alexametrics
21.6 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pemerintah Larang Kurban Sapi Betina Produktif

SUMENEP – Masyarakat tidak bisa asal membeli sapi kurban untuk merayakan Hari Raya Idul Adha. Sebab, pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan sapi betina dijadikan hewan kurban.

Kepala Dinas Perternakan Sumenep Bambang Heriyanto menyatakan, pihaknya mulai menyikapi transaksi jual-beli sapi di pasaran menjelang Idul Adha. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya sapi betina produktif yang dijual untuk dipotong.

”Kami melakukan pengendalian pada sapi-sapi betina produktif untuk mempertahankan kelestarian sapi Madura,” ucapnya kemarin (28/7).

Langkah itu dilakukan supaya keberadaan sapi asli Madura tetap terjaga. Terlebih selama ini Sumenep menjadi penyuplai kebutuhan daging sapi nasional, khususnya di Jawa Timur (Jatim). ”Kita tidak ingin kelestarian sapi Madura semakin lama semakin berkurang,” tegasnya.

Baca Juga :  Mau Berkurban? Pilihan Ternak ASUH

Tujuh dokter hewan yang dikerahkan untuk memonitor sapi yang ditransaksikan di pasaran. Dokter itu juga dikerahkan untuk memeriksa kesehatan sapi kurban yang mulai banyak diperjualbelikan di pasaran. ”Pengawasan itu kami lakukan selama ini, jadi bukan hanya selama menjelang Idul Adha,” klaimnya.

Meski begitu, Bambang mengakui pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban belum menyentuh pasar sapi di Kota Keris. Dia berdalih ketersediaan tenaga medis bertujuan mengecek kelayakan hewan kurban yang banyak diperjualbelikan.

Bambang mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan sapi betina produktif untuk ibadah kurban. Sapi sumenep menjadi salah satu unggulan pemerintah kabupaten (pemkab) dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam mengapresiasi langkah pemerintah untuk mempertahankan sapi lokal. Dia meminta pengawasan pemerintah akan hal itu. Mengingat, perayaan Hari Raya Idul Adha biasanya penjualan sapi semakin meningkat. ”Sekarang pengawasannya semakin ditingakatkan lagi,” pintanya.

Baca Juga :  23 Pebruari, 970 Pendaftar P3K di Sumenep Ikuti CAT

Pria yang biasa disapa Uyok itu juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan hewan kurban di pasaran. Agar tidak merugikan masyarakat, terutama yang memiliki hajat menunaikan ibadah kurban. ”Dan yang sangat diawasi salah satunya masalah kesehatan. Sebab, hewan yang sakit dan caacat tidak bisa dijadikan kurban,” tandasnya. (jup)

- Advertisement -

SUMENEP – Masyarakat tidak bisa asal membeli sapi kurban untuk merayakan Hari Raya Idul Adha. Sebab, pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan sapi betina dijadikan hewan kurban.

Kepala Dinas Perternakan Sumenep Bambang Heriyanto menyatakan, pihaknya mulai menyikapi transaksi jual-beli sapi di pasaran menjelang Idul Adha. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya sapi betina produktif yang dijual untuk dipotong.

”Kami melakukan pengendalian pada sapi-sapi betina produktif untuk mempertahankan kelestarian sapi Madura,” ucapnya kemarin (28/7).


Langkah itu dilakukan supaya keberadaan sapi asli Madura tetap terjaga. Terlebih selama ini Sumenep menjadi penyuplai kebutuhan daging sapi nasional, khususnya di Jawa Timur (Jatim). ”Kita tidak ingin kelestarian sapi Madura semakin lama semakin berkurang,” tegasnya.

Baca Juga :  Pastikan Hewan Kurban Bebas Zoonosis

Tujuh dokter hewan yang dikerahkan untuk memonitor sapi yang ditransaksikan di pasaran. Dokter itu juga dikerahkan untuk memeriksa kesehatan sapi kurban yang mulai banyak diperjualbelikan di pasaran. ”Pengawasan itu kami lakukan selama ini, jadi bukan hanya selama menjelang Idul Adha,” klaimnya.

Meski begitu, Bambang mengakui pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban belum menyentuh pasar sapi di Kota Keris. Dia berdalih ketersediaan tenaga medis bertujuan mengecek kelayakan hewan kurban yang banyak diperjualbelikan.

Bambang mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan sapi betina produktif untuk ibadah kurban. Sapi sumenep menjadi salah satu unggulan pemerintah kabupaten (pemkab) dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam mengapresiasi langkah pemerintah untuk mempertahankan sapi lokal. Dia meminta pengawasan pemerintah akan hal itu. Mengingat, perayaan Hari Raya Idul Adha biasanya penjualan sapi semakin meningkat. ”Sekarang pengawasannya semakin ditingakatkan lagi,” pintanya.

Baca Juga :  DPR RI Desak Pemkab Percepat Pembebasan Lahan

Pria yang biasa disapa Uyok itu juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan hewan kurban di pasaran. Agar tidak merugikan masyarakat, terutama yang memiliki hajat menunaikan ibadah kurban. ”Dan yang sangat diawasi salah satunya masalah kesehatan. Sebab, hewan yang sakit dan caacat tidak bisa dijadikan kurban,” tandasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/