alexametrics
19 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Dandim Sumenep Ambil Bagian Pertama

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Sumenep dimulai kemarin (28/1). Vaksin pertama disuntikkan kepada Komandan Kodim 0827 Letkol Inf Nurcholis.

Nurcholis sejak awal memang bersedia untuk divaksin pertama. Hal ini dilakukan sebagai percontohan kepada masyarakat agar tidak khawatir. Sebab, vaksin memang disiapkan untuk mencegah persebaran Covid-19 demi keselamatan bersama.

Pemerintah tidak mungkin memprogramkan sesuatu yang mengancam keselamatan dan kesehatan rakyat. Karena itu, masyarakat tidak perlu menggubris hoaks yang mengangap vaksin berbahaya.

Cara ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Pada tahap pertama memang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan (nakes). ”Kita harus mendukung vaksinasi ini,” katanya.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, vaksinasi dimulai dari jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) agar menjadi contoh bagi masyarakat. Selain itu, untuk menepis kabar bohong bahwa vaksin itu berbahaya.

Baca Juga :  Sulap Hotel Jadi Tempat Isolasi

Vaksinasi dilakukan oleh tenaga vaksinator berkompeten. Sebelum divaksin, pasti dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan. Misalnya, tekanan darah harus stabil dan batas usia antara 18–59 tahun.

Tidak semua jajaran forkopimda divaksin. Dirinya terkendala usia yang sudah memasuki 60 tahun. Selain itu, bupati pernah terpapar Covid-19 sehingga tidak menjadi sasaran vaksin.

Wakil Bupati Achmad Fauzi, Kajari Jamaluddin, Ketua DPRD Abdul Hamid Ali Munir, dan Sekkab Edy Rasiyadi belum divaksin. Sebab, mereka masih memiliki penyakit penyerta lain. ”Kalau Pak Sekda sama seperti saya. Beliau sudah pernah terpapar Covid-19,” jelas bupati. (jun)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Sumenep dimulai kemarin (28/1). Vaksin pertama disuntikkan kepada Komandan Kodim 0827 Letkol Inf Nurcholis.

Nurcholis sejak awal memang bersedia untuk divaksin pertama. Hal ini dilakukan sebagai percontohan kepada masyarakat agar tidak khawatir. Sebab, vaksin memang disiapkan untuk mencegah persebaran Covid-19 demi keselamatan bersama.

Pemerintah tidak mungkin memprogramkan sesuatu yang mengancam keselamatan dan kesehatan rakyat. Karena itu, masyarakat tidak perlu menggubris hoaks yang mengangap vaksin berbahaya.


Cara ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Pada tahap pertama memang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan (nakes). ”Kita harus mendukung vaksinasi ini,” katanya.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, vaksinasi dimulai dari jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) agar menjadi contoh bagi masyarakat. Selain itu, untuk menepis kabar bohong bahwa vaksin itu berbahaya.

Baca Juga :  Kades Bira Barat Kurahman Salurkan BLT DD

Vaksinasi dilakukan oleh tenaga vaksinator berkompeten. Sebelum divaksin, pasti dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan. Misalnya, tekanan darah harus stabil dan batas usia antara 18–59 tahun.

Tidak semua jajaran forkopimda divaksin. Dirinya terkendala usia yang sudah memasuki 60 tahun. Selain itu, bupati pernah terpapar Covid-19 sehingga tidak menjadi sasaran vaksin.

Wakil Bupati Achmad Fauzi, Kajari Jamaluddin, Ketua DPRD Abdul Hamid Ali Munir, dan Sekkab Edy Rasiyadi belum divaksin. Sebab, mereka masih memiliki penyakit penyerta lain. ”Kalau Pak Sekda sama seperti saya. Beliau sudah pernah terpapar Covid-19,” jelas bupati. (jun)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/