alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Sjaifurrachman Resmi Jadi Rektor Unija

SUMENEP – Jumat (28/9) menjadi momen bersejarah bagi civitas akademika Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep. Sebab, mulai Jumat (28/9), kampus di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan itu memiliki rektor baru. Dr. Sjaifurrachman, S.H., C.N., M.H. akan dilantik sebagai Rektor Unija di Graha Sumekar Unija.

Sjaifurrachman bukan nama baru di lingkungan kampus Unija. Pria kelahiran Pamekasan, 28 Februari 1962 itu sudah cukup lama mengabdi di Unija. Di bidang organisasi lainnya, dia juga punya pengalaman yang luas.

Karir pekerjaannya dimulai pada 1991 ketika dia menjadi notaris di Sumenep. Dua tahun berikutnya, 1993, dia menjadi Pejabat Pembuat Akta Tanah, serta menjadi anggota Tim Penyuluhan Hukum Terpadu untuk Kabupaten Sumenep sejak 2.000 sampai sekarang. Kemudian, mulai 2015 sampai sekarang dia menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi.

Suami Catur Sukaptiningsih itu menjadi Dosen Fakultas Hukum di Unija Sumenep sejak 2010. Selain di Unija, dia juga menjadi dosen Program Studi Magister Kenotariatan di Pascasarjana Universitas Narotama Surabaya sejak 2011 sampai sekarang. Pada 2011-2014 dia menjadi Dosen Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Sriwijaya, Palembang. Pada 2013-2014 dia juga menjadi Dosen Luar Biasa Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Batam, Batam.

Memasuki 2014 dia mulai fokus di Unija Sumenep. Saat itu dia mendapat tugas sebagai Dosen Program Studi Magister Ilmu Hukum di Pascasarjana Universitas Wiraraja. Di tahun yang sama dia diangkat sebagai ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum di Pascasarjana Unija.

Baca Juga :  Pendidikan Rendah, Fasilitas Kesehatan Minim

”Mulai 2014–2 018 saya menjadi Pembantu Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Wiraraja,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (27/9).

Sejak 24 April–27 September 2018 dia ditunjuk menempati posisi sebagai Pjs Rektor Unija. Kemudian, terhitung hari ini, jabatannya naik menjadi rektor definitif di kampus terbesar di Sumenep tersebut.

Sebagai nakhoda baru di Unija, banyak hal yang ingin dia garap ke depan. Dia memiliki visi menjadikan Unija sebagai universitas unggul berstandar nasional yang berbasis riset dan sebagai pusat pengembangan kewirausahaan yang berkelanjutan serta mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara misinya yakni menyelenggarakan pendidikan berstandar nasional dan membangun karakter bangsa dengan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya, berjiwa dan berkemampuan entrepreneur melalui  penciptaan yang inovatif untuk meningkatkan taraf  kehidupan masyarakat dan memperkaya  kebudayaan nasional.

Dia menyadari ada beberapa pekerjaan rumah yang mesti diperbaiki. Terutama dalam penataan birokrasi kampus. Termasuk, penguatan akademik juga perlu dikuatkan dari bawah. Karena itulah, dalam kepemimpinannya dia akan menerapkan prinsip sentralisasi administrasi dan desentralisasi akademik (SADA) yang akuntabilitas.

Baginya, administrasi kampus harus tetap bersifat sentralistik. Sementara pengembangan akademik perlu diubah dengan sistem desentralisasi. Desentralisasi di bidang akademik akan memberikan peluang bagi prodi ataupun fakultas untuk berkreasi sesuai budaya akademiknya masing-masing. ”Pengembangan kampus di bidang akademik ini nantinya dibangun dari bawah, mulai prodi,” katanya.

Baca Juga :  Desa di Sumenep Bakal Bertambah, Ini yang Akan Dimekarkan

Dia juga menyadari bahwa yang paling mengerti urusan prodi adalah kepala prodi. Demikian juga yang paham tentang fakultas adalah dekan masing-masing. Karena itu, sudah selayaknya pengembangan di masing-masing lini harus diserahkan kepada yang lebih mengerti urusan tersebut.

”Jika prodinya bagus, fakultasnya juga akan bagus. Demikian juga kalau fakultasnya bagus, universitasnya juga akan bagus,” tegasnya.

Pihaknya bangga karena dalam tiga tahun terakhir peringkat Unija Sumenep di Kemenristekdikti terus meningkat. Pada 2016, Unija menempati peringkat 935 klaster 4 dari 3.224 perguruan tinggi (PT) se-Indonesia. Kemudian, pada 2017, peringkat Unija naik menjadi peringkat 701 klaster 3 dari 3.224 PT se-Indonesia.

Tahun ini, peringkatnya lebih bagus lagi. Yakni, nomor 371 klaster 3 dari 2.010 PT se-Indonesia. Ke depan, peringkat Unija akan terus ditingkatkan sehingga menjadi kampus yang unggul dan berstandar nasional.

”Kampus Unija ini sudah berusia 32 tahun. Sekarang memiliki tujuh fakultas dan 13 prodi,” jelasnya. ”Kampus ini didirikan oleh masyarakat Sumenep dan untuk kemajuan Sumenep,” tukasnya.

