alexametrics
18.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Mau Lebaran, PPK-PPS Tanya Honor

SUMENEP – Pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah selesai. Namun, pesta demokrasi 17 April itu masih menyisakan masalah. Pembayaran honor terhadap panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) dipertanyakan.

Komisioner PPK Batang-Batang Kam Imam mengatakan, honor PPK dan PPS kerap tersendat. Bahkan, honor PPK dan PPS untuk April baru dicairkan Minggu (26/5) oleh KPU. ”Dari KPU ke PPK. Dari PPK ditransfer ke rekening PPS,” tuturnya kemarin (27/5).

Honor PPK dan PPS untuk Mei belum cair. Padahal, menurut dia, honor menjadi harapan bagi PPK dan PPS. ”Harapan kami, semua cair agar kebutuhan Lebaran terpenuhi,” imbuhnya.

Imam menyebutkan, seluruh ketua PPK berhak mendapat honor Rp 1.850.000 per bulan, sedangkan anggota PPK Rp 1,6 juta. Sementara honor ketua PPS Rp 850 ribu dan Rp 800 ribu untuk anggota. ”PPK berjumlah lima orang dengan ketuanya dan PPS ada tiga orang dengan ketuanya,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Terpadu Kembali Digerojok Rp 9,4 Miliar

Hal senada disampaikan anggota PPS Desa Palokloan, Kecamatan Gapura, Masjudi. Dia juga berharap honor April dan Mei segera dicairkan. Honor itu diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan hari raya. ”Kami juga mau secepatnya cair. Apalagi sudah selesai semua dan Kecamatan Gapura sudah tidak ada apa-apa,” katanya.

Sekretaris KPU Sumenep Anwar Syahroni Yusuf membenarkan pencairan honor PPK dan PPS April baru dilakukan. Dia tidak menampik honor Mei belum diberikan. KPU rutin memberikan honor PPK dan PPS setiap bulan.

Anwar menerangkan, honor bagi panitia pemilu tingkat kecamatan dan desa diberikan setelah satu bulan masa kerja. Pembayarannya bukan di awal bulan. Karena itu, dia menuturkan, pemberian honor PPS dan PPK untuk April yang baru dilakukan Mei berarti tidak telat. ”Mei diberikan Juni,” jelas mantan camat Batang-Batang itu. (jup)

Baca Juga :  Dalami Dugaan Kecurangan Pemilu

SUMENEP – Pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah selesai. Namun, pesta demokrasi 17 April itu masih menyisakan masalah. Pembayaran honor terhadap panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) dipertanyakan.

Komisioner PPK Batang-Batang Kam Imam mengatakan, honor PPK dan PPS kerap tersendat. Bahkan, honor PPK dan PPS untuk April baru dicairkan Minggu (26/5) oleh KPU. ”Dari KPU ke PPK. Dari PPK ditransfer ke rekening PPS,” tuturnya kemarin (27/5).

Honor PPK dan PPS untuk Mei belum cair. Padahal, menurut dia, honor menjadi harapan bagi PPK dan PPS. ”Harapan kami, semua cair agar kebutuhan Lebaran terpenuhi,” imbuhnya.


Imam menyebutkan, seluruh ketua PPK berhak mendapat honor Rp 1.850.000 per bulan, sedangkan anggota PPK Rp 1,6 juta. Sementara honor ketua PPS Rp 850 ribu dan Rp 800 ribu untuk anggota. ”PPK berjumlah lima orang dengan ketuanya dan PPS ada tiga orang dengan ketuanya,” terangnya.

Baca Juga :  Pengembalian Kerugian Negara Belum Utuh

Hal senada disampaikan anggota PPS Desa Palokloan, Kecamatan Gapura, Masjudi. Dia juga berharap honor April dan Mei segera dicairkan. Honor itu diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan hari raya. ”Kami juga mau secepatnya cair. Apalagi sudah selesai semua dan Kecamatan Gapura sudah tidak ada apa-apa,” katanya.

Sekretaris KPU Sumenep Anwar Syahroni Yusuf membenarkan pencairan honor PPK dan PPS April baru dilakukan. Dia tidak menampik honor Mei belum diberikan. KPU rutin memberikan honor PPK dan PPS setiap bulan.

Anwar menerangkan, honor bagi panitia pemilu tingkat kecamatan dan desa diberikan setelah satu bulan masa kerja. Pembayarannya bukan di awal bulan. Karena itu, dia menuturkan, pemberian honor PPS dan PPK untuk April yang baru dilakukan Mei berarti tidak telat. ”Mei diberikan Juni,” jelas mantan camat Batang-Batang itu. (jup)

Baca Juga :  Malam Takbiran, Pemuda Berdisko Sepanjang Jalan
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/