alexametrics
20.2 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Empat Kamar Santri Terbakar

SUMENEP – Kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Raudlatul Iman di Dusun Mandala, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Senin (27/5) pukul 19.30. Akibat musibah tersebut, empat kamar santri ludes dilalap si jago merah.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Iman Muhammad Sahli Hamid menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebab, semua santri sedang menunaikan ibadah salat Tarawih bersama.

”Saya tadi masih mengimami Tarawih dan tinggal witirnya saja.  Tiba-tiba ada rame-rame. Saya kira ada santri yang kesetrum, ternyata kebakaran dan api sudah menjalar,” ucap Sahli kepada Jawa Pos Radar Madura Senin malam.

Sahli mengatakan, api cepat menjalar. Sebab, bangunan terbuat dari bahan semipermanen. Beberapa barang milik santri juga menjadi arang. ”Baju, kitab, dan barang-barang lainnya juga ludes karena api. Bahkan, katanya ada HP milik santri,” kata Sahli.

Baca Juga :  Gara-Gara Api Ini Warga Penasaran Sampai Terobos  Garis Polisi

Tidak ada saksi mata yang mengetahui penyebab peristiwa itu. Namun, dia menduga kebakaran terjadi karena korsleting. Pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian materi yang dialami akibat musibah tersebut.

Pria berkacamata itu mengutarakan, api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian. Pemadaman dilakukan warga dibantu santri dengan alat seadanya. ”Masyarakat dengan santri menggunakan alat seadanya mengambil  air di dua kamar mandi untuk disiramkan,” tuturnya.

Ada dua unit mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian. Namun karena api berhasil dipadamkan, petugas balik kanan. Petugas hanya melakukan pembasahan. ”Pemadaman semuanya dilakukan masyarkat dengan santri,” tegasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riyadi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengakui, armada pemadam kebakaran telat datang ke lokasi. Sebab, lokasinya cukup jauh dan akses ke lokasi sempit. ”Ada dua unit damkar yang datang ke sana,” ujarnya.

Baca Juga :  MWC NU Soroti Alih Fungsi Lahan

Plt Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP mengaku, polisi sudah mendatangi tempat kejadian parkara (TKP). Itu dilakukan untuk menyelidiki dan mencari tahu penyebab peristiwa tersebut.  ”Diduga terjadi karena korsleting listrik,” tandasnya. (jup)

SUMENEP – Kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Raudlatul Iman di Dusun Mandala, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Senin (27/5) pukul 19.30. Akibat musibah tersebut, empat kamar santri ludes dilalap si jago merah.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Iman Muhammad Sahli Hamid menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebab, semua santri sedang menunaikan ibadah salat Tarawih bersama.

”Saya tadi masih mengimami Tarawih dan tinggal witirnya saja.  Tiba-tiba ada rame-rame. Saya kira ada santri yang kesetrum, ternyata kebakaran dan api sudah menjalar,” ucap Sahli kepada Jawa Pos Radar Madura Senin malam.


Sahli mengatakan, api cepat menjalar. Sebab, bangunan terbuat dari bahan semipermanen. Beberapa barang milik santri juga menjadi arang. ”Baju, kitab, dan barang-barang lainnya juga ludes karena api. Bahkan, katanya ada HP milik santri,” kata Sahli.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi APBDes Se-Kecamatan Arjasa

Tidak ada saksi mata yang mengetahui penyebab peristiwa itu. Namun, dia menduga kebakaran terjadi karena korsleting. Pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian materi yang dialami akibat musibah tersebut.

Pria berkacamata itu mengutarakan, api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian. Pemadaman dilakukan warga dibantu santri dengan alat seadanya. ”Masyarakat dengan santri menggunakan alat seadanya mengambil  air di dua kamar mandi untuk disiramkan,” tuturnya.

Ada dua unit mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian. Namun karena api berhasil dipadamkan, petugas balik kanan. Petugas hanya melakukan pembasahan. ”Pemadaman semuanya dilakukan masyarkat dengan santri,” tegasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riyadi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengakui, armada pemadam kebakaran telat datang ke lokasi. Sebab, lokasinya cukup jauh dan akses ke lokasi sempit. ”Ada dua unit damkar yang datang ke sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Libatkan Pasukan Polda dan Kodam

Plt Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP mengaku, polisi sudah mendatangi tempat kejadian parkara (TKP). Itu dilakukan untuk menyelidiki dan mencari tahu penyebab peristiwa tersebut.  ”Diduga terjadi karena korsleting listrik,” tandasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/