alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Presiden Joko Widodo Resmikan Festival Keraton

SUMENEP – Presiden Joko Widodo resmi membuka Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) V di depan Masjid Jamik, Sumenep, Minggu (28/10). Event akbar tersebut dihadiri sekitar 300 raja, sultan, ratu, dan pangeran dari berbagai daerah di Indonesia serta negara-negara ASEAN. Ribuan pasang mata rakyat Sumenep turut serta menyaksikan kehadiran para petinggi itu.

Selain presiden, Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga hadir ke Sumenep. Sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan tamu-tamu istimewa menjadi saksi mata pergelaran FKMA kelima di Sumenep.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan terima kasih kepada presiden yang telah bersedia membuka FKMA V. Secara khusus Busyro memberikan pujian terhadap mantan Wali Kota Solo itu. Kerja presiden dinilai nyata dan berdampak positif bagi masyarakat. ”Memang tidak terlalu banyak bicara presiden kita, tapi langsung nyata di lapangan,” kata Busyro disambut tepuk tangan meriah.

Baca Juga :  Presiden Sebut Jatim Jadi Percontohan Pengendalian Covid-19 Nasional

Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengapresiasi kedatangan Presiden Joko Widodo. Dia menjelaskan bahwa peserta yang hadir sekitar 300 raja, sultan, pangeran dan ratu se-Nusantara serta delegasi dari negara-negara ASEAN. Dia mengapresiasi karena selama ini Joko Widodo dinilai berkontribusi atas revitalisasi keraton di Nusantara.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengajak masyarakat agar terus menjaga dan memelihara persatuan Indonesia. Menurut dia, kerukunan dan persatuan merupakan aset bangsa. Perbedaan hendaknya dijadikan kekuatan dalam membangun Indonesia yang lebih maju.

”Betapa perbedaan-perbedaan kita kelihatan. Berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi, berbeda suku. Inilah anugerah yang diberikan Allah terhadap bangsa kita. Ini adalah sebuah potensi dan kekuatan apabila kita bersatu, apabila kita rukun,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Tinjau Pelaksanaan SKD CPNS-PPPK

”Karena jangan sampai Indonesia maju dalam teknologi, tapi mundur dalam kebudayaan, mundur dalam perdaban. Jangan sampai ini terjadi,” tegas presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, kemajuan Indonesia harus tetap mengakar kuat pada kearifan lokal Nusantara. Tak lupa presiden meminta para raja serta masyarakat yang hadir untuk menghindari ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks. Sebab, ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks bukanlah warisan yang diajarkan oleh leluhur Indonesia.

”Bukan sikap yang seperti itu yang ditunjukkan oleh para raja, para sultan, dan para pemimpin kerajaan-kerajaan Nusantara di masa lalu,” paparnya. ”Mari kita bangun dan wariskan peradaban Indonesia yang besar, peradaban Indonesia yang mulia, peradaban Indonesia yang terhormat dan bermartabat,” ujar presiden.

SUMENEP – Presiden Joko Widodo resmi membuka Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) V di depan Masjid Jamik, Sumenep, Minggu (28/10). Event akbar tersebut dihadiri sekitar 300 raja, sultan, ratu, dan pangeran dari berbagai daerah di Indonesia serta negara-negara ASEAN. Ribuan pasang mata rakyat Sumenep turut serta menyaksikan kehadiran para petinggi itu.

Selain presiden, Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga hadir ke Sumenep. Sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan tamu-tamu istimewa menjadi saksi mata pergelaran FKMA kelima di Sumenep.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan terima kasih kepada presiden yang telah bersedia membuka FKMA V. Secara khusus Busyro memberikan pujian terhadap mantan Wali Kota Solo itu. Kerja presiden dinilai nyata dan berdampak positif bagi masyarakat. ”Memang tidak terlalu banyak bicara presiden kita, tapi langsung nyata di lapangan,” kata Busyro disambut tepuk tangan meriah.

Baca Juga :  Warga Masalembu Restui Paslon Sumenep Barokah

Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengapresiasi kedatangan Presiden Joko Widodo. Dia menjelaskan bahwa peserta yang hadir sekitar 300 raja, sultan, pangeran dan ratu se-Nusantara serta delegasi dari negara-negara ASEAN. Dia mengapresiasi karena selama ini Joko Widodo dinilai berkontribusi atas revitalisasi keraton di Nusantara.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengajak masyarakat agar terus menjaga dan memelihara persatuan Indonesia. Menurut dia, kerukunan dan persatuan merupakan aset bangsa. Perbedaan hendaknya dijadikan kekuatan dalam membangun Indonesia yang lebih maju.

”Betapa perbedaan-perbedaan kita kelihatan. Berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi, berbeda suku. Inilah anugerah yang diberikan Allah terhadap bangsa kita. Ini adalah sebuah potensi dan kekuatan apabila kita bersatu, apabila kita rukun,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembinaan UKM-IKM Tak Maksimal

”Karena jangan sampai Indonesia maju dalam teknologi, tapi mundur dalam kebudayaan, mundur dalam perdaban. Jangan sampai ini terjadi,” tegas presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, kemajuan Indonesia harus tetap mengakar kuat pada kearifan lokal Nusantara. Tak lupa presiden meminta para raja serta masyarakat yang hadir untuk menghindari ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks. Sebab, ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks bukanlah warisan yang diajarkan oleh leluhur Indonesia.

”Bukan sikap yang seperti itu yang ditunjukkan oleh para raja, para sultan, dan para pemimpin kerajaan-kerajaan Nusantara di masa lalu,” paparnya. ”Mari kita bangun dan wariskan peradaban Indonesia yang besar, peradaban Indonesia yang mulia, peradaban Indonesia yang terhormat dan bermartabat,” ujar presiden.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/