alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Pasien Rujukan dari Kepulauan Meninggal di Kapal

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Duka menyelimuti KMP Dharma Bahari Sumekar III kemarin (28/1). Pasalnya, seorang penumpang kapal milik Pemkab Sumenep itu mengembuskan napas terakhir di perjalanan. Sejatinya, penumpang atas nama Aliana itu hendak dirujuk ke daratan.

Aliana berasal dari Desa/Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan. Dia menikah sebelum lulus dari bangku SMA. Wanita berkerudung ini memiliki satu anak laki-laki. Saat ini berumur 18 bulan. Keseharian Aliana yaitu sebagai ibu rumah tangga.

Sebelumnya, perempuan 17 tahun itu dirawat di Puskesmas Kangayan selama 10 hari. Selamasepuluh hari dirawat di puskesmas tidak ada ada tanda-tanda membaik. Bahkan, kondisinya semakin memburuk sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Abuya di Kecamatan Arjasa.

Baru dua hari dirawat di rumah sakit baru itu kemudian diminta untuk dirujuk ke rumah sakit di daratan. Sebab, hemoglobinnya (Hb) rendah. Hanya 3,7 gram/deciliter (g/dl). Selain itu, perlu dilakukan transfusi darah. ”Di Kangean, stok (darah) tidak tersedia,” ucapnya.

Baca Juga :  Gaji Perangkat Desa Enam Bulan┬áNgendap

Karena itu, ibu satu anak itu dirujuk ke RSI Garam Kalianget. Tetapi, saat perjalanan menuju daratan, nyawanya tidak terrolong. Aliana meninggal sekitar pukul 04.30. Saat itu kapal yang membawanya sudah masuk ke perairan Kalianget.

Keluarga Aliana berharap rumah sakit di kepulauan milik pemerintah segera dilengkapi fasilitas kesehatan yang memadai. Dengan begitu, pasien tidak perlu dirujuk ke daratan. Apalagi, tempat tinggal masyarakat tersebar di pulau-pulau kecil. Untuk menuju pulau yang menjadi pusat kota kecamatan butuh nyali untuk menyeberangi laut.

”Rumah sakit sebenarnya harus menyediakan fasilitas yang lengkap. Khususnya di Kepulauan Kangean, agar tidak terjadi lagi pasien yang dirujuk dan meninggal di perjalanan,” harap Heri Susanto, salah satu keluarga Aliana.

Baca Juga :  Ini Kata Bupati Soal Kabar Sekkab Sumenep Mengundurkan Diri

KMP Dharma Bahari Sumekar III berlayar dari Pulau Kangean menuju Pelabuhan Kalianget. Kapal buatan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI) Bangkalan itu menempuh perjalanan sekitar 8 hingga 9 jam.

Setelah kapal bersandar ke dermaga pelabuhan, jenazah Aliana digotong ke salah satu rumah warga. Selanjutnya akan dibawa pulang kembali ke Desa/Pulau Saobi. Tetapi, masih menunggu kapal yang akan berlayar ke Pulau Kangean. ”Sekarang musim ombak,” kata Heri.

Hingga pukul 20.15, jenazah Aliana masih ada di rumah warga Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget. Hari ini (29/1) akan dibawa pulang jika ada perahu berani menerjang cuaca buruk atau ekstrem.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto belum mengetahui penumpang yang meninggal dunia. ”Saya lagi rapat di Surabaya. Belum mengetahui kejadian tersebut,” katanya ketika dihubungi. (mi)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Duka menyelimuti KMP Dharma Bahari Sumekar III kemarin (28/1). Pasalnya, seorang penumpang kapal milik Pemkab Sumenep itu mengembuskan napas terakhir di perjalanan. Sejatinya, penumpang atas nama Aliana itu hendak dirujuk ke daratan.

Aliana berasal dari Desa/Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan. Dia menikah sebelum lulus dari bangku SMA. Wanita berkerudung ini memiliki satu anak laki-laki. Saat ini berumur 18 bulan. Keseharian Aliana yaitu sebagai ibu rumah tangga.

Sebelumnya, perempuan 17 tahun itu dirawat di Puskesmas Kangayan selama 10 hari. Selamasepuluh hari dirawat di puskesmas tidak ada ada tanda-tanda membaik. Bahkan, kondisinya semakin memburuk sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Abuya di Kecamatan Arjasa.


Baru dua hari dirawat di rumah sakit baru itu kemudian diminta untuk dirujuk ke rumah sakit di daratan. Sebab, hemoglobinnya (Hb) rendah. Hanya 3,7 gram/deciliter (g/dl). Selain itu, perlu dilakukan transfusi darah. ”Di Kangean, stok (darah) tidak tersedia,” ucapnya.

Baca Juga :  Mayoritas Pasien Berhasil Sembuh Total

Karena itu, ibu satu anak itu dirujuk ke RSI Garam Kalianget. Tetapi, saat perjalanan menuju daratan, nyawanya tidak terrolong. Aliana meninggal sekitar pukul 04.30. Saat itu kapal yang membawanya sudah masuk ke perairan Kalianget.

Keluarga Aliana berharap rumah sakit di kepulauan milik pemerintah segera dilengkapi fasilitas kesehatan yang memadai. Dengan begitu, pasien tidak perlu dirujuk ke daratan. Apalagi, tempat tinggal masyarakat tersebar di pulau-pulau kecil. Untuk menuju pulau yang menjadi pusat kota kecamatan butuh nyali untuk menyeberangi laut.

”Rumah sakit sebenarnya harus menyediakan fasilitas yang lengkap. Khususnya di Kepulauan Kangean, agar tidak terjadi lagi pasien yang dirujuk dan meninggal di perjalanan,” harap Heri Susanto, salah satu keluarga Aliana.

Baca Juga :  Amankan Arus Mudik, Polres Sumenep Dirikan 4 Pospam dan 1 Posyan

KMP Dharma Bahari Sumekar III berlayar dari Pulau Kangean menuju Pelabuhan Kalianget. Kapal buatan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI) Bangkalan itu menempuh perjalanan sekitar 8 hingga 9 jam.

Setelah kapal bersandar ke dermaga pelabuhan, jenazah Aliana digotong ke salah satu rumah warga. Selanjutnya akan dibawa pulang kembali ke Desa/Pulau Saobi. Tetapi, masih menunggu kapal yang akan berlayar ke Pulau Kangean. ”Sekarang musim ombak,” kata Heri.

Hingga pukul 20.15, jenazah Aliana masih ada di rumah warga Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget. Hari ini (29/1) akan dibawa pulang jika ada perahu berani menerjang cuaca buruk atau ekstrem.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto belum mengetahui penumpang yang meninggal dunia. ”Saya lagi rapat di Surabaya. Belum mengetahui kejadian tersebut,” katanya ketika dihubungi. (mi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/