alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Istri Bupati Jadi Komisaris BPRS, Mahasiswa Sebut Berbau Nepotisme

SUMENEP – Hujan yang mengguyur Kota Sumekar tidak menyurutkan semangat aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) menggelar aksi Senin (29/1). Mereka mempersoalkan pengangkatan Nurfitriana Busyro Karim sebagai komisaris BPRS Bhakti Sumekar.

Aksi yang berlangsung di depan kantor bupati Sumenep di Jalan dr. Cipto itu mendapat pengamanan aparat kepolisian. Demonstran dengan kritis mempersoalkan pengangkatan istri bupati Sumenep tersebut sebagai komisaris bank milik pemkab. Mahasiswa menilai hal itu berbau nepotisme.

Abd. Mahmud, korlap aksi, menyampaikan, pengangkatan istri bupati menjadi komisaris BPRS Bhakti Sumekar terindikasi nepotisme. Jika itu dibiarkan, khawatir menimbulkan budaya nepotisme di lingkungan Pemkab Sumenep.

Mahmud menilai, Nurfitriana tidak kompeten dalam hal perbankan. Berdasar informasi yang diperoleh FKMS, Nurfitriana lulusan D-3 pariwisata. Padahal, sambung dia, pasal 25 ayat 3 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 22 Tahun 2006 dijelaskan, anggota dewan komisaris wajib dapat persetujuan dari Bank Indonesia.

Baca Juga :  Seribu Hari Kepemimpinan Bupati A Busyro Karim, Begini Kata Sang Istri

”Pasal 26 menyebutkan, dewan komisaris harus memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang perbankan,” ujar Mahmud. Dia menyatakan, pengangkatan Nurfitriana sebagai BPRS Bhakti Sumekar dilakukan pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) beberapa waktu lalu. Keputusan itu yang menimbulkan protes mahasiswa.

Sayangnya, tidak ada perwakilan dari Pemkab Sumenep yang menemui mahasiswa dalam aksi kemarin. Usai menyampaikan uneg-uneg, dengan tertib mahasiswa membubarkan diri. Aksi mahasiswa dilakukan dengan telanjang dada. Meski diguyur hujan, mereka semangat berorasi.

Sementara itu, menurut Direktur Utama (Dirut) BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko, pergantian komisaris merupakan hal biasa di perseroan. ”(Nurfitriana, Red) sudah lulus fit and proper test di OJK dan sudah dikukuhan sebagai komisaris,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Fauzi: Masyarakat Harus Bersatu Kembali
- Advertisement -

SUMENEP – Hujan yang mengguyur Kota Sumekar tidak menyurutkan semangat aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) menggelar aksi Senin (29/1). Mereka mempersoalkan pengangkatan Nurfitriana Busyro Karim sebagai komisaris BPRS Bhakti Sumekar.

Aksi yang berlangsung di depan kantor bupati Sumenep di Jalan dr. Cipto itu mendapat pengamanan aparat kepolisian. Demonstran dengan kritis mempersoalkan pengangkatan istri bupati Sumenep tersebut sebagai komisaris bank milik pemkab. Mahasiswa menilai hal itu berbau nepotisme.

Abd. Mahmud, korlap aksi, menyampaikan, pengangkatan istri bupati menjadi komisaris BPRS Bhakti Sumekar terindikasi nepotisme. Jika itu dibiarkan, khawatir menimbulkan budaya nepotisme di lingkungan Pemkab Sumenep.


Mahmud menilai, Nurfitriana tidak kompeten dalam hal perbankan. Berdasar informasi yang diperoleh FKMS, Nurfitriana lulusan D-3 pariwisata. Padahal, sambung dia, pasal 25 ayat 3 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 22 Tahun 2006 dijelaskan, anggota dewan komisaris wajib dapat persetujuan dari Bank Indonesia.

Baca Juga :  Target Penerbitan KIA Hanya 7 Ribu

”Pasal 26 menyebutkan, dewan komisaris harus memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang perbankan,” ujar Mahmud. Dia menyatakan, pengangkatan Nurfitriana sebagai BPRS Bhakti Sumekar dilakukan pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) beberapa waktu lalu. Keputusan itu yang menimbulkan protes mahasiswa.

Sayangnya, tidak ada perwakilan dari Pemkab Sumenep yang menemui mahasiswa dalam aksi kemarin. Usai menyampaikan uneg-uneg, dengan tertib mahasiswa membubarkan diri. Aksi mahasiswa dilakukan dengan telanjang dada. Meski diguyur hujan, mereka semangat berorasi.

Sementara itu, menurut Direktur Utama (Dirut) BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko, pergantian komisaris merupakan hal biasa di perseroan. ”(Nurfitriana, Red) sudah lulus fit and proper test di OJK dan sudah dikukuhan sebagai komisaris,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Pastikan Presiden Hadiri FKMA
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/