alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Cipta Menu B2SA Daun Maronggi

SUMENEP – Pemkab Sumenep peduli terhadap masakan khas Madura. Tahun ini lomba cipta menu berbasis beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) mengangkat potensi daun maronggi.

Bupati A. Busyro Karim mengatakan, yang paling utama setiap lomba cipta menu supaya senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT. Selain halal, makanan harus baik. Bergizi dan menyehatkan.

Dalam Alquran disebutkan beberapa jenis makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi. Yakni, daging, ikan, susu, madu, buah-buahan, dan sayuran. Pihaknya menyambut baik lomba cipta menu tahun ini yang mengangkat tema daun maronggi.

”Daun maronggi menjadi primadona bagi seluruh masyarakat di dunia. Sayangnya, di negara kita, khususnya di Sumenep daun maronggi masih dipercayai dan dimanfaatkan hanya sebagai pengusir setan,” ujarnya. ”Jika ada orang yang gemar memakai jasa dukun, daun maronggi merupakan pantangan. Sehingga tidak boleh dikonsumsi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Fauzi-Eva Dilantik Hari Ini, Cegah Korona sejak Dini

Bupati berharap lomba cipta menu bisa meningkatkan kreativitas dan produktivitas kuliner masyarakat. Momentum Visit Sumenep dengan 40 event tahun ini merupakan peluang besar dalam memasarkan produk kuliner. Pihaknya mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

”Konsumsilah makanan yang kaya gizi dan rendah lemak. Di sekitar kita juga punya ubi, jagung, talas, dan lainnya. Manfaatkan bahan-bahan pangan tersebut menjadi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman,” ajaknya.

Lomba ini diharapkan dilanjutkan dalam pengembangan daun maronggi. Sejak 2016 lalu, pemerintah daerah telah melakukan pendampingan kepada kelompok-kelompok masyarakat dalam pengembangan daun maronggi.

Saya menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan dan menggelar acara ini sebaik-baiknya. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada peserta lomba yang telah berpartisipasi menyukseskan acara ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Persoalkan Pembayaran Sistem Paket Pasien

 

SUMENEP – Pemkab Sumenep peduli terhadap masakan khas Madura. Tahun ini lomba cipta menu berbasis beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) mengangkat potensi daun maronggi.

Bupati A. Busyro Karim mengatakan, yang paling utama setiap lomba cipta menu supaya senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT. Selain halal, makanan harus baik. Bergizi dan menyehatkan.

Dalam Alquran disebutkan beberapa jenis makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi. Yakni, daging, ikan, susu, madu, buah-buahan, dan sayuran. Pihaknya menyambut baik lomba cipta menu tahun ini yang mengangkat tema daun maronggi.


”Daun maronggi menjadi primadona bagi seluruh masyarakat di dunia. Sayangnya, di negara kita, khususnya di Sumenep daun maronggi masih dipercayai dan dimanfaatkan hanya sebagai pengusir setan,” ujarnya. ”Jika ada orang yang gemar memakai jasa dukun, daun maronggi merupakan pantangan. Sehingga tidak boleh dikonsumsi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Guru Setifikasi Dapat BST-BLT DD

Bupati berharap lomba cipta menu bisa meningkatkan kreativitas dan produktivitas kuliner masyarakat. Momentum Visit Sumenep dengan 40 event tahun ini merupakan peluang besar dalam memasarkan produk kuliner. Pihaknya mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

”Konsumsilah makanan yang kaya gizi dan rendah lemak. Di sekitar kita juga punya ubi, jagung, talas, dan lainnya. Manfaatkan bahan-bahan pangan tersebut menjadi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman,” ajaknya.

Lomba ini diharapkan dilanjutkan dalam pengembangan daun maronggi. Sejak 2016 lalu, pemerintah daerah telah melakukan pendampingan kepada kelompok-kelompok masyarakat dalam pengembangan daun maronggi.

Saya menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan dan menggelar acara ini sebaik-baiknya. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada peserta lomba yang telah berpartisipasi menyukseskan acara ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Polwan di Kepulauan Sumenep

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/