alexametrics
24.3 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Pakai Jaminan Kesehatan, Guru Ngaji di Sumenep Sukses Atasi Diabetes

SUMENEP – Abu Yono, warga Pamolokan, Kecamatan Kota/Kabupaten Sumenep menyatakan kondisinya kini lebih baik. Sebab, kandungan gula darah pria berusia 61 tahun itu telah terkontrol. Sebelumnya, kadar gula guru mengaji itu sempat mencapai 400 mg/dl. Akibatnya, sering merasa kelelahan dan sakit kepala.

“Rasanya seperti sering lelah. Kata orang–orang tubuh saya semakin kurus,” ujar Abu Yono.

Melihat Abu Yono terlihat kurang sehat, kerabatnya menyarankannya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Namun, Abu Yono enggan memeriksakan diri karena tidak memiliki biaya. Mengetahui hal itu, beberapa kerabatnya memberikan pinjaman uang agar berobat ke dokter.

“Disuruh periksa ke dokter. Tapi saya takut karena tidak punya uang. Setelah dipaksa, akhirnya saya berobat membawa uang pinjaman sama Kartu Sehat (Kartu Indonesia Sehat) yang dulu dikasih perangkat desa. Setelah diperiksa di puskesmas, ternyata ketahuan diabetes. Sebab, kandungan gulanya tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kebakaran, Ruas Jalan Jenderal Sudirman Dipenuhi Kardus

Abu Yono bersyukur karena biaya berobat selama di puskesmas telah dijamin BPJS Kesehatan. Bahkan, dia sama sekali tidak dipungut biaya. Kini, Abu Yono merasa lebih sehat setelah berobat secara rutin dan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di puskesmas tempatnya terdaftar.

“Dulu setelah tahu di Puskesmas tidak perlu bayar, saya senangnya bukan main. Uang pinjaman dari saudara langsung saya kembalikan. Alhamdulillah, sekarang sudah lebih sehat. Pengobatan saya setiap bulan di puskesmas gratis,” imbuh Abu Yono.

Abu Yono mengimbau agar peserta JKN–KIS tidak perlu khawatir untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan. Namun, yang lebih penting, menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit. “Kalau punya Kartu Sehat (KIS), jangan takut berobat ke puskesmas atau faskes kalau sakit. Tapi, lebih baik tetap menjaga kesehatan. Sebab, kesehatan itu nikmat yang luar biasa,” pungkasnya. (ar/tw/par)

Baca Juga :  Tiga Karyawan PT Tanjung Odi Terpapar Covid-19

SUMENEP – Abu Yono, warga Pamolokan, Kecamatan Kota/Kabupaten Sumenep menyatakan kondisinya kini lebih baik. Sebab, kandungan gula darah pria berusia 61 tahun itu telah terkontrol. Sebelumnya, kadar gula guru mengaji itu sempat mencapai 400 mg/dl. Akibatnya, sering merasa kelelahan dan sakit kepala.

“Rasanya seperti sering lelah. Kata orang–orang tubuh saya semakin kurus,” ujar Abu Yono.

Melihat Abu Yono terlihat kurang sehat, kerabatnya menyarankannya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Namun, Abu Yono enggan memeriksakan diri karena tidak memiliki biaya. Mengetahui hal itu, beberapa kerabatnya memberikan pinjaman uang agar berobat ke dokter.


“Disuruh periksa ke dokter. Tapi saya takut karena tidak punya uang. Setelah dipaksa, akhirnya saya berobat membawa uang pinjaman sama Kartu Sehat (Kartu Indonesia Sehat) yang dulu dikasih perangkat desa. Setelah diperiksa di puskesmas, ternyata ketahuan diabetes. Sebab, kandungan gulanya tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mudik Gratis Bareng Pemprov Jatim Masuk MURI

Abu Yono bersyukur karena biaya berobat selama di puskesmas telah dijamin BPJS Kesehatan. Bahkan, dia sama sekali tidak dipungut biaya. Kini, Abu Yono merasa lebih sehat setelah berobat secara rutin dan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di puskesmas tempatnya terdaftar.

“Dulu setelah tahu di Puskesmas tidak perlu bayar, saya senangnya bukan main. Uang pinjaman dari saudara langsung saya kembalikan. Alhamdulillah, sekarang sudah lebih sehat. Pengobatan saya setiap bulan di puskesmas gratis,” imbuh Abu Yono.

Abu Yono mengimbau agar peserta JKN–KIS tidak perlu khawatir untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan. Namun, yang lebih penting, menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit. “Kalau punya Kartu Sehat (KIS), jangan takut berobat ke puskesmas atau faskes kalau sakit. Tapi, lebih baik tetap menjaga kesehatan. Sebab, kesehatan itu nikmat yang luar biasa,” pungkasnya. (ar/tw/par)

Baca Juga :  Lomba Tahfiz Jaring Generasi Qurani
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/