alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Diguyur Hujan, Akses Kecamatan Terendam

SUMENEP – Hujan lebat mengguyur Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, kemarin pagi (28/1). Hal itu menyebabkan akses utama di kecamatan tersebut terendam. Puluhan hektare tanaman padi milik warga juga terancam gagal panen.

Kapolsek Kangean Iptu Karsono menyatakan, air yang merendam jalan utama Kecamatan Arjasa itu akibat meluapnya kali Angon-Angon yang lokasinya tidak jauh dari jalan tersebut. ”Pagi ini kami mendapat laporan bahwa ada aliran air yang cukup deras di Jalan Raya Angon-Angon. Kemudian kami mengirimkan anggota untuk membantu warga yang melintas,” jelasnya kemarin.

Banjir itu tidak berlangsung lama, yakni sekitar tiga jam. Meski begitu, aliran air yang melewati jalan tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu. Bahkan, beberapa sepeda motor harus didorong karena mogok.

Baca Juga :  Alquran dan Kereta Kuda Paling Digemari

”Kondisinya lumayan berbahaya. Beberapa kendaraan sampai mogok. Kemudian yang menjadi kekhawatiran kami, ada warga yang sampai jatuh akibat aliran air yang lumayan deras,” katanya. ”Kalau hujannya mulai sekitar pukul 2 malam. Tapi, laporan banjir di jalan baru kami terima sekitar pukul 6 pagi,” tambahnya.

Selain membuat jalan terganggu, hujan deras menyebabkan puluhan hektare lahan sawah milik warga terancam gagal panen. Sebab, luapan sungai membuat tanaman padi milik warga tergenang. ”Lumayan parah. Kalau tidak cepat surut, bisa-bisa gagal panen saya,” ucap Moh. Ramli, warga Desa Angon-Angon, Kecamatan Arjasa.

Menurut Ramli, cukup sulit menangani genangan air di sawahnya. Sebab, sungai yang biasanya menjadi tempat pembuangan air kini meluap karena tidak dapat menampung debit air yang tinggi. ”Sementara ya masih nunggu. Mudah-mudahan cepat surut,” harapnya.

Baca Juga :  Hari Ini Kirim Tujuh Pikap ke Sapudi

SUMENEP – Hujan lebat mengguyur Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, kemarin pagi (28/1). Hal itu menyebabkan akses utama di kecamatan tersebut terendam. Puluhan hektare tanaman padi milik warga juga terancam gagal panen.

Kapolsek Kangean Iptu Karsono menyatakan, air yang merendam jalan utama Kecamatan Arjasa itu akibat meluapnya kali Angon-Angon yang lokasinya tidak jauh dari jalan tersebut. ”Pagi ini kami mendapat laporan bahwa ada aliran air yang cukup deras di Jalan Raya Angon-Angon. Kemudian kami mengirimkan anggota untuk membantu warga yang melintas,” jelasnya kemarin.

Banjir itu tidak berlangsung lama, yakni sekitar tiga jam. Meski begitu, aliran air yang melewati jalan tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu. Bahkan, beberapa sepeda motor harus didorong karena mogok.

Baca Juga :  Bupati Berharap Pembelian Tiket Sistem Connecting

”Kondisinya lumayan berbahaya. Beberapa kendaraan sampai mogok. Kemudian yang menjadi kekhawatiran kami, ada warga yang sampai jatuh akibat aliran air yang lumayan deras,” katanya. ”Kalau hujannya mulai sekitar pukul 2 malam. Tapi, laporan banjir di jalan baru kami terima sekitar pukul 6 pagi,” tambahnya.

Selain membuat jalan terganggu, hujan deras menyebabkan puluhan hektare lahan sawah milik warga terancam gagal panen. Sebab, luapan sungai membuat tanaman padi milik warga tergenang. ”Lumayan parah. Kalau tidak cepat surut, bisa-bisa gagal panen saya,” ucap Moh. Ramli, warga Desa Angon-Angon, Kecamatan Arjasa.

Menurut Ramli, cukup sulit menangani genangan air di sawahnya. Sebab, sungai yang biasanya menjadi tempat pembuangan air kini meluap karena tidak dapat menampung debit air yang tinggi. ”Sementara ya masih nunggu. Mudah-mudahan cepat surut,” harapnya.

Baca Juga :  Terendam Banjir, Terpaksa Sekolah Diliburkan.
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/