alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

DAK Pendidikan Sumenep Capai Rp 22 Miliar Lebih

SUMENEP – Dana alokasi khusus (DAK) pendidikan di Sumenep cukup besar. Tahun ini disdik akan menggelontorkan Rp 22 miliar lebih untuk sekolah. DAK tingkat SD Rp 16 mliar lebih dan Rp 6,4 miliar lebih untuk SMP.

Kepala Disdik Sumenep A. Shadik mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi untuk penerima. Penandatanganan kontrak untuk SMP juga selesai. Sementara untuk SD masih proses. ”Untuk SD sosialisasinya sudah selesai, tinggal kontraknya,” kata Shadik, Rabu (28/3).

Shadik tidak menyebutkan jumlah sekolah penerima secara rinci. Besaran dana untuk tiap sekolah beragam. Disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. ”Kalau rehab sedang sekitar Rp 75 juta per sekolah,” tegasnya. ”Sistem pelaksanaannya berdasarkan swakelola,” tambahnya.

Baca Juga :  Dewan Pendidikan Rekomendasikan Tunda Zonasi PPDB

Sekretaris Dewan Pendidikan Sumenep (DPS) Mohammad Suhaidi menganggap disdik setengah hati melibatkan institusinya. Peran dewan pendidikan yang semestinya sentral dalam pengawasan DAK justru dikebiri. ”Untuk DAK 2018 memang dinas pendidikan terkesan setengah hati melibatkan dewan pendidikan Sumenep,” kata Suhaidi.

Menurut Suhaidi, secara prinsip ada dua peran dewan pendidikan dalam pengelolaan DAK. Pertama, dewan pendidikan memberikan pertimbangan. Kedua, melakukan pengawasan agar terjadi transparansi di dalam pelaksanaannya.

”Dalam poin pertama itu kami tidak diberikan peran apa-apa oleh dinas pendidikan. Ini yang kami bilang pelibatan dewan pendidikan setengah hati,” paparnya.

Suhaidi mengaku akan tetap melakukan pengawasan secara maksimal. Dia berjanji akan turun ke sekolah calon penerima. Pihaknya akan mengevaluasi apakah penerima memang benar-benar layak dan sesuai juknis DAK atau tidak. ”Kita akan mengevaluasi, memberikan masukan, khawatir sekolah yang sudah tercantum tidak sesuai dengan juknis yang ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Minta Perahu dan Empat Nelayan Dibebaskan

Setelah realisasi, dewan pendidikan akan turun kembali. Hal itu untuk memastikan pelaksanaan DAK berjalan dengan benar dan transparan. ”Dewan pendidikan berharap penerima DAK itu berkesinambungan. Tidak hanya sekolah itu-itu saja. Tetapi, betul-betul diberikan kepada sekolah yang memang memerlukan,” tukas mantan aktivis PMII itu.

 

SUMENEP – Dana alokasi khusus (DAK) pendidikan di Sumenep cukup besar. Tahun ini disdik akan menggelontorkan Rp 22 miliar lebih untuk sekolah. DAK tingkat SD Rp 16 mliar lebih dan Rp 6,4 miliar lebih untuk SMP.

Kepala Disdik Sumenep A. Shadik mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi untuk penerima. Penandatanganan kontrak untuk SMP juga selesai. Sementara untuk SD masih proses. ”Untuk SD sosialisasinya sudah selesai, tinggal kontraknya,” kata Shadik, Rabu (28/3).

Shadik tidak menyebutkan jumlah sekolah penerima secara rinci. Besaran dana untuk tiap sekolah beragam. Disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. ”Kalau rehab sedang sekitar Rp 75 juta per sekolah,” tegasnya. ”Sistem pelaksanaannya berdasarkan swakelola,” tambahnya.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Gelar Workshop Proktor dan Teknisi

Sekretaris Dewan Pendidikan Sumenep (DPS) Mohammad Suhaidi menganggap disdik setengah hati melibatkan institusinya. Peran dewan pendidikan yang semestinya sentral dalam pengawasan DAK justru dikebiri. ”Untuk DAK 2018 memang dinas pendidikan terkesan setengah hati melibatkan dewan pendidikan Sumenep,” kata Suhaidi.

Menurut Suhaidi, secara prinsip ada dua peran dewan pendidikan dalam pengelolaan DAK. Pertama, dewan pendidikan memberikan pertimbangan. Kedua, melakukan pengawasan agar terjadi transparansi di dalam pelaksanaannya.

”Dalam poin pertama itu kami tidak diberikan peran apa-apa oleh dinas pendidikan. Ini yang kami bilang pelibatan dewan pendidikan setengah hati,” paparnya.

Suhaidi mengaku akan tetap melakukan pengawasan secara maksimal. Dia berjanji akan turun ke sekolah calon penerima. Pihaknya akan mengevaluasi apakah penerima memang benar-benar layak dan sesuai juknis DAK atau tidak. ”Kita akan mengevaluasi, memberikan masukan, khawatir sekolah yang sudah tercantum tidak sesuai dengan juknis yang ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Pantau Proses Belajar Anak Didik, Kepala Disdik Sumenep Lakukan Ini

Setelah realisasi, dewan pendidikan akan turun kembali. Hal itu untuk memastikan pelaksanaan DAK berjalan dengan benar dan transparan. ”Dewan pendidikan berharap penerima DAK itu berkesinambungan. Tidak hanya sekolah itu-itu saja. Tetapi, betul-betul diberikan kepada sekolah yang memang memerlukan,” tukas mantan aktivis PMII itu.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/