alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pengunjung Pasar Wajib Pakai Masker dan Cuci Tangan

SUMENEP – Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Percepatan Penanganan (PBNAPP) Covid-19 Sampang meningkatkan kewaspadaan. Pengunjung pasar menjadi salah satu bidikan agar tidak tertular coronavirus disease 2019 (Covid-19). Hal itu dilakukan pasca diketahui satpam Pasar Rongtengah reaktif melalui hasil tes cepat (rapid test).

Jubir Satgas PBNAPP Covid-19 Sampang Moh. Djuwardi mengutarakan, pihaknya langsung melakukan pertemuan pasca diketahui terdapat warga reaktif covid dari hasil rapid test. Karena itu, pihaknya meningkatkan kewaspadaan di daerah pasar. Di antaranya dengan menyiapkan tempat cuci tangan.

Pengunjung pasar juga harus memakai masker. Hal itu bisa menjadi pelindung bagi pengunjung dari sebaran virus sesuai dengan rekomendasi pemerintah pusat. ”Untuk sementara kita tingkatkan kewaspadaan di pasar,” katanya kemarin (29/4).

Djuwardi menyampaikan, kebijakan yang dilakukan menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Jika kondisi ke depan semakin buruk, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan yang lebih waspada terhadap persebaran Covid-19.

Baca Juga :  Sejak Lulus 2011, Rahem Tak Pernah Dapat Tunjangan Sertifikasi

Menurut dia, tidak mudah untuk mengambil langkah menutup pasar. Apalagi, pasar merupakan pusat kebutuhan masyarakat. Di samping itu, harus meminta persetujuan Pemerintah Provinsi Jatim.

”Konsekuensinya juga luar biasa. Kemungkinan bisa menutup virus, tapi bisa menutup sumber kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Plt Kepala Disperdagprin Sampang Abd. Hannan mengaku sudah menyiapkan tempat cuci tangan sejak pandemi Covid-19 mewabah di daerah Jatim. Hal itu mengikuti imbauan dari pemerintah dalam mengantisipasi persebaran virus korona di lingkungan pasar. ”Tapi, kali ini kami memperketat lagi,” ujarnya.

Hannan menuturkan, untuk memperketat kawasan pasar, pihaknya mengeluarkan surat edaran (SE). Poin penting yang ada dalam SE tersebut adalah mewajibkan semua pengunjung atau pedagang untuk menggunakan masker. Karena itu, pihaknya memanggil semua kepala pasar (Kapas). ”SE ini berlaku untuk semua pasar yang ada di Kabupaten Sampang,” tuturnya.

Baca Juga :  Komitmen Fauzi Usai Dilantik Jabat Bupati Bakal Fokus Layani Publik

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengatakan, jika sudah dilakukan uji swab, akan segera diketahui apakah terpapar covid atau tidak. Dengan begitu, masyarakat yang pernah kontak langsung dengan pasien bisa melakukan antisipasi. Misalnya, dengan melakukan isolasi mandiri atau yang lainnya.

Pria yang akrab disapa Fafan itu menambahkan, saat ini masyarakat mulai waswas dengan informasi adanya pasien yang reaktif dari hasil rapid test tersebut. Hal itu perlu ditanggapi oleh satgas agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

”Masyarakat juga tidak dihantui dengan informasi yang masih simpang siur. Ini yang bahaya dan berpotensi membuat masyarakat resah,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

SUMENEP – Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Percepatan Penanganan (PBNAPP) Covid-19 Sampang meningkatkan kewaspadaan. Pengunjung pasar menjadi salah satu bidikan agar tidak tertular coronavirus disease 2019 (Covid-19). Hal itu dilakukan pasca diketahui satpam Pasar Rongtengah reaktif melalui hasil tes cepat (rapid test).

Jubir Satgas PBNAPP Covid-19 Sampang Moh. Djuwardi mengutarakan, pihaknya langsung melakukan pertemuan pasca diketahui terdapat warga reaktif covid dari hasil rapid test. Karena itu, pihaknya meningkatkan kewaspadaan di daerah pasar. Di antaranya dengan menyiapkan tempat cuci tangan.

Pengunjung pasar juga harus memakai masker. Hal itu bisa menjadi pelindung bagi pengunjung dari sebaran virus sesuai dengan rekomendasi pemerintah pusat. ”Untuk sementara kita tingkatkan kewaspadaan di pasar,” katanya kemarin (29/4).


Djuwardi menyampaikan, kebijakan yang dilakukan menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Jika kondisi ke depan semakin buruk, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan yang lebih waspada terhadap persebaran Covid-19.

Baca Juga :  Komitmen Fauzi Usai Dilantik Jabat Bupati Bakal Fokus Layani Publik

Menurut dia, tidak mudah untuk mengambil langkah menutup pasar. Apalagi, pasar merupakan pusat kebutuhan masyarakat. Di samping itu, harus meminta persetujuan Pemerintah Provinsi Jatim.

”Konsekuensinya juga luar biasa. Kemungkinan bisa menutup virus, tapi bisa menutup sumber kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Plt Kepala Disperdagprin Sampang Abd. Hannan mengaku sudah menyiapkan tempat cuci tangan sejak pandemi Covid-19 mewabah di daerah Jatim. Hal itu mengikuti imbauan dari pemerintah dalam mengantisipasi persebaran virus korona di lingkungan pasar. ”Tapi, kali ini kami memperketat lagi,” ujarnya.

Hannan menuturkan, untuk memperketat kawasan pasar, pihaknya mengeluarkan surat edaran (SE). Poin penting yang ada dalam SE tersebut adalah mewajibkan semua pengunjung atau pedagang untuk menggunakan masker. Karena itu, pihaknya memanggil semua kepala pasar (Kapas). ”SE ini berlaku untuk semua pasar yang ada di Kabupaten Sampang,” tuturnya.

Baca Juga :  Kendalikan Kencing Manis Bersama JKN-KIS

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengatakan, jika sudah dilakukan uji swab, akan segera diketahui apakah terpapar covid atau tidak. Dengan begitu, masyarakat yang pernah kontak langsung dengan pasien bisa melakukan antisipasi. Misalnya, dengan melakukan isolasi mandiri atau yang lainnya.

Pria yang akrab disapa Fafan itu menambahkan, saat ini masyarakat mulai waswas dengan informasi adanya pasien yang reaktif dari hasil rapid test tersebut. Hal itu perlu ditanggapi oleh satgas agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

”Masyarakat juga tidak dihantui dengan informasi yang masih simpang siur. Ini yang bahaya dan berpotensi membuat masyarakat resah,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/