alexametrics
28.6 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Kembangkan Pariwisata, Tingkatkan Perekonomian

SUMENEP – Sumenep menjadi pembicaraan di level nasional. Itu karena kabupaten ujung timur Pulau Madura ini memiliki program Visit 2018. Beragam kegiatan nasional dan internasional digelar demi mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara.

Semarak Visit Sumenep 2018 ini tidak lepas dari peran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora). Dinas inilah yang meracik serangkaian event selama satu tahun. Tak heran bila instansi ini masuk menjadi salah satu nominasi Madura Awards 2018.

Dewan juri Madura Awards telah melakukan visitasi ke Disparbudpora Sumenep Rabu (28/11). Kunjungan ini disambut oleh Sekretaris Disparbudpora Sumenep Ahmad Khalili. Perbincangan cukup hangat terjadi antara dewan juri dengan pejabat murah senyum itu.

”Pada 2018 banyak kegiatan yang spektakuler. Itu bagian dari penyempurnaan atau penyemangat kita menuju Sumenep Pariwisata,” kata Khalili.

Baca Juga :  Kendalikan Kencing Manis Bersama JKN-KIS

Dijelaskan, banyak yang mengapresiasi terselenggaranya berbagai event visit Sumenep 2018. Kendati demikian, ada juga pihak-pihak yang nyinyir. Bahkan menurutnya, ada yang menyebut Sumenep terlalu egosentris dalam pengembangan pariwisata.

”Saya pikir wajar, karena secara faktual Sumenep lebih mendahului mereka di bidang pengembangan pariwisata. Tapi itu tidak dalam rangka memperjauh jarak, sehingga terkesan menjadi egosentris,” jelasnya.

Untuk menopang kepariwisataan, pihaknya tidak bekerja sendirian. Instansi-instansi lain dilibatkan. Misalnya mendorong agar Bandara Trunojoyo dikembangkan sehingga bisa mempermudah akses wisatawan.

Peningkatan infrastruktur juga ditingkatkan oleh instansi teknis. Hal itu sesuai dengan petunjuk Bupati Sumenep A. Busyro Karim agar visit tidak hanya menjadi gawainya disparbudpora. Tetapi, menjadi milik seluruh lapisan masyarakat dan seluruh stakeholder.

Baca Juga :  Sistem Penjualan Rusak Harga Tembakau

”Kami membangun kemitraan dengan agen travel supaya mereka mengajak sebanyak-banyaknya wisatawan ke Sumenep,” tegasnya. ”Termasuk pembinaan pokdarwis dan pemandu wisata yang merupakan ujung tombak,” tambahnya.

Juri Madura Awards 2018 Mohamad Harun mengatakan, visitasi dilakukan untuk verifikasi faktual terkait program-program inovatif di disparbudpora. Juga demi menentukan instansi mana yang layak dimasukkan babak final Madura Awards. Sebab pada final nanti, delegasi Sumenep akan diadu dengan kabupaten lainnya di Madura.

”Di Sumenep ada tiga OPD yang direkomendasi Sekkab. Yakni, disparbudpora, BKPSDM, serta DPRKP dan cipta karya,” kata Harun. ”Kami datangi satu per satu untuk mengetahui instansi mana kira-kira yang paling layak mewakili Sumenep di ajang Madura Awards 2018,” tegas Harun.

- Advertisement -

SUMENEP – Sumenep menjadi pembicaraan di level nasional. Itu karena kabupaten ujung timur Pulau Madura ini memiliki program Visit 2018. Beragam kegiatan nasional dan internasional digelar demi mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara.

Semarak Visit Sumenep 2018 ini tidak lepas dari peran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora). Dinas inilah yang meracik serangkaian event selama satu tahun. Tak heran bila instansi ini masuk menjadi salah satu nominasi Madura Awards 2018.

Dewan juri Madura Awards telah melakukan visitasi ke Disparbudpora Sumenep Rabu (28/11). Kunjungan ini disambut oleh Sekretaris Disparbudpora Sumenep Ahmad Khalili. Perbincangan cukup hangat terjadi antara dewan juri dengan pejabat murah senyum itu.


”Pada 2018 banyak kegiatan yang spektakuler. Itu bagian dari penyempurnaan atau penyemangat kita menuju Sumenep Pariwisata,” kata Khalili.

Baca Juga :  Demokrat Ingin Buat Gerbong Besar

Dijelaskan, banyak yang mengapresiasi terselenggaranya berbagai event visit Sumenep 2018. Kendati demikian, ada juga pihak-pihak yang nyinyir. Bahkan menurutnya, ada yang menyebut Sumenep terlalu egosentris dalam pengembangan pariwisata.

”Saya pikir wajar, karena secara faktual Sumenep lebih mendahului mereka di bidang pengembangan pariwisata. Tapi itu tidak dalam rangka memperjauh jarak, sehingga terkesan menjadi egosentris,” jelasnya.

Untuk menopang kepariwisataan, pihaknya tidak bekerja sendirian. Instansi-instansi lain dilibatkan. Misalnya mendorong agar Bandara Trunojoyo dikembangkan sehingga bisa mempermudah akses wisatawan.

Peningkatan infrastruktur juga ditingkatkan oleh instansi teknis. Hal itu sesuai dengan petunjuk Bupati Sumenep A. Busyro Karim agar visit tidak hanya menjadi gawainya disparbudpora. Tetapi, menjadi milik seluruh lapisan masyarakat dan seluruh stakeholder.

Baca Juga :  Peluang Emas! Mau Tampil di CFD JPRM? Caranya Tinggal Lakukan Ini

”Kami membangun kemitraan dengan agen travel supaya mereka mengajak sebanyak-banyaknya wisatawan ke Sumenep,” tegasnya. ”Termasuk pembinaan pokdarwis dan pemandu wisata yang merupakan ujung tombak,” tambahnya.

Juri Madura Awards 2018 Mohamad Harun mengatakan, visitasi dilakukan untuk verifikasi faktual terkait program-program inovatif di disparbudpora. Juga demi menentukan instansi mana yang layak dimasukkan babak final Madura Awards. Sebab pada final nanti, delegasi Sumenep akan diadu dengan kabupaten lainnya di Madura.

”Di Sumenep ada tiga OPD yang direkomendasi Sekkab. Yakni, disparbudpora, BKPSDM, serta DPRKP dan cipta karya,” kata Harun. ”Kami datangi satu per satu untuk mengetahui instansi mana kira-kira yang paling layak mewakili Sumenep di ajang Madura Awards 2018,” tegas Harun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/