alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Korban Gempa Terima Bantuan Material

SUMENEP – Pemulihan terhadap korban gempa di Sumenep mulai dilakukan. badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) mendistribusikan bantuan kepada para korban.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman menyatakan, bantuan itu berasal dari pihak ketiga. Bantuan diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan rumah korban. Misalnya, rusak berat, sedang, dan ringan. ”Bantuan berupa genting, semen, pasir, dan bata putih,” katanya Kamis (28/6).

Menurut Rahman, saat ini masih tahap pemulihan. Selain memberikan bantuan kepada korban bencana, pihaknya bersama TNI tengah mendirikan madrasah yang juga terdampak gempa.

Ada empat ruang yang dikerjakan sejak dua pekan. Kemungkinan, pekan depan sudah di atap. Selain madrasah, jelas Rahman, tim merehabilitasi musala.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Korban Gempa Batuputih

Rumah masyarakat dibangun sendiri. ”Mudah-mudahan secara bertahap kita bisa menyelesaikan rehabilitasi rekonstruksinya,” tegasnya.

Rumah rusak berat, jelas dia, mendapat bantuan 17 sak semen, rusak sedang 7 sak semen, dan rusak ringan 4 sak semen. Jika nanti ada bantuan tambahan, akan diprioritaskan rumah yang rusak berat.

”Dari 17 sak semen menjadi 25 sak semen,” jelasnya. ”Kalau tenda-tenda tetap berdiri. Yang dibangun berjumlah delapan posko,” tegasnya.

Mantan sekretaris bappeda itu mengatakan, standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat sesuai dengan Undang-Undang 24/2007 itu hanya 14 hari. Mestinya, tanggap darurat berakhir Selasa (26/6) sejak terjadinya bencana.

”Untuk perpanjangan, kami minta persetujuan pak bupati. Bisa diperpanjang atau tidak. Kalau posko dan tenda posisi tetap di lokasi,” terangnya.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Biarkan Sekolah Langgar Aturan

 

SUMENEP – Pemulihan terhadap korban gempa di Sumenep mulai dilakukan. badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) mendistribusikan bantuan kepada para korban.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman menyatakan, bantuan itu berasal dari pihak ketiga. Bantuan diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan rumah korban. Misalnya, rusak berat, sedang, dan ringan. ”Bantuan berupa genting, semen, pasir, dan bata putih,” katanya Kamis (28/6).

Menurut Rahman, saat ini masih tahap pemulihan. Selain memberikan bantuan kepada korban bencana, pihaknya bersama TNI tengah mendirikan madrasah yang juga terdampak gempa.


Ada empat ruang yang dikerjakan sejak dua pekan. Kemungkinan, pekan depan sudah di atap. Selain madrasah, jelas Rahman, tim merehabilitasi musala.

Baca Juga :  33 Petugas Damkar Dapat Penghargaan

Rumah masyarakat dibangun sendiri. ”Mudah-mudahan secara bertahap kita bisa menyelesaikan rehabilitasi rekonstruksinya,” tegasnya.

Rumah rusak berat, jelas dia, mendapat bantuan 17 sak semen, rusak sedang 7 sak semen, dan rusak ringan 4 sak semen. Jika nanti ada bantuan tambahan, akan diprioritaskan rumah yang rusak berat.

”Dari 17 sak semen menjadi 25 sak semen,” jelasnya. ”Kalau tenda-tenda tetap berdiri. Yang dibangun berjumlah delapan posko,” tegasnya.

Mantan sekretaris bappeda itu mengatakan, standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat sesuai dengan Undang-Undang 24/2007 itu hanya 14 hari. Mestinya, tanggap darurat berakhir Selasa (26/6) sejak terjadinya bencana.

”Untuk perpanjangan, kami minta persetujuan pak bupati. Bisa diperpanjang atau tidak. Kalau posko dan tenda posisi tetap di lokasi,” terangnya.

Baca Juga :  Minta Bulog Perhatikan Kualitas Rastra

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/