SUMENEP – Jumat (28/9) menjadi momen bersejarah bagi civitas akademika Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep. Sebab, mulai Jumat (28/9), kampus di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan itu memiliki rektor baru. Dr. Sjaifurrachman, S.H., C.N., M.H. akan dilantik sebagai Rektor Unija di Graha Sumekar Unija.

Sjaifurrachman bukan nama baru di lingkungan kampus Unija. Pria kelahiran Pamekasan, 28 Februari 1962 itu sudah cukup lama mengabdi di Unija. Di bidang organisasi lainnya, dia juga punya pengalaman yang luas.

Karir pekerjaannya dimulai pada 1991 ketika dia menjadi notaris di Sumenep. Dua tahun berikutnya, 1993, dia menjadi Pejabat Pembuat Akta Tanah, serta menjadi anggota Tim Penyuluhan Hukum Terpadu untuk Kabupaten Sumenep sejak 2.000 sampai sekarang. Kemudian, mulai 2015 sampai sekarang dia menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi.


Suami Catur Sukaptiningsih itu menjadi Dosen Fakultas Hukum di Unija Sumenep sejak 2010. Selain di Unija, dia juga menjadi dosen Program Studi Magister Kenotariatan di Pascasarjana Universitas Narotama Surabaya sejak 2011 sampai sekarang. Pada 2011-2014 dia menjadi Dosen Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Sriwijaya, Palembang. Pada 2013-2014 dia juga menjadi Dosen Luar Biasa Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Batam, Batam.

Memasuki 2014 dia mulai fokus di Unija Sumenep. Saat itu dia mendapat tugas sebagai Dosen Program Studi Magister Ilmu Hukum di Pascasarjana Universitas Wiraraja. Di tahun yang sama dia diangkat sebagai ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum di Pascasarjana Unija.

Baca Juga :  Oknum Staf Dinas Koperasi Sumenep Diamankan Satpol PP Gara-Gara Ini

”Mulai 2014–2 018 saya menjadi Pembantu Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Wiraraja,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (27/9).

Sejak 24 April–27 September 2018 dia ditunjuk menempati posisi sebagai Pjs Rektor Unija. Kemudian, terhitung hari ini, jabatannya naik menjadi rektor definitif di kampus terbesar di Sumenep tersebut.

Sebagai nakhoda baru di Unija, banyak hal yang ingin dia garap ke depan. Dia memiliki visi menjadikan Unija sebagai universitas unggul berstandar nasional yang berbasis riset dan sebagai pusat pengembangan kewirausahaan yang berkelanjutan serta mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara misinya yakni menyelenggarakan pendidikan berstandar nasional dan membangun karakter bangsa dengan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya, berjiwa dan berkemampuan entrepreneur melalui  penciptaan yang inovatif untuk meningkatkan taraf  kehidupan masyarakat dan memperkaya  kebudayaan nasional.

Dia menyadari ada beberapa pekerjaan rumah yang mesti diperbaiki. Terutama dalam penataan birokrasi kampus. Termasuk, penguatan akademik juga perlu dikuatkan dari bawah. Karena itulah, dalam kepemimpinannya dia akan menerapkan prinsip sentralisasi administrasi dan desentralisasi akademik (SADA) yang akuntabilitas.

Baginya, administrasi kampus harus tetap bersifat sentralistik. Sementara pengembangan akademik perlu diubah dengan sistem desentralisasi. Desentralisasi di bidang akademik akan memberikan peluang bagi prodi ataupun fakultas untuk berkreasi sesuai budaya akademiknya masing-masing. ”Pengembangan kampus di bidang akademik ini nantinya dibangun dari bawah, mulai prodi,” katanya.

Baca Juga :  Polres Dalami Penyebab Perahu Kota Baru Karam

Dia juga menyadari bahwa yang paling mengerti urusan prodi adalah kepala prodi. Demikian juga yang paham tentang fakultas adalah dekan masing-masing. Karena itu, sudah selayaknya pengembangan di masing-masing lini harus diserahkan kepada yang lebih mengerti urusan tersebut.

”Jika prodinya bagus, fakultasnya juga akan bagus. Demikian juga kalau fakultasnya bagus, universitasnya juga akan bagus,” tegasnya.

Pihaknya bangga karena dalam tiga tahun terakhir peringkat Unija Sumenep di Kemenristekdikti terus meningkat. Pada 2016, Unija menempati peringkat 935 klaster 4 dari 3.224 perguruan tinggi (PT) se-Indonesia. Kemudian, pada 2017, peringkat Unija naik menjadi peringkat 701 klaster 3 dari 3.224 PT se-Indonesia.

Tahun ini, peringkatnya lebih bagus lagi. Yakni, nomor 371 klaster 3 dari 2.010 PT se-Indonesia. Ke depan, peringkat Unija akan terus ditingkatkan sehingga menjadi kampus yang unggul dan berstandar nasional.

”Kampus Unija ini sudah berusia 32 tahun. Sekarang memiliki tujuh fakultas dan 13 prodi,” jelasnya. ”Kampus ini didirikan oleh masyarakat Sumenep dan untuk kemajuan Sumenep,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/