alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Temukan Mamin Tak Layak Konsumsi

SUMENEP – Puluhan makanan dan minuman (mamin) tidak layak konsumsi beredar di pasaran. Hal itu diketahui setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) selama empat hari. Sampel itu diambil di lima kecamatan di Kota Keris (selengkapnya lihat grafis).

Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen Disprindag Sumenep Cicik Suryaningsih tidak menampik bahwa peredaran mamin tidak layak konsumsi masih banyak di Kota Keris. Meski begitu, dia mengklaim temuannya tersebut berkurang dibandingkan dengan tahun lalu.

”Sekarang ini lebih sedikit daripada tahun kemarin” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (27/5).

Cicik mengatakan, sidak dilakukan mulai Senin–Kamis (20–23/5). Mamin yang dijual pedagang banyak yang kedaluwarsa dan kemasannya rusak. Sehingga makanan tersebut tidak layak dikonsumsi. ”Kami berikan pembinaan kepada pedagang yang menjual makanan tidak layak konsumsi,” katanya.

Baca Juga :  Bank Mandiri Tuntaskan Penyaluran PKH 2017

Dalam melakukan sidak, lembaganya melibatkan beberapa pihak. Di antaranya, Kabag hukum, Kabag perekonomian, dinas kesehatan (dinkes), dan satpol PP. Dia memastikan tidak ada sidak lanjutan yang diprakarsai disprindag. ”Dalam setahun, kami agendakan hanya tiga kali. Di bulan Ramadan, menjelang Lebaran Idul Adha dan menjelang Natal,” imbuhnya.

Cicik mengimbau masyarakat lebih selektif membeli makanan di pasaran. Utamanya memeriksa tanggal kedaluwarsanya. Dia juga meminta pedagang proaktif memerika barang jualannya. ”Kalau sudah kedaluwarsa, harusnya tidak jual,” tuturnya.

Anggota Komisi IV DPDR Sumenep Suroyo meminta pemerintah terus mengawasi mamin yang banyak dijual PKL. ”Kami minta disperindag lebih aktif lagi. Apalagi sudah mau Lebaran. Akan tambah banyak pedagangnya,” tandasnya. (jup)

Baca Juga :  Paguyuban Sekkar Pote Dorong Peningkatan Ekonomi

SUMENEP – Puluhan makanan dan minuman (mamin) tidak layak konsumsi beredar di pasaran. Hal itu diketahui setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) selama empat hari. Sampel itu diambil di lima kecamatan di Kota Keris (selengkapnya lihat grafis).

Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen Disprindag Sumenep Cicik Suryaningsih tidak menampik bahwa peredaran mamin tidak layak konsumsi masih banyak di Kota Keris. Meski begitu, dia mengklaim temuannya tersebut berkurang dibandingkan dengan tahun lalu.

”Sekarang ini lebih sedikit daripada tahun kemarin” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (27/5).


Cicik mengatakan, sidak dilakukan mulai Senin–Kamis (20–23/5). Mamin yang dijual pedagang banyak yang kedaluwarsa dan kemasannya rusak. Sehingga makanan tersebut tidak layak dikonsumsi. ”Kami berikan pembinaan kepada pedagang yang menjual makanan tidak layak konsumsi,” katanya.

Baca Juga :  Temukan Produk Tak Layak Konsumsi

Dalam melakukan sidak, lembaganya melibatkan beberapa pihak. Di antaranya, Kabag hukum, Kabag perekonomian, dinas kesehatan (dinkes), dan satpol PP. Dia memastikan tidak ada sidak lanjutan yang diprakarsai disprindag. ”Dalam setahun, kami agendakan hanya tiga kali. Di bulan Ramadan, menjelang Lebaran Idul Adha dan menjelang Natal,” imbuhnya.

Cicik mengimbau masyarakat lebih selektif membeli makanan di pasaran. Utamanya memeriksa tanggal kedaluwarsanya. Dia juga meminta pedagang proaktif memerika barang jualannya. ”Kalau sudah kedaluwarsa, harusnya tidak jual,” tuturnya.

Anggota Komisi IV DPDR Sumenep Suroyo meminta pemerintah terus mengawasi mamin yang banyak dijual PKL. ”Kami minta disperindag lebih aktif lagi. Apalagi sudah mau Lebaran. Akan tambah banyak pedagangnya,” tandasnya. (jup)

Baca Juga :  Dermaga Giliyang dan Dungkek Digerojok Rp 60 Miliar
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/