat pendirian jaringan.

Baca Juga :  Fun Bike Goes to Marengan, Ajak Masyarakat Hidup Sehat Bersepeda

Penambahan wilayah juga bisa melalui pengajuan dari masyarakat. Namun, pengajuan itu tetap dikirim ke pusat. Sebab, yang menentukan adalah PLN pusat. Saat ini pihaknya belum menerima pengajuan. ”Saya baru lima bulan, selama lima bulan masih belum ada,” tegasnya.

Tahun ini pihaknya memprogramkan satu wilayah, yakni Pulau Kangean. Sebelumnya survei dilakukan di Pulau Sepanjang, Raas, dan pulau lainnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/