alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Ojung Bisa Menjadi Festival Kebudayaan

SUMENEP – Pergelaran ojung di Dusun Sumber Ombak, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, menyita perhatian warga kemarin sore (29/1). Acara tersebut disaksikan ratusan pasang mata. Baik warga desa setempat ataupun dari desa-sesa sekitar.

Warga yang hadir begitu antusias. Terlebih saat petarung yang menggunakan rotan itu bisa memukul lawannya. Tepuk tangan pecah, terutama saat petarung yang mereka jagokan menang.

Ketua panitia Moh. Hosen mengatakan, digelarnya ojung bertujuan memelihara tradisi leluhur. Ojung merupakan kesenian tarung yang memiliki banyak makna. Diyakini, ojung digelar dalam rangka memanggil hujan.

”Biasanya ojung digelar di penghujung musim kemarau. Dalam keyakinan nenek moyang, ojung digelar dalam rangka memanggil hujan,” kata Hosen.

Baca Juga :  Lestarikan Warisan Leluhur, Warga Batuputih Gelar Ojung

Namun, saat ini ojung lebih sebagai hiburan. Menurut dia memanggil hujan dengan cara pertandingan ojung dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Karena itulah, dimensi hiburan dan kebudayaan lah yang lebih dikedepankan dalam acara ojung.

”Acara semacam ini kan bisa menjadi hiburan alternatif bagi warga. Buktinya, bukan hanya warga desa sini yang datang, penonton dari luar Batuputih juga banyak,” tegasnya.

Pergelaran seni ojung mendapat apresiasi dari Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Bahkan koran tertua di Pulau Garam ini hadir sebagai media partner. Kehadiran JPRM untuk memberikan support moral agar kesenian dan tradisi nenek moyang Madura, khususnya ojung, terus dilestarikan.

Divisi Event JPRM Abd. Muksidyanto mengatakan, pihaknya memberikan dukungan atas terselenggaranya ojung. Ojung memiliki nilai kebudayaan yang tinggi. Jika dikelola dengan baik, ojung bisa menjadi festival kebudayaan yang akan menyedot wisatawan nusantara bahkan mancanegara.

Baca Juga :  BPRS: Pasar Anom Blok A Lantai 2 Sudah Bisa Ditempati Pedagang

”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan kesenian ojung. Semoga acara semacam ini lingkupnya bisa diperluas menjadi event internasional,” kata Muksid.

SUMENEP – Pergelaran ojung di Dusun Sumber Ombak, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, menyita perhatian warga kemarin sore (29/1). Acara tersebut disaksikan ratusan pasang mata. Baik warga desa setempat ataupun dari desa-sesa sekitar.

Warga yang hadir begitu antusias. Terlebih saat petarung yang menggunakan rotan itu bisa memukul lawannya. Tepuk tangan pecah, terutama saat petarung yang mereka jagokan menang.

Ketua panitia Moh. Hosen mengatakan, digelarnya ojung bertujuan memelihara tradisi leluhur. Ojung merupakan kesenian tarung yang memiliki banyak makna. Diyakini, ojung digelar dalam rangka memanggil hujan.


”Biasanya ojung digelar di penghujung musim kemarau. Dalam keyakinan nenek moyang, ojung digelar dalam rangka memanggil hujan,” kata Hosen.

Baca Juga :  Lestarikan Warisan Leluhur, Warga Batuputih Gelar Ojung

Namun, saat ini ojung lebih sebagai hiburan. Menurut dia memanggil hujan dengan cara pertandingan ojung dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Karena itulah, dimensi hiburan dan kebudayaan lah yang lebih dikedepankan dalam acara ojung.

”Acara semacam ini kan bisa menjadi hiburan alternatif bagi warga. Buktinya, bukan hanya warga desa sini yang datang, penonton dari luar Batuputih juga banyak,” tegasnya.

Pergelaran seni ojung mendapat apresiasi dari Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Bahkan koran tertua di Pulau Garam ini hadir sebagai media partner. Kehadiran JPRM untuk memberikan support moral agar kesenian dan tradisi nenek moyang Madura, khususnya ojung, terus dilestarikan.

Divisi Event JPRM Abd. Muksidyanto mengatakan, pihaknya memberikan dukungan atas terselenggaranya ojung. Ojung memiliki nilai kebudayaan yang tinggi. Jika dikelola dengan baik, ojung bisa menjadi festival kebudayaan yang akan menyedot wisatawan nusantara bahkan mancanegara.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Sepuluh Kapal Bertahan di Masalembu

”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan kesenian ojung. Semoga acara semacam ini lingkupnya bisa diperluas menjadi event internasional,” kata Muksid.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/