alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

BPPKAD Optimistis Capaian Pajak Lampaui Target

SUMENEP – Pajak merupakan salah satu pendapatan asli daerah (PAD) paling tinggi di Kabupaten Sumenep. Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKD) Sumenep terus meningkatkan PAD dari sembilan jenis pajak.

Plt Kepala BPPKAD Sumenep Imam Sukandi menjelaskan, target pendapatan pajak Kabupaten Sumenep per tahun mencapai Rp 24 miliar. Dia mengaku optimistis target tersebut dapat tercapai.

Keyakinan tersebut berdasar pada capaian pajak sampai saat ini. Dari sembilan jenis pajak yang ditangani BPPKAD, dua di antaranya selalu melebihi target. Bahkan, untuk pajak restoran, dalam tri wulan kedua bulan kedua ini, perolehannya mencapai 49 persen. Padahal, target bulan ini hanya 42 persen.

Baca Juga :  Sebut Keuangan Daerah Stagnan

”Kemungkinan dalam APBD perubahan nanti akan ada perubahan target dengan nilai yang lebih besar,” ungkapnya.

Pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) juga selalu melebihi target. Bahkan, tahun lalu pajak BPHTB Sumenep mencapai 150 persen dari target Rp 2 miliar.

Meski begitu, Imam mengaku ada hambatan dalam menerapkan pajak 10 persen untuk hotel. Sebab, hingga saat ini pihak pengelola hotel di Sumenep masih menganggap perhitungan pembayaran pajak berdasar perhitungan taksasi. Padahal, saat ini pajak perhotelan sudah menerapkan pajak sesuai dengan penghasilan.

”Dulu pajak perhotelan memang menggunakan sistem taksasi. Karena itu, perlu kami tegaskan bahwa saat ini perhitungan pajak perhotelan itu 10 persen dari pendapatan hotel, bukan taksasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Minta Antisipasi Bocoran PAD Pasar

Selain itu, dia ingin masyarakat, terutama pembayar pajak, tidak terlalu keberatan dengan pajak bumi dan bangunan (PBB). Sebab, kata dia, di Sumenep PBB masih tergolong murah daripada daerah lain.

 

 

SUMENEP – Pajak merupakan salah satu pendapatan asli daerah (PAD) paling tinggi di Kabupaten Sumenep. Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKD) Sumenep terus meningkatkan PAD dari sembilan jenis pajak.

Plt Kepala BPPKAD Sumenep Imam Sukandi menjelaskan, target pendapatan pajak Kabupaten Sumenep per tahun mencapai Rp 24 miliar. Dia mengaku optimistis target tersebut dapat tercapai.

Keyakinan tersebut berdasar pada capaian pajak sampai saat ini. Dari sembilan jenis pajak yang ditangani BPPKAD, dua di antaranya selalu melebihi target. Bahkan, untuk pajak restoran, dalam tri wulan kedua bulan kedua ini, perolehannya mencapai 49 persen. Padahal, target bulan ini hanya 42 persen.

Baca Juga :  Dispora Janji Penuhi Target

”Kemungkinan dalam APBD perubahan nanti akan ada perubahan target dengan nilai yang lebih besar,” ungkapnya.

Pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) juga selalu melebihi target. Bahkan, tahun lalu pajak BPHTB Sumenep mencapai 150 persen dari target Rp 2 miliar.

Meski begitu, Imam mengaku ada hambatan dalam menerapkan pajak 10 persen untuk hotel. Sebab, hingga saat ini pihak pengelola hotel di Sumenep masih menganggap perhitungan pembayaran pajak berdasar perhitungan taksasi. Padahal, saat ini pajak perhotelan sudah menerapkan pajak sesuai dengan penghasilan.

”Dulu pajak perhotelan memang menggunakan sistem taksasi. Karena itu, perlu kami tegaskan bahwa saat ini perhitungan pajak perhotelan itu 10 persen dari pendapatan hotel, bukan taksasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Super Nekat, Rumah Advokat di Sumenep Dibobol Maling
- Advertisement -

Selain itu, dia ingin masyarakat, terutama pembayar pajak, tidak terlalu keberatan dengan pajak bumi dan bangunan (PBB). Sebab, kata dia, di Sumenep PBB masih tergolong murah daripada daerah lain.

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